November 29, 2021

IMBICOM

Tulisanmu Suaraku Suaramu Suara Kita

Puisi : Pujian Teruntuk Ibu Mertua

Puisi : Pujian Teruntuk Ibu Mertua

Jangan kira bahwa pernikahan itu seindah layaknya di kisah dongeng
Tidak, pernikahan dunia nyata itu penuh konflik tak ada habisnya
Banyak lika-liku dalam perjalanan menuju kebahagiaan sejati
Ya, semua ini memang tidak mudah untuk dijalani
Aku merasakannya sendiri….
Hidupku berubah drastis setelah kumasuki sebuah dunia baru
Bertemu orang-orang asing yang tak kukenal sama sekali
Aku merasa sendirian di sana
Tak ada satu pun dari keluarga itu yang mau menyapaku
Terutama ibu suamiku yang bermuka masam kepadaku
Aku baru pertama kali melihatnya setelah menikah
Tapi mengapa ia seperti tidak menyukaiku?
Apakah kehadiranku tak diterima olehnya?
Ia tak mau memandangku ataupun membalas balik salamku
Saat aku mencoba duduk di sebelahnya
Dia malah memalingkan wajahnya dan pergi menjauh
Aku menghela napas dan tak tahu harus berbuat apa
Apa yang aku lakukan selalu serba salah di matanya
Aku mencoba bersabar menghadapi sikap judesnya itu
Dan suamiku yang terkasih selalu setia meredam amarahku
Sungguh, ingin sekali aku meluapkan emosiku kepadanya
Tapi hati nuraniku menghentikanku
Jangan kau berbuat keji kepada ibumu
Dia memang bukan ibu kandung yang melahirkanmu
Tapi tetap saja dia juga ibumu walaupun tak sedarah
Jangan sekali kau berani membentaknya ataupun berkata kasar
Hatinya pasti merasa sakit dan sedih jikalau kau berbuat itu
Maafkanlah setiap kesalahannya padamu
Anggaplah dia layaknya ibu kandungmu sendiri
Perlakukan ia sebaik mungkin dan jadilah menantu yang baik untuknya
Entah ibu mertua atau ibu kandung?
Kau harus tetap memuliakan sosok ibu
Dialah yang telah melahirkan cinta sejatimu
Dia juga yang merawat dan mendidik suamimu
Hingga menjadi seorang ayah yang baik bagi buah hatimu
Janganlah marah….
Sabar dan tenangkan diirmu
Itulah sepenggal nasihat dari hati nuraniku
Meski ia membenci kehadiranku
Aku kan tetap berbakti kepadanya
Aku tak akan mengambil posisi pertamanya di hati suamiku
Sampai kapan pun posisi itu akan selalu menjadi miliknya
Dia lebih berhak atas diri suamiku ketimbang diriku
Berkat dialah….
Aku mendapat suami terbaik di seluruh dunia

BACA JUGA :   Cara Berpenghasilan Melalui Blog

Sumber gambar:
https://pixabay.com/id/photos/tangan-tua-usia-tua-rentan-peduli-2906458/

Baca juga :

Novel : Paman, Izinkan Aku Menikahinya

indriani (123)

Bagikan Yok!