November 29, 2021

IMBICOM

Tulisanmu Suaraku Suaramu Suara Kita

Memahami Proses Pembentukan Tulang Manusia Secara Lebih Mudah

Memahami Proses Pembentukan Tulang Manusia Secara Lebih Mudah

Penyusun rangka tulang tubuh pada manusia ketika masih bayi adalah berjumlah 270 tulang. Saat beranjak dewasa jumlah rangka tulang akan mengalami pengurangan, yang awalnya berjumlah 270 tulang hanya tersisa 206 tulang.

Walaupun jumlah tulang waktu bayi lebih banyak daripada ketika sudah menjadi dewasa, namun pada saat masih bayi tulang-tulang tersebut belum bisa berfungsi dengan baik untuk menjadi penopang tubuh manusia.

Agar menjadi penopang tubuh yang baik, Tulang seorang bayi harus mengalami proses pembentukan tulang atau biasa disebut dengan OSIFIKASI.

Secara terperinci, definisi dari Osifikasi adalah proses pengubahan sel mesenkim dan kartilago menjadi sebuah tulang dalam masa pengembangan.

Saat di embrio sudah terjadi proses pembentukan tulang. Waktu berbentuk embrio, rangka tubuh bayi dalam embrio masih terdiri dari tulang rawan yang dibentuk dari sel-sel mesenkim. Proses pembentukan tulang akan terus terjadi dan bertahap.

Proses itu bisa mengakibatkan ukuran tulang semakin bertambah. Osteoblas dan osteoklas berperan sebagai Sel dalam proses pembentukan. Apa itu sel Osteoblas dan osteoklas ?, osteoblas adalah sel yang berada dalam tulang rawan yang bertugas membentuk tulang keras.

Pembentuka sel tulang dilakukan oleh sel osteoblas secara konsentris, yaitu ketika sel tersebut melakukan pengisian jaringan di daerah sekitarnya.

Pembuluh darah akan dikelilingi setiap sel tulang, sementara serabut saraf akan membentuk sistem Havers. Selanjutnya, akan terbentuk suatu senyawa protein pembentuk matriks, dimana senyawa itu menjadi keras diakibatkan adanya kandungan garam kapur dan garam fosfat di sekeliling tulang tersebut.

Setelah kita mengetahui tugas sel osteoblas, selanjutnya kita akan membahas tugas dari sel osteoklas. Peranan sel osteklas didalam tulang adalah melakukan penyerapan kembali sel tulang yang telah rusak. Karena kegiatan sel osteoklas, sebuah tulang akan mempunyai rongga, dimana rongga tersebut akan didisi oleh sumsum tulang. Jika rongga dibentuk oleh Osteoklas, maka osteoblas membentuk suatu osteosit baru kearah permukaan luar sehingga mengakibatkan ukuran tulang menjadi lebih besar dan berongga.

BACA JUGA :   Lirik Lagu Astronaut In The Ocean by Masked Wolf dan Terjemahan

Proses Pembentukan Tulang Manusia

Dalam proses pembentukan tulang manusia terdiri dari dua tahap yang harus dilalui yaitu tahap osifikasi intramembran dan endokondrium. Berikut

penjelasan tentang kedua tahap tersebut;
Tahap osifikasi

Intramembaran

Ketika membran mengalami penyerabutan dan digantikan jaringan tulang, pada saat itulah terjadi tahap intramembaran. Pada tulang pipih tertentu saja proses osifikasi intramembaran terjadi.

Berikut ini adalah pembahasan proses osifikasi intramembran yang sudah diringkas sedemikian rupa agar lebih mudah dipahami oleh teman-teman semua;
Di tempat pusat osifikasi, yaitu tempatyang berada didalam membran, tulang spons mulai mengalami pengembangan. Dan didalam jaringan spons terbentuk sumsum tulang merah, kemudian pada bagian luarnya terjadi pembentukan tulang padat.

Tahap Osifikasi

Endokondrium

Ketika tulang rawan telah menghilang dan jaringan tulang mulai menggantikannya, maka akan terjadilah proses osifikasi endokondrium ini.

Di sebagian besar tulang tubuh telah terjadi proses Osifikasi endokondrium. Jika tadi kalian sudah memahami proses osifikasi intramembran,

berikut ini adalah pemabahasan tentan proses osifikasi endokondrium;
 Tulang rawan hialin akan mengalami perpecahan dan membentuk rongga di pusat osifikasi primer.
 Osteoblas, saraf, osteklas, sumsum merah dan pembuluh darah limfa adalah kumpulan Kuncup periosteum yang akan mulai memasuki rongga. jaringan tulang spons dihasilkan oleh osteoblas.
 Jaringan tulang spons yang pertama kali terbentuk akan dipecah oleh Osteoklas, kemudian jaringan tersebut membentuk rongga medula. Ketika mengikuti penyebaran pusat osifikasi primer di bagian ujung tulang,ukuran rongga medula akan semakin membesar.
 Pada bagian luar tulang, jaringan tulang padat akan menggantikan tulang rawan.
 Pada bagian epifisis dalam tulang panjang, Pusat osifikasi sekunder akan mulai mengalami pembentukan. Saat kuncup periosteum sudah dibentuk, Rongga medula tidak akan melakukan penggantian di jaringan tulang spons jika nantinya mulai berkembang.
 Tulang rawan persendian dibentuk oleh Sisa-sisa dari tulang rawan di luar epifisis. Sementara, lempeng epifisis akan terbentuk di sisa-sisa tulang rawan, yaitu diantara pusat pengembangan osifikasi primer dan sekunder yang sudah membesar.

BACA JUGA :   Puisi : Teknologi yang Menyusahkan

Sumber gambar :
https://pixabay.com/id/illustrations/anatomis-ilmu-urai-tubuh-usus-2261006/

Baca juga :

Novel : Paman, Izinkan Aku Menikahinya

indriani (123)

Bagikan Yok!