November 29, 2021

IMBICOM

Tulisanmu Suaraku Suaramu Suara Kita

Mencampuradukkan Antara Sarana Dengan Tujuan

Mencampuradukkan antara sarana dengan tujuan; Ilmu pengetahuan tentang alam memang telah menciptakan kekuatan material bagi manusia. Akan tetapi kekuatan material itu sendiri tidak mengajar manusia bagaimana cara menggunakan ataupun menerapkannya. Yang mengajar manusia bagaimana cara menggunakan kekuatan alam dan menerapkannya dengan baik adalah agama.

Agama memberi petunjuk kepada manusia. Bagaimana memanfaatkan kekuatan alam untuk tujuan yang benar. Bagaimana manusia harus mensyukuri nikmat Allah. Dan bagaimana manusia harus menyadari bahwa kekuatan alam yang di karuniakan Allah kepadanya itu. adalah alat untuk membantu manusia dalam perjuangan melawan kedzaliman, kejahatan dan kemaksiatan.

Orang-orang Eropa, pada umumnya telah menjauhkan agama dari kehidupan mereka. Dengan demikian, moral mereka tidak terkawal agama. Mereka melupakan tujuan untuk apa mereka diciptakan oleh Allah. Mereka melupakan asal kejadian mereka dan melupakan tempat kemana mereka akan kembali.

Dengan dasar akidah yang seperti itu mereka yakin, bahwa tugas hidup manusia hanyalah untuk menikmati kelezatan dan kesenangan. Mereka berlomba-lomba dalam persaingan menciptakan alat-alat untuk dipergunakan sebagai sarana dalam usaha mencapai apa yang diinginkan. Mereka terus menerus memandang sarana sebagai tujuan.

Kekuatan dan ilmu pengetahuan terus meningkat tinggi, sedang agama dan moral terus menurun. Mereka tenggelam mengagung-agungkan barang-barang ciptaan dan penemuan-penemuan mereka sebagai tujuan hidup. Sedemikian sibuk dan repotnya mereka hingga seperti repotnya anak-anak kecil dengan permainan-permainannya.

Dengan teknologi dan industrinya yang serba hebat. Dengan hasil-hasil karyanya yang mempesonakan. Dan dengan kemampuannya memanfaatkan segala macam benda dan kekuatan alam untuk kepentingan dan tujuannya. Mereka sudah kehilangan keseimbangan antara ilmu keduniaan dan ilmu agama. Kekuatan dan ilmu pengetahuan terus meningkat tinggi, sedangkan agama dan moral terus menurun.

BACA JUGA :   Jangan buru-buru

Mereka menguasai semua sarana kehidupan, tetapi tidak tahu bagaimana seharusnya hidup. Mereka telah mencapai semua keinginan yang dituju. Memiliki segala macam sarana yang serba lengkap, bahkan cara hidup mereka berlebihan. Namun mereka tidak mengenal prinsip-prinsip pokok dan asas-asas kehidupan manusia, peradaban dan moral.

Dapat kita saksikan mereka seolah-olah sedang naik ke ruang angkasa dan hendak merangkul bintang tertinggi. Tetapi mereka tidak memahami dan tidak bisa memperbaiki keadaan di bumi tempat mereka berpijak. Berbagai macam ilmu pengetahuan tentang alam telah memberikan kekuatan luar biasa kepada mereka. Tapi mereka tidak dapat mempergunakannya dengan baik.

Seandainya teknologi-teknologi itu di pergunakan oleh manusia yang mengenal kebajikan, tentu semuanya itu akan besar sekali manfaatnya bagi kehidupan. Akan tetapi kenyataannya, kegunaan dan manfaat dari teknologi-teknologi itu lebih kecil dibanding dengan bahaya-bahayanya.

Kita dapat membuat segala macam gambar yang bisa bergerak dan mengirimnya dengan alat-alat elektronik. Dengan kapal selam kita dapat bepergian ke kutub utara. Dengan pesawat terbang kita dapat melayang-layang sampai ke kutub selatan.

Akan tetapi disamping kesemuanya itu, banyak pula kita saksikan kerusakan-kerusakan di bumi ini karena penyalahgunaan teknologi-teknologi tersebut.

Pesawat terbang yang dipergunakan untuk menjatuhkan berbagai jenis bom. untuk menghancurkan bangunan-bangunan dan membakar segala macam benda termasuk manusia. Kapal-kapal selam yang digunakan untuk menenggelamkan kapal-kapal penumpang yang tak berdosa. Alat-alat elektronik yang digunakan untuk menyebarkan omongan-omongan palsu dan bohong.

Oleh karena itu, semua barang mati buatan manusia tidak berdosa dan tidak bisa kita salahkan. Sebab semuanya tunduk kepada kemauan manusia, pikiran manusia, kepada tingkah-polah dan perangai manusia. Barang-barang itu sendiri pada hakekatnya tidak mengandung kebajikan dan tidak mengandung keburukan. Tetapi manusia sendirilah yang dapat mempergunakannya untuk hal-hal yang baik atau hal-hal yang buruk.

BACA JUGA :   Risalah Bung Karno yang Pernah Aku Baca (bagian 1)

Banyak terjadi, sesuatu barang yang bermanfaat untuk kebaikan, di ubah oleh manusia menjadi barang yang dapat menimbulkan keburukan. Jadi, baik-buruknya sesuatu tidak terletak pada barang-barang itu sendiri. Tetapi terletak pada siapa yang menggunakannya dan untuk tujuan apa barang-barang itu dipergunakan.

Bagikan Yok!