November 30, 2021

IMBICOM

Tulisanmu Suaraku Suaramu Suara Kita

Teks Dialog : Air dan Minyak yang Ingin Bersatu

Teks Dialog : Air dan Minyak yang Ingin Bersatu

Air : Minyak, kau sedang tidak sibuk kan?

Minyak : Maaf air, aku sibuk. Aku harus menggoreng masakan ini sekarang.

Air : kalau besok, bisakah kita bertemu?

Minyak : Aku lihat dulu ya, Air. Nanti aku kabari kamu.

Air : Baiklah Minyak.

Keesokan Paginya, Air mendatangi Minyak.

Air : Minyak, minyak, minyak!

Minyak : ya, ada apa air?

Air : Kau bilang mau mengabariku kemarin. Tapi, kamu kok tidak datang ke rumahku. Aku menunggumu lama sekali.

Minyak : Oh, Maaf Air, aku ketiduran karena capek habis kerja.

Air : ya sudahlah, lupakan. Bagaimana, kalau sekarang kita keluar?

Minyak : Tidak bisa, aku ada pekerjaan banyak di rumah yang belum aku selesaikan. Sekali lagi, aku minta maaf ya. Mungkin, lain kali saja.

Air : Kenapa sih kamu sibuk sekali sampai tidak ada waktu untukku?

Minyak : ya harus gimana lagi, keadaannya memang seperti ini. Mengertilah, Air!

Air : Aku ingin sekali menghabiskan waktu bersama denganmu, Minyak. Kalau dengan wajan, kamu selalu ada waktu. Tapi, kalau aku, kau selalu mencari alasan.

Minyak : Aku tidak mencari-cari alasan, Air. Aku memang tidak bisa hari ini. Kenapa kamu enggak mau memahamiku, sih?

Air : Bukannya aku tak mau memahamimu. Tak bisakah kau sempatkan waktu satu atau dua jam saja untuk pergi keluar bersamaku?

Minyak : kalau aku bilang tidak bisa, ya tidak bisa. Jangan memaksa, Air. Bagaimana kalau besok saja?

Air : Dari kemarin kamu selalu bilangnya besok, besok, dan besok. Aku sudah bosan dengan kalimat itu. Mungkin takdir kehidupan memang tak menginginkan kita untuk bersama.

Minyak : Aku rasa ucapanmu itu ada benarnya. Kalau memang hidup memutuskan seperti itu ya kau harus menerimanya.

BACA JUGA :   Puisi : Api Amarah yang Meluap-luap

Air : Baiklah, kita berdua memang tak akan bisa bersatu. Sekeras apa pun aku berusaha, jika kau memang bukan milikku ya sudah. Selamat tinggal, Minyak.

Minyak : Selamat tinggal, Air.

Sama seperti kehidupan di dunia nyata, air dan minyak tidak pernah bisa disatukan. Begitu juga dengan cerita ini. Air dan minyak memang tidak ditakdirkan untuk bersama.

Sumber gambar:
https://pixabay.com/id/photos/minyak-esensial-bunga-aromaterapi-3084952/

Baca juga:

Novel : Paman, Izinkan Aku Menikahinya

indriani (123)

Bagikan Yok!