November 30, 2021

IMBICOM

Tulisanmu Suaraku Suaramu Suara Kita

Sajak Kehidupan Keras yang Penuh Makna Menginspirasi

Disinilah keungulan riset. Mengadaptasi pengalaman orang lain sah-sah saja dalam memperkaya wawasan. Sehingga, puisi yang Teman cipta lebih berisi dan kuat. Lihatlah betapa wingitnya W.S Rendra ketika menuliskan Sajak Seorang Tua untuk Isterinya. Ia tak perlu berumur 90 tahun untuk menulis karya yang demikian cespleng. Menulis sajak kehidupan keras dengan inspirasi biduk rumah tangga bisa saja dengan observasi dan riset mendalam. Mengamati problema dan semua pernak-pernik persoalannya. Berbincang dengan orang yang lebih tua efektif mendewasakan gagasan dan logika sebuah tulisan. Terlepas dari kekuatan riset, Teman harus mampu membedakan fakta dan imajinasi. Sehingga sebuah tulisan akan realistis. Meski tidak harus selalu begitu. Keistimewaan puisi adalah kewenangan untuk merangkai kata sebebas-bebasnya. Dalam khasanah sastra ini dikenal dengan Licencia Poetica. Namun, jangan tinggalkan efek edukasi yang akan didapat pembaca. Tentu, kita berharap menjadi penyair yang makbul kan? Jadi, jangan khawatir ketika karya teman belum diterima dengan baik. Cara terbaik adalah dengan menerima kritik dan bertumbuh. Berikut ini sebuah puisi pendek dengan tema rumah tangga.
sajak kehidupan keras dalam rumah tangga
fenomena dan dinamika sehari-hari adalah inspirasi menuliskan sajak kehidupan keras.
Jenjam

Kita menari di antara denting nada cahaya Yang terpedar dari wajahmu yang binar Sementara malam mengukuhkan pertalian dua jiwa

Atmaja (3)

Bagikan Yok!
BACA JUGA :   DI SUJUD MALAM KUCARI IMAMKU