November 29, 2021

IMBICOM

Tulisanmu Suaraku Suaramu Suara Kita

Mempelajari Peta Secara Mendalam

Mempelajari Peta Secara Mendalam

Peta adalah petunjuk suatu tempat atau wilayah di planet bumi. Jika kita ingin pergi ke suatu tempat yang belum pernah didatangi, tentunya kita akan melihat peta.

Jika tidak ada peta, maka kita tidak akan tahu tempat-tempat indah di dunia ini. Peta membuka cakrawala pengetahuan kita ke belahan bumi lain. Pernah melihat atlas?, kata atlas mungkin sudah tidak asing ditelinga kita. Atlas adalah buku yang berisikan peta-peta suatu wilayah.

Selain melihat peta di buku atlas, kita juga bisa melihat peta di globe. Apa itu globe?, globe adalah miniatur dari planet bumi atau tiruan bumi. Globe berbentuk bulat dan terdapat pegangan yang diumpamakan sebagai tempat perputaran bumi.

Mari kita pelajari peta secara mendalam di artikel ini.

Pengertian Peta

Kata peta berasal dari bahasa inggris yaitu Map. Dan kata itu jika dalam bahasa yunani adalah mappa, yang berarti taplak atau kain untuk menutup meja. Secara terminologi, peta adalah gambaran seluruh permukaan bumi yang terletak pada suatu bidang datar dan dikecilkan dengan skala tertentu.

Ilmu yang mempelajari tentang peta disebut dengan Kartografi.
Peta sudah dikenal oleh manusia sebelum tahun masehi. Contohnya adalah penemuan benda pembuatan peta dari lempengan tanah liat milik bangsa Babilonia, mesir, dan Cina.

Benda tersebut dapat kita saksikan di museum semit harvard, Amerika Serikat.
Pada zaman modern ini, orang-orang bisa melihat peta di komputer, tablet, dan iphone. Bahkan kita bisa mencari suatu tempat hanya dengan mengikuti arahan peta digital.

Bentuk peta digital yang paling banyak diakses oleh masyarakat dinamakan google maps. Dengan google maps, kita bisa mencari petunjuk arah ke tempat yang akan kita tuju.

Peta digambarkan pada suatu kertas dengan melakukan perbandingan antara kedaan di lapangan dengan di gambar. Perbandingan itu disebut dengan skala. Peta dibuat dengan memperhatikan skala tertentu. Skala adalah komponen sangat penting dalam pembuatan peta. Jika skala yang digunakan salah, maka hasilnya pun juga akan salah.

BACA JUGA :   Asal usul NYI Roro kidul penguasa laut Selatan

Fungsi Suatu Peta

Alat terpenting dalam sebuah geografi adalah peta. Kenapa penting?, sebab peta memiliki beberapa fungsi, diantaranya;
• Sebagai penunjuk atau penentu suatu wilayah di permukaan bumi.
• Sebagai gambaran bentuk dan persebaran berbagai macam gejala alam di bumi.
• Sebagai gambaran kondisi fisik, maupun kondisi sosial di suatu wilayah.

Peta memiliki manfaat untuk mengetahui berbagai kejadian alam atau gejala alam di bumi. Oleh sebab itu, masyarakat harus bisa membaca peta atau mempunyai pengetahuan tentang peta walau itu hanya bersifat umum.

Peta sangat dibutuhakan dalam berbagai bidang kehidupan.

Berbagai bidang itu seperti bidang militer, sosial, hukum, kesehatan, astronomi, dan ilmu-ilmu lainnya. Contoh penggunaan peta dalam ilmu militer. Ketika sedang dalam posisi perang, seorang prajurit harus bisa membaca posisi musuh atau mencari strategi tertentu dengan melihat peta wilayah yang dijadikan tempat perangnya.

Jenis-jenis Peta

Peta dibedakan menjadi dua macam, yaitu peta umum dan peta khusus. Peta umum masih dibagi lagi menjadi dua bagian yaitu peta topografi dan peta chorografi.

Selain itu berdasarkan skalanya, peta dibagi menjadi tiga bagian, yaitu peta skala besar , peta skala kecil, dan peta skala sedang.

Berikut keterangan dari masing-masing jenis peta;
1. Peta Umum. Peta umum adalah peta yang menggambarkan seluruh keadaan bumi secara umum, mulai dari fenomena alam dan fenomena buatan manusia. Peta umum dibagi menjadi dua, yaitu topografi dan chorografi.
• Peta topografi adalah peta yang menggambarkan relief atau permukaan bumi dengan menggunakan garis-garis kontour. Apa itu garis kontour?, garis kontour adalah garis yang menunjukkan perbedaan ketinggaan pada suatu tempat tertentu di bumi. Peta topografi bisa menunjukkan fenomena alam dan buatan manusia.

BACA JUGA :   Pemkot Bengkulu Telah Izinkan Pesta Pernikahan, tapi Pengantin Wajib Rapid Test sWAB

Contoh fenomena alam seperti aliran sungai, laut, air yerjun, dan lain-lainnya. Sementara buatan manusia seperti jembatan, bendungan, dan lain-lain. Skala dari peta topografi biasanya berukaran besar. Ada yang 1: 25.000 sampai 1 : 50.000.
• Peta Chorografi. Peta chorografi adalah peta yang menggambarkan bentuk permukaan bumi yang bersifat umum. Skala dari peta chorografi biasanya sedang dan kecil. Ukuran skalanya adalah 1 : 25.000 dan 1 : 1000.000.

  1. Peta khusus atau tematik. Peta ini adalah peta yang menggambarkan objek tertentu di permukaan bumi. Untuk membuat peta tematik diperlukan peta topografi dan data-data yang valid atau sesuai. Informasi yang kita ambil dari peta topografi adalah garis lintang, garis bujur, pemukiman, relief, batas-batas wilayah, dan nama-nama suatu wilayah.

Contoh data yang bisa kita gunakan dari sumber penelitian lapangan adalah data tentang populasi penduduk suatu wilayah. Salah satu contoh peta tematik adalah peta kepadatan penduduk. Peta itu menggambarkan luas suatu wilayah dengan jumlah manusia yang menempatinya.

Selain kedua jenis peta itu, masih ada satu lagi jenis peta berdasarkan bentuk skalanya;
• Peta skala kecil. Peta ini memiliki ukuran skala diatas 1: 250.000. karena ukuran skalanya begitu kecil, maka informasi yang disajikan dalam peta juga sederhana. Contoh peta skala kecil adalah peta indonesia.
• Peta skala sedang. Peta ini memiliki skala antara 1: 10.000 dan 1: 250.000. penyajian gambar dalam peta ini agak rinci, berbeda dengan peta skala kecil yang kurang begitu jelas. Contoh peta skala sedang adalah peta topografi.
• Peta skala besar. Ukuran skala peta ini adalah kurang dari 1 : 10.000. peta ini menyajikan gambar yang lebih jelas daripada kedua peta sebelumnya. Karena skala nya besar, informasi yang dipaparkan pun akan lebih rinci dan mendalam.

BACA JUGA :   Memahami Proses Pembentukan Tulang Manusia Secara Lebih Mudah

Contoh peta skala besar adalah peta yang berhubungan dengan kepemilikan tanah.
Komponen dalam Peta
Peta adalah alat bantu dalam geografi.

Maka dari itu peta yang baik dan benar, gambaranya bisa dibaca dengan jelas, serta informasinya terperinci. Untuk membuat peta seperti itu, diperlukan beberapa komponen tertentu.

Berikut ini komponen-komponen yang dibutuhakan dalam membuat peta;
• Judul peta. Peta yang baik harus memiliki judul yang menandakan identitas suatu wilayah. Biasanya jul peta terletak dibagian atas tengah dan diluar garis tepi. Ukuran hurufnya pun disesuaikan dengan bentuk peta.
• Mata angin. Mata angun adalah hal terpenting dalam peta. Karena sebagai penunjuk arah.
• Skala. Skala juga penting dalam pembuatan peta, sebab digunakan untuk membandingkan keadaan sebenarnya dengan keadaan di peta.
• Simbol. Simbol digunakan untuk menunjukkan nama suatu negara, kota, desa, sungai, dan lain-lain. Misalnya penggunaan simbol pada peta tematik. Simbol yang dipakai menggunakan simbol-simbol khusus.
• Legenda. Legenda disini bukan tentang asal-usul daerah ya, melainkan legenda disini digunakan sebagai kunci untuk membaca simbol pada peta. Letak dari legenda berada di bagian kiri atau kanan bawah peta di sebelah dalam garis tepi peta.
• Garis astronomi. Garis ini terdiri dari garis lintang dan garis bujur.
• Garis tepi. Bentuk garis tepi adalah segi empat. Fungsi garis ini adalah untuk membatasi ruang pada peta.
• Sumber peta. Sumber peta harus dicantumkan, karena menunjukkan nama instansi atau perusahaan yang membuat peta tersebut.
• Tahun pembuatan. Tahun pembuatan menunjukkan waktu saat peta sedang dibuat.

Sumber gambar:
https://pixabay.com/id/photos/eropa-negara-peta-benua-menyatakan-3483539/

Baca juga :

Novel : Paman, Izinkan Aku Menikahinya

indriani (123)

Bagikan Yok!