November 29, 2021

IMBICOM

Tulisanmu Suaraku Suaramu Suara Kita

Puisi : Ada Apa dengan Zaman Ini?

Puisi : Ada Apa dengan Zaman Ini?

Dua kekasih saling memadu cinta di taman penuh impian
Tidak ada sekat maupun batas yang dapat memisahkan mereka
Cinta masa muda yang menggebu-gebu membuat mereka lupa sesuatu
Sesuatu itu adalah pantangan yang mengikat dua orang tak terikat
Nilai-nilai Adat ketimuran yang digariskan oleh para nenek moyang
Sejak zaman diliputi kehidupan serba kemudahan
Budaya nenek moyang mulai terkikis dan terlupakan oleh generasi dua puluh an
Sekat yang dulunya dijunjung tinggi dalam norma kehidupan
Kini, sudah tak ada lagi dan termakan oleh dunia luar
Kehidupan serba bebas hingga tanpa ada batas
Setiap insan berhak mendapat kebebasan yang diinginkan
Namun, kebebasan itu telah melewati batasannya
Aturan agama sudah tak lagi didengar oleh para pemuda
Mereka sibuk hura-hura tanpa memikirkan akibatnya
Lama kelamaan hidup akan menjadi seperti binatang
Hidup hanya berdasarkan kesenangan belaka
Dua orang tinggal seatap tanpa ada ikatan yang jelas
Masyarakat sudah tak mau tahu ataupun peduli akan hal ini
Bila ini terus terjadi di negeri yang katanya agamis
Mau dibawa ke mana kehidupan generasi emas di masa mendatang?
Tega sekali kalian para pemuda zaman ini
Apa yang kau perbuat….
Harus ditanggung oleh generasi mendatang yang tidak tahu apa-apa
Kau yang melanggar semua batasan itu
Tapi mengapa buah hatimu yang menanggungnya
Dia terlahir ke dunia berharap mendapat kasih sayang orang tuanya
Namun, kedua orang tuanya tega membuangnya begitu saja
Anak manis itu tak mengerti apa pun….
Mengapa kau sangat tega melakukan itu kepadanya?
Jangan salahkan ia jika suatu hari dia membencimu
Sebab, inilah akibat dari perbuatanmu
Aku tak tahu lagi harus berkata apa
Zaman ini bukanlah zaman tempatnya manusiawi
Tapi sudah menjadi zaman tempatnya hewani

BACA JUGA :   Sastra : Bersantai

Sumber gambar :
https://pixabay.com/id/photos/bayi-boneka-beruang-bermain-mainan-623417/

Baca juga :

Novel : Paman, Izinkan Aku Menikahinya

indriani (123)

Bagikan Yok!