November 29, 2021

IMBICOM

Tulisanmu Suaraku Suaramu Suara Kita

Pernikahan bulan suro (part II)

“Nah, sudah sampai, duduk dong kalian”, pinta Lexa. Mereka pun duduk berhadapan. “Apa sih yang mau kamu bahas Le?”, tanya Pamela penasaran. “Nih kan mau aku kasih tahu, jadi dengerin ya”, ucap Lexa. Kedua sahabatnya itu menganggukkan kepala mereka. “Jadi begini, kalian kan tahu sebentar lagi adalah acara pernikahan aku, aku boleh minta tolong gak?”, tanya Lexa. “Boleh dong, kamu mau minta bantuan apa?”, sahut Zeca. “Selagi kita mampu, kita pasti bantu”, sambungnya lagi.

Lexa menjelaskan semuanya secara gamblang kepada dua temannya. “Aku mau minta bantuan untuk temani aku ke butik dan untuk mengurus segala hal yang terkait pernikahan aku”, jelas Lexa. “Please, bisa kan?”, pintanya setengah memohon. “Ya ampun Le, kalau soal itu pastilah kita bantu”, ucap Pamela. “Tanpa kamu suruh pun kami berdua akan membantumu”, sambung Zeca. “Bener ini ya? Kalian mau bantu?”, tanya Lexa memastikan. Pamela dan Zeca tersenyum menandakan bahwa mereka akan membantu sahabat terbaiknya.

Karena sudah mencapai kesepakatan yang mereka inginkan, mereka bertiga sepakat hari minggu pagi akan bertemu dan mengunjungi butik yang di sebutkan Lexa.

Di sisi lain…

Di tempat yang berbeda, Zidan, Fardhan, dan Vino juga sedang berkumpul dan membahas hal yang sama. “Kalau begitu, besok kita ketemu di butik yang aku sebut ya”, ucap Zidan. “Iya iya, kita ketemu disana”, sahut Fardhan. “Eh ngomong ngomong, tunangan kamu juga ada di sana kan?”, tanya Fardhan. “Ya iyalah, kan kami harus mengukur pakaian kami”, sahut Zidan. “Aneh banget pertanyaanmu dhan”, celetuk vino. “Eum, berarti teman temannya juga ada dong?”, tanya Fardhan lagi. “Iya, karena tadi Lexa katakan padaku, dia juga akan membawa dua sahabatnya”,jawab Zidan. “Kenapa tanya temen temen Lexa? Ada yang kamu mau dekatin ya?”, ledek Vino. “Vin, kamu itu ya, jangan sok tahu ah, siapa juga yang mau sama nenek sihir kayak dia”, sahut Fardhan.

BACA JUGA :   Media Sosial; Tanpa Adrianus dan Vijai tidak Ramai

Keesokan harinya…

“Hei Le, sudah lama menunggu kami?”, tanya Zeca setibanya di tempat yang mereka janjikan. “Ah tidak kok, aku juga baru sampai”, sahut Lexa. “Yaudah yuk, kita masuk”, ajak Pamela. “Tunggu sebentar, Zidan dan yang lainnya belum sampai”, ucap Lexa. “Tunggu dulu, tadi kamu bilang apa? Zidan dan yang lainnya?”, tanya Pamela sedikit terkejut. “Iya, kan mau ngukur pakaian ya harus ada orangnya dong”, sahut Lexa santai. “Itu berarti yang lainnya, si makhluk asing juga dong?”, tanya Pamela. “I..ya, mungkin”, sahut Lexa.

Tak lama kemudian, Zidan beserta kedua sahabatnya sampai. “Kok lama banget sih kalian?”, tanya Lexa. “Maaf sayang, macet tadi di jalan”, sahut Zidan. “Hai nenek sihir”, sapa Fardhan. “Ya ampun, Lexaa kalau kamu sama Zidan yang disini, kenapa kami juga harus ikut”, keluh Pamela. “Kalau gini mah, bukan mau ngukur baju, ngajak tawuran ini,rame banget malah”, sambungnya. “Ya kalau kalian gk ikut gimana kami mau ngukur baju kalian juga mela”, ucap Zidan.

“Mengukur baju? Kami ?!”, tanya Zeca. “Eum, kalian harus pakai pakaian yang seragam sebagai pendamping kami”, jelas Zidan. “Pendamping?”, tanya Pamela. “Aih sudahlah, nanti kita bahas lagi, sekarang kita masuk dulu”, ajak Lexa. Mereka berenam pun memasuki butik, dan mulai melakukan pengukuran.

Saat satu per satu dari mereka mengukur badan, Pamela dan Lexa yang kebetulan mendapat giliran terakhir. Lexa dan Pamela duduk bersampingan. Pamela mengingat sesuat yang di katakan ibunya saat ia mengatakan tanggal pernikahan Lexa. “Eh Lexa, ada yang mau aku omongin sama kamu”,ucap Pamela. “Ngomongin apa? Ngomong aja”, sahut Lexa. “Gini Le, kamu gak mau ganti tanggal pernikahan kamu ?”, tanya Pamela. “Kenapa memangnya? Kan bagus tanggalnya”, tanya Lexa. “Iya sih, cuma kok kayaknya agak gimana gitu”, sahut Pamela. “Agak gimana apanya sih mel?”, tanya Lexa penasaran.

BACA JUGA :   Kasih Abadi Bab 12 Tuhan Berpihak Padaku

Dengan nada yang hati hati, Pamela menjelaskan maksut dari perkataannya itu. “Lexa, kata mama aku kalau mengadakan pesta di bulan atau tanggal suro, itu gak baik”, jelas Pamela. “Gak baik gimana?”, tanya Lexa. “Iya kalau nekat mengadakan pesta di bulan tersebut, keluarga beserta pengantin akan mengalami musibah”, ungkap Pamela. “Hei kalian berdua sedang bahas apa?”, suara Zeca memecahkan kebingungan keduanya. “Tidak ada, kalian sudah selesai?”, tanya Pamela balik. “Ah sudah, sekarang giliran kalian berdua”, ucap Zeca.

Keduanya pun langsung memasuki kamar pengukur badan, dan Lexa diminta oleh si desainer mencoba gaun yang sudah jadi, namun sesaat kemudian ketika Desainer meninggalkannya sendiri tiba tiba “waaaaaahhh”,terdengar teriakan dari kamar temat Lexa mencoba gaun. Sontak mereka bergegas menuju kamar tersebut setelah mendengar suara terikan itu. “Ada apa Le?”, tanya Zeca khawatir. “Ze, itu di gaun itu tadi ada..”, ucap Lexa ketakutan “ada apa?”, tanya Zeca lagi semabri memperhatikan gaun tersebut. “Kamu kenapa sayang? Kenapa dengan gaunnya?”, tanya Zidan yang berjalan mendekati Lexa dan Zeca. Sedangkan Pamela memungut gaun itu. “Buang gaun itu mel, gaun itu tadi BERDARAH!”,ucap Lexa.

~~~bersambung

Kritik dan saran boleh di sematkan di kolom komentar yaa

Kira kira apa yang akan terjadi selanjutnya??
Ikuti terus ya ceritanya..

Nb : hanya Cerita fiktif belaka…

Bagikan Yok!