November 30, 2021

IMBICOM

Tulisanmu Suaraku Suaramu Suara Kita

Sajak Kehidupan Keras yang Penuh Makna Menginspirasi

Jika senja nanti ada gesekan Tak perlu tangan dan mulut yang bar-bar membakar Biar jimat caya pikirmu saja yang pijar menyambar

Denok, hujan petir apakah membawa Langkah dan senyum selebar bianglala Perang stigma dalam lelap dan jaga Sementara hati hampir padam bara

Konon asa mampir ketika hampir terpelintir Asal masih ada caya berkumandang Membungkam praduga-praduga liar Bangkit dari liang lingkaran berkubang

Nak, jika ke rimba kenali habitat belantara Pergi ke kota pelajari jiwa Jangan terbersit tumpukan biru lebih indah disbanding lembaran buku Sebab yang mulia adalah isi kepala bukan harta benda

Yogyakarta, Oktober 2021

3. Sajak Kehidupan Keras dengan Inspirasi Biduk Rumah Tangga

Mengapa ketika membaca karya seseorang ada yang berkomentar isinya kekanak-kanakan? Jangan berkecil hati ketika itu terjadi. Setiap karya memiliki penggemar sendiri. Apresiasi akan teman dapatkan jika menemukan pembaca yang tepat. Yang perlu kita lakukan adalah bertumbuh agar karya kita selalu segar dan berkembang. Jangan cepat merasa puas dan berhenti belajar. Sebagai penikmat puisi, Teman tentu pernah geli sendiri saat membaca tulisan lama kan? Nah, kedewasaan ide dan pilihan kata inilah yang perlu kita tumbuhkan. Sekali lagi, tak perlu menjadi sakit untuk memahami perasaan orang sakit.

Atmaja (3)

Bagikan Yok!
BACA JUGA :   Suara Gitar