November 29, 2021

IMBICOM

Tulisanmu Suaraku Suaramu Suara Kita

Propaganda Kaum Fanatik Kebangsaan

Propaganda kaum fanatik kebangsaan dan nasionalisme yang sempit. Satu hal yang patut disayangkan dan dirisaukan ialah karena menurut kenyataannya, penyakit fanatisme kebangsaan telah menjalar ke berbagai negeri islam.

Negeri-negeri yang sangat diharapkan dapat memimpin dakwah islam dan meratakan keamanan serta perdamaian sesuai dengan kondisi zaman. Negeri-negeri yang semestinya harus menjadi front terkuat menentang fanatisme kebangsaan atau nasionalisme sempit.

Di Turki misalnya, dapat kita saksikan adanya semangat yang berpropaganda untuk menghidupkan kembali kejahiliyahan dan kebudayaannya di masa silam. Beberapa ahli fikir di Turki setelah revolusi Kamal Attaturk berkeyakinan bahwa islam adalah agama pendatang dan asing. Mereka lebih suka kembali kepada agama keberhalaan semula sebelum nenek-moyang mereka memeluk islam.

Apa yang ada di kalangan orang-orang Turki, ada pula di kalangan orang-orang Persia. Kaum muda di Persia ada yang mencari-cari agama kuno nenek-moyang mereka sebelum islam.

Rakyat dari suatu negeri atau bangsa yang fanatik kepada faham kebangsaan sempit, ia pasti akan menjadi congkak dan sombong. Lebih-lebih apabila ilmu pengetahuan, filsafat, sejarah dan ilmu alam saling tunjang-menunjang. membangkitkan fanatisme kebangsaan tanpa menghiraukan kaidah-kaidah moral dan agama.

Semangat fanatisme kebangsaan tidak akan muncul dan tidak akan lestari manakala penduduk suatu negeri tidak dicekam oleh rasa kebencian dan ketakutan. Bukanlah suatu hal yang mengherankan bila pemerintahan-pemerintahan yang berpijak pada fanatisme kebangsaan. dalam pergaulan dengan negeri-negeri tetangganya dibimbing oleh perasaan dengki dan takut yang ada di kalangan rakyat-rakyatnya.

Orang-orang yang fanatik kebangsaan, baik di dalam maupun di luar negeri, selalu membagus-baguskan fanatisme kebangsaan kepada rakyat. Untuk kepentingan itu, mereka giat menggunakan forum-forum kesusasteraan, pidato-pidato dan kebudayaan. Sedemikian hebatnya mereka mengagung-agungkan sejarah kebangsaan mereka sehingga rakyat menjadi mabok fanatisme kebangsaan.

BACA JUGA :   Mimpi yang Indah! II

Bangsa yang bersangkutan membusungkan dada, merasa dirinya sebagai benteng yang tangguh. Hubungan dengan dunia sekitarnya menjadi terputus. Bahkan ada kalanya karena terkecoh oleh kesombongannya, bangsa itu terpancing provokasi oleh negara-negara lain.

Sibuknya berbagai bangsa dalam kegiatan saling bermusuhan dan saling berperang. Tenggelamnya mereka di dalam fanatisme kebangsaan dan lain sebagainya. Sebenarnya bukan lain hanyalah merupakan usaha mengalihkan pandangan rakyat-rakyat dari musuh yang sesungguhnya yaitu setan. Senjata pasti akan makan tuannya sendiri bila sudah tidak dapat menemukan lainnya yang bisa dimakan.

Bila hal itu telah menjadi kenyataan, bangsa seperti itu hanya sanggup bertahan semalam atau sehari saja. Ia lenyap dari panggung sejarah akibat fanatismenya sendiri dan menjadi korban dari kesempitan pandangannya sendiri. Dalam keadaan seperti itu orang-orang yang semestinya bertanggung jawab, terbukti tidak dapat berbuat apa-apa.

Dapat kita saksikan bahwa negara-negara besar harus dapat meluaskan kekuasaannya hingga meliputi bagian terbesar permukaan bumi. Mereka merasa harus dapat menguasai negeri-negeri jajahan dan sumber-sumber kekayaan di berbagai benua. Untuk itu mereka bersedia mengerahkan banyak serdadu dan banyak biaya. Yang ada kalanya terbuang sia-sia karena tidak mampu mengawasi dan mengurus daerah-daerah yang jauh.

Tindakan seperti itu merupakan keharusan yang diwajibkan oleh fanatisme kebangsaan mereka yang tidak mengindahkan nilai-nilai moral. Rakyat harus memiliki kekuatan untuk dapat memaksakan kemauannya kepada rakyat-rakyat negeri lain pada saat diperlukan.

Menjalarnya penyakit tersebut ke negeri-negeri islam disebabkan oleh lemahnya kehidupan agama di negeri-negeri itu sendiri. Agama dan fanatisme kebangsaan adalah sisi timbangan. Bila sisi yang satu lebih berat, sisi yang lain menjadi timpang dan ringan. Sebagaimana kita ketahui, sisi timbangan yang berisi agama makin hari makin ringan. Akibatnya, sisi timbangan yang berisi fanatisme kebangsaan menjadi berbobot berat.

Bagikan Yok!