November 29, 2021

IMBICOM

Tulisanmu Suaraku Suaramu Suara Kita

Puisi : Sampai Kapan Aku Menunggumu?

Puisi : Sampai Kapan Aku Menunggumu?

Kau itu pria yang tidak jelas
Katanya kau suka padaku
Tapi kenapa kau tak datang ke negeriku?
Apakah rasa suka itu hanya gurauanmu ?
Apakah pernyataan itu hanya kebohonganmu?
Apa kau hanya ingin mempermainkan hidupku?
Jelaskan padaku….
Kau memang mencintaiku atau tidak?
Kenapa seminggu ini tak ada kabar apa pun darimu?
Kenapa kau tak menjawab pesanku?
Kenapa kau tak menjawab teleponku?
Sebenarnya kau ada di mana sekarang?
Di sini aku terus menanti kedatanganmu
Cepatlah datang wahai kekasih hatiku
Setiap waktu pikiranku hanya terbayang wajahmu
Rasa rindu dalam hatiku tak tertahan lagi
Berharap pertemuan itu akan terjadi suatu saat nanti
Banyak pria lain mengincar diriku ini
Aku sungguh takut dengan para pencuri hati
Cepatlah datang dan bawa aku pergi
Di sini aku merana menunggumu seorang diri
Sampai kapan aku harus menunggumu?
Apa aku harus menunggumu sampai uban rambutku muncul?
Oh tidak, yang benar saja!
Orang-orang ini mau menghancurkan hidupku
Cepatlah datang, aku mohon padamu!
Aku sungguh ketakutan setengah mati
Kenapa kau membiarkan hidupku sengsara setiap hari?
Mereka sungguh-sungguh ingin menghancurkan hidupku
Aku sangat membutuhkan pertolonganmu
Datanglah dan tunaikan janji yang kau ucap itu
Buktikan bahwa kau benar-benar mencintaiku
Ketuk pintu rumahku dan katakan….
Maukah kau menikah denganku?
Tanpa berlama-lama pasti kujawab….
Iya, aku mau
Karena aku tahu kau memang jodohku
Namamu lah yang terukir dalam kitab takdir langit
Aku bisa merasakan itu
Karena hatiku yang bilang kepadaku
Hatiku tak pernah salah
Memang engkau lah orang yang selama ini kucari
Kumohon jangan berlama-lama lagi
Aku ingin segera pergi dari sini
Orang-orang ini setiap hari menyiksa batinku
Mereka terus bertanya….
Kapan kau akan menikah?
Kapan kau akan menikah?
Pertanyaan itu setiap waktu membayangiku
Hingga tidur pun aku membayangkannya
Kekasih hati, di mana kah dikau sekarang?
Mana janji-janji manismu itu
Apakah hanya sekadar bualan semata?
Apakah hanya sekadar permainan saja?
Jika memang semua itu benar
Maka selamat tinggal untuk selamanya

BACA JUGA :   Berjuang Demi si Buah Hati

Sumber gambar :
https://pixabay.com/id/photos/mengaburkan-merapatkan-gadis-wanita-1867402/

Baca juga :

Novel : Paman, Izinkan Aku Menikahinya

indriani (123)

Bagikan Yok!