November 29, 2021

IMBICOM

Tulisanmu Suaraku Suaramu Suara Kita

Cara Merebus Daun Kelor agar Efektif Mengobati Penyakit

Mengolah bahan alam menjadi obat memerlukan metode aman untuk memaksimalkan manfaatnya. Kualitas dan khasiat dalam bahan herbal harus terjaga atau justru meningkat selama pengolahan. Produksi obat herbal berbahan baku daun kelor atau limaran umumnya digarap dengan metode ekstraksi. Salah satu langkah ekstraksi termudah yang bisa Teman praktikkan adalah dengan cara merebus daun kelor.

Cara merebus daun kelor menurut Sri Anastasia Yudistirani, Susanty dan M. Bahrul Islam dalam jurnal Metode Ekstraksi Untuk Perolehan Kandungan Flavonoid Tertinggi Dari Ekstrak Daun Kelor (Moringa Oleifera Lam), adalah dengan menggodok campuran bubuk daun limaran dan air destilasi selama 6 jam. Perbandingan bubuk daun limaran dan air destilasi adalah 1 banding 20 persen.

6 jam kemudian dinginkan dan saring , tambahkan air destilasi dengan perbandingan seperti diatas. Godok kembali dua bahan tersebut sampai perkembangan ekstraksi terakhir tidak berwarna. Untuk mendapatkan ekstrak yang murni, hasil tersebut didestilasi dengan cara diuapkan. Menggunakan cara merebus daun kelor ini, akan didapat ekstrak patera limaran yang kental, dengan kadar flavonoid dijamin kualitasnya, Teman.

Sementara menurut dr. Zaidul Akbar, dilansir dari akun YouTube Bisikan.com, cara merebus daun kelor tak melulu melalui prosedur rumit. Untuk mendapat khasiat rebusan daun kelor dapat dengan mengolahnya menjadi sayur sesuai resep favorit keluarga. Bahkan dr. Zaidul menandaskan, manfaat kelor bisa didapat dari seduhan teh daun kelor.

Berikut kami sajikan resep tradisional, beberapa cara mudah meramu daun kelor untuk kesehatan keluarga yang bisa Teman terapkan sekarang.

1. Cara merebus daun kelor untuk diabetes

Bagian terpenting yang perlu Teman perhatikan, dalam terapi diabetes menggunakan limaran adalah tidak boleh dilakukan bersamaan dengan obat resep dokter. Hal ini karena dapat meningkatkan risiko kadar gula terlalu rendah. Sedangkan cara meracik obat diabetes menggunakan limaran sebagai berikut.
• Siapkan 15 lembar daun kelor bersih
• Air bersih 3 gelas
Buat rebusan dua bahan diatas sampai tersisa satu gelas ekstrak. Kemudian saring dan dinginkan larutan obat tersebut. Untuk mengobati diabetes, ekstrak rebusan patera kelor atau limaran tersebut perlu diminum 3 kali sehari selama satu bulan.

Klorogerat antioksidan serta Vitamin C dalam daun kelor efektif untuk mengendalikan gula darah. Sehingga sirkulasi produksi insulin pada penderita diabetes dapat meningkat. Disamping itu pada orang yang tidak menderita diabetes, mengkonsumsi daun kelor tak menurunkan kadar gula darah. Efek ganda tersebut menguntungkan untuk dikonsumsi siapapun.

2. Manfaat daun kelor untuk kolesterol

Hasil penelitian lanjutan Angelyn Tjong, Youla A. Assa, Diana S. Purwanto yang dirilis eBiomedik menyatakan bahwa ekstrak patera limaran mampu menstabilkan kolesterol pada mencit dengan dosis yang tepat. Moringa Oleifera terbukti menurunkan kadar kolesterol berkat sterol yang terkandung didalamnya.

Sterol yang terserap tubuh akan mengurai kolesterol jahat sehingga dapat keluar melalui pencernaan. Meski begitu, segudang manfaat limaran dipastikan dapat diaplikasikan pada manusia. Hanya saja, wanita hamil disarankan tidak mengkonsumsi limaran berlebihan karena efek samping farmakologis anti kesuburan.

BACA JUGA :   Hoax Mengenai Haid yang Ditakuti Para Wanita

3. Cara merebus daun kelor untuk vitalitas

Rebusan daun kelor juga dipercaya mampu mengembalikan vitalitas pria karena senyawa afrodisiak yang terkandung pada tumbuhan ini ampuh menaikkan kadar testosteron. Rantai manfaat kelor bahkan bisa menyembuhkan impotensi total. Komplikasi penyebab lemah syahwat seperti stres, diabetes, kesehatan prostat dan rendahnya rangsangan seksual akibat fungsi neuron otak menurun dapat diatasi cukup dengan ekstrak daun kelor.

4. Cara merebus daun kelor untuk obat gatal

Berapa lama manfaat daun kelor untuk mengatasi penyakit kulit, bisa Teman rasakan dengan rutin meminum ramuan berikut.
• 3 tangkai daun limaran
• 1 siung bawang merah
• 1 jumput adas pulasari
• 3 gelas air
Rebuslah bahan-bahan diatas sampai mendidih dan tersisa 2 gelas. Kemudian saring larutan jamu yang dihasilkan. Konsumsi racikan jamu ini setiap pagi dan petang selama satu bulan.

Nah, masyarakat Wonogiri, Baturetno biasa mengekstraksi daun Moringa dengan resep ini untuk membuat jamu terapi obat gatal dan pembersih darah lho, Teman.

Metode Lain Meracik Daun Kelor Sebagai Obat

1. Menyeduh

Sama seperti cara merebus daun kelor, menyeduh bahan herbal ini harus menggunakan wadah kaca, gerabah atau keramik. Tidak dianjurkan menggunakan alumunium, plastik atau besi karena bisa korosi. Metode ini dapat menjadi alternatif lain untuk menyerap khasiat daun limaran. Daun kelor kering maupun segar dapat diseduh dengan air panas agar lebih praktis dan cepat disajikan.

2. Dibuat serbuk

Bahan herbal memerlukan tekhnik pengolahan yang tepat agar awet, aman dan layak digunakan dalam jangka waktu lama. Selain dengan cara merebus daun kelor, bahan ini dapat diolah menjadi bubuk untuk memenuhi kriteria tersebut. Pembuatan bubuk obat dimulai dengan memilih bahan yang digunakan, yaitu daun kelor kering /simplisia (kadar air sekitar 8-10 %). Bahan tersebut kemudian digiling halus dengan blender atau alat penggiling tepung, selanjutnya diayak/disaring , dan dikemas dalam wadah yang kering.

3. Dibuat salep

Pembuatan salep dengan menggunakan basis salep yaitu vaselin album dengan campuran ekstrak daun kelor bubuk. Sediaan salep daun kelor ini bisa dimanfaatkan untuk menyembuhkan keseleo, nyeri terkilir, dan reumatik. Hal ini karena kelor mengandung campuran senyawa isothiocyanate, asam amino esensial, filonutrien karotenoid dan antioksidan yang mujarab mengatasi peradangan.

Sementara untuk efek pengobatan sebagai obat urut dapat ditambahkan mentol kristal, dan eugenol atau minyak cengkeh sebagai penghangat.

4. Dikeringkan menjadi teh

Teh daun kelor merupakan salah satu bentuk simplisia dalam istilah herbal medis. Sementara simplisia adalah bahan baku alami obat yang sudah dikeringkan namun belum diolah lebih lanjut. Pengeringan terbaik dilakukan sampai batas kadar air 8 sampai 10 %. Pada tingkat kekeringan ini bahan cukup aman dan steril dari bakteri, jamur maupun serangga.

BACA JUGA :   Gubernur Rohidin Pantau Progres Pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera Bengkulu- Curup- Lubuk Linggau

Cara pembuatannya sebagai berikut, pada tahap awal patera atau daun kelor dicuci kemudian dipisahkan dari gagang. Pengeringan dilakukan melalui proses penjemuran menggunakan tampi. kemudian tampi yang terisi simplisia ditutup menggunakan sehelai kain saat penjemuran. Berdasarkan pengalaman dibutuhkan waktu 5 hari untuk pengeringan. Setelah 5 hari kemudian, daun yang telah menjadi teh disimpan dalam wadah kedap udara.

5. Fermentasi

Beberapa jenis probiotik adalah bakteri baik untuk tubuh manusia. Dalam hal ini mikroba Lactobacillus plantarum ATCC 8014 sebagai biang digunakan untuk proses fermentasi daun kelor.
Bahan yang diperlukan
• Gula pasir
• Air mineral
• Jus daun kelor
Perbandingannya adalah gula pasir 1 bagian, air mineral 3 bagian dan jus daun kelor 3 bagian. 3 bahan tersebut direbus sampai mendidih kemudian disaring dan dinginkan.

Kemudian larutan tersebut disimpan dalam toples kaca dengan ditambahkan ragi dan bakteri Lactobacillus plantarum ATCC 8014. Semua proses fermentasi harus dilakukan higienis. Tunggu 1 minggu kemudian sampai proses selesai.

Ramuan ini dipercaya dapat melancarkan pencernaan, menurunkan berat badan dan berbagai penyakit lain. Bahkan beberapa orang meyakini mengolah bahan ini dengan metode fermentasi, memiliki efek lebih kuat dibanding dengan cara merebus daun kelor.
Meskipun cara fermentasi daun kelor ini telah dilakukan dalam berbagai riset pengobatan namun penggunaan pada masyarakat awam harus dilakukan dengan hati-hati dan didampingi pakar.

6. Masker Wajah

Manfaat daun kelor di dunia kecantikan telah populer dalam berbagai sediaan, salah satunya masker wajah. Daun kelor terbukti dapat menghambat efek penuaan kulit, melembabkan bibir, menghilangkan jerawat mencerahkan dan mengecilkan pori kulit. Untuk mendapatkan manfaat tersebut, anda dapat membuat masker daun kelor dengan langkah-langkah ini:
 1 sendok makan bubuk daun kelor
 1 sendok makan air mawar
 1 sendok the gliserin
Campurkan ketiga bahan dalam mangkok kaca. Lumat sampai benar-benar kental. Jika masih menggumpal, anda bisa menambahkan air bersih. Namun perhatikan agar bahan tidak menjadi encer. Jika kekentalan telah cukup, masker bisa langsung digunakan.

Efek Samping Dan Kontra Indikasi Daun Kelor

Sekalipun digadang-gadang memiliki 1000 manfaat daun kelor tetap memiliki efek buruk jika digunakan dengan aturan yang tidak tepat. Sayangnya, banyak orang mengabaikan efek tersebut karena kabar kesembuhan yang beredar terlalu menggiurkan. Padahal takaran aman konsumsi daun kelor adalah maksimal 70 gram atau setara 10 sendok teh bubuk per hari. Bahkan, penggunaan daun kelor ini bisa menjadi masalah serius jika tak memperhatikan soal kontra indikasinya.

1. Membahayakan Janin

Mengkonsumsi beberapa bagian tumbuhan kelor dapat berdampak buruk pada janin. Sebab senyawa pada bagian akar, batang dan bunga mengakibatkan rahim berkontraksi. Bahkan herbal limaran ini, dalam pengobatan alternatif digunakan sebagai obat penggugur kandungan. Meski begitu, mengkonsumsi hidangan daun kelor dalam jumlah wajar diperbolehkan selama dalam jumlah wajar dan berkonsultasi dengan ahli medis.

BACA JUGA :   Pantun Teka-Teki Buatanku

2. Menyebabkan hipotiroidisme menjadi kronis

Kelainan hormon tiroid bisa bertambah kronis jika mengkonsumsi daun herbal ini. Pasalnya, hormon tiroid menjadi tidak aktif ketika penderita hipotiroidisme mengasup herbal ini. Alih-alih sembuh penderita hipotiroidisme malah justru bertambah kronis. Disinyalir kandungan steroid pada daun kelor yang berguna pada hipertiroid justru memiliki efek farmakologi terbalik pada hipotiroid.

3. Diare

Karena memiliki efek laksatif atau pencahar mengkonsumsi daun kelor dapat memperparah kondisi diare. Sehingga saat diare sebaiknya tidak mengkonsumsi sayur ini. Sebaliknya efek ini justru bermanfaat bagi penderita sembelit, sebab selain melancarkan buang air besar kandungan nutrisi pada kelor akan memperbaiki pencernaan. Pasalnya, diketahui kelor kaya kandungan kalsium dan serat yang berefek positif pada lambung.

4. Hipoglikemia

Sifat antiglikemik pada daun kelor bermanfaat pada penderita diabetes. Namun, jika mengasupnya berlebihan kandungan gula darah justru menurun atau hipoglemia. Antioksidan chlorogenic acid yang terdapat pada herbal ini berdampak mengurangi indeks glikemik pada tubuh. Hipoglikemia dapat menyebabkan aritmia, lemas, pusing bahkan pingsan. Oleh karena itu disarankan mengasup daun kelor sebagai obat harus dalam pengawasan dokter.

5. Keracunan

Meskipun mengolah dengan cara merebus daun kelor dahulu belum tentu aman dikonsumsi pada beberapa kondisi. Pada beberapa kasus yang terkonfirmasi keracunan kelor ini memiliki gejala seperti hipoglikemia atau diare. Bahkan sejumlah riset melaporkan adanya peningkatan risiko penurunan trombosit, memicu penyusutan jumlah sel darah putih dan meningkatkan kerentanan gusi berdarah akibat konsumsi daun kelor melampaui batas.

6. Kerusakan hati dan ginjal

Pada penderita gangguan fungsi hati dan ginjal penggunaan herbal daun kelor dalam jangka lama bisa menimbulkan masalah medis yang serius. Beberapa senyawa pada daun kelor yang tidak dimanfaatkan tubuh tidak dapat disaring oleh kedua organ tersebut. Sehingga justru memperparah kondisi. Bahkan, pada beberapa kasus obat herbal bisa menjadi toksik jika tidak menggunakan prinsip peracikan yang terstandar.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memang menobatkan Moringa Oleifera sebagai pohon ajaib. WHO bahkan menemukan bukti melalui riset bahwa pohon ini digunakan secara luas sebagai tanaman penambah kesehatan. Tanaman ini merupakan obat murah yang diberdayakan Negara-negara miskin selama 40 tahun terakhir. Kandungan vitamin C, A, Kalsium, protein dan potassium pada daun kelor diketahui lebih banyak beberapa kali lipat dibanding makanan berharga mahal lainnya.

Namun, tak ada salahnya menggunakan daun kelor ini dengan bijak, ya Teman. Sebab disamping dampak buruk daun kelor yang dipaparkan diatas, masih banyak manfaat dan bahaya kelor yang tengah diriset para peneliti dan belum terlaporkan.

Atmaja (3)

Bagikan Yok!