November 30, 2021

IMBICOM

Tulisanmu Suaraku Suaramu Suara Kita

Puisi: Penguasa Makin Berkuasa

Penguasa Makin Berkuasa

Suara rakyat, suara Tuhan. Teriakan nafas panjang terhela di sela-sela urat nadi rakyat. Rakyat sebagai penentu atas lahirnya kekuasaan pemerintah. Kekuasaan pemerintah terlahir dari rakyat sebagai orang terpercaya untuk melayani dan memberikan haknya kepada rakyat.

Kuasa pemerintah tak mungkin lahir kalau bukan kehendak rakyat. Hingga rakyat pun akan berharap besar agar ia dapat merasakan kedamaian hidup berada di tanah yang kaya, di bawah pengawasan penguasa sebagai kepercayaan rakyat. Hingga tidak heran kebaikan nampak sempurna di wajah penguasa saat musim kampanye telah tiba.

Namun, mengapa harapan tak seindah dengan kenyataan? Wajah malaikat penguasa saat kampanye dulu, langsung seketika berubah bagai lumpur yang sangat kotor. Sifat penguasa yang selalu ingin hidup berdampingan dengan rakyat, namun kini hanya mau berteduh di gedung-gedung yang mewah dan bertingkat.

Penguasa yang sudah lupa pada janjinya. Janji suci yang diutarakan pada rakyat dahulu, kini telah musnah dan tak akan kembali. Penguasa sudah tertidur di atas singgasana kekuasaannya. Hingga ia pun kadang lupa bahwa ada orang yang di bawahnya dan setengah mati membungkukkan pundaknya.

Penguasa yang sudah lupa diri. Penguasa yang semakin berkuasa dan makin menindas bagi yang lemah. Mereka menjadikan undang-undang sebagai senjata yang sangat ampuh untuk memberangus segala yang menghalangi. Hukum yang katanya berlaku adil dan melindungi yang lemah, justru menjadi hukum yang tumpul ke atas dan tajam ke bawah.

Wahai penguasa negeri ini. Mengapa kini engkau lupa atas tugas dan tanggungjawabmu? Coba ingat-ingat kembali kenapa engkau bisa lahir dengan kekuasaanmu. Kuasamu bukan kuasa yang datang secara tiba-tiba. Namun, kekuasaan itu ada karena janji-janji manis yang kau utarakan dulu. Apakah kau ingat bahwa kekuasaan sebenarnya adalah kekuasaan Tuhan? Suara rakyat akan terdengar oleh Tuhan.

BACA JUGA :   Puisi: Memilih Diam

Walau dirimu makin berkuasa, namun ingat saat apabila engkau tetap konsisten melakukan itu. Umurmu tidak akan bertahan lama. Suara rakyat akan memberontak dan sadar akan kemunafikan yang engkau lakukan wahai penguasa. Apabila suara rakyat bergemuruh dan menyatu untuk keluar dari penindasan. Tentu tak ada yang dapat menghentikan itu. Ia akan makin menyala dan membakar yang tak berpihak kepadanya. Suara rakyat akan misterius, bahkan lebih misterius dari pada alam. Ingat dan camkan itu baik-baik, wahai penguasa.

Sumber Gambar: Pixabay.com

Bagikan Yok!