November 29, 2021

IMBICOM

Tulisanmu Suaraku Suaramu Suara Kita

Citarasa Pencipta

Hari ini adalah waktu yang spesial, suatu hari yang istimewa di sudut kota Holandia. Kurasakan angin bertiup lembut, sepoi, dan warna laut tampak cerah menguning bening saat bersentuhan langsung dengan air laut. Ombak dan beriak air menari-nari sewaktu berderuh di pantai pasir putih.

Dan matahari, nampak bola merah kekuningan yang semakin membesar, duduk dengan malasnya di kaki langit barat kota ini, menciptakan pemandangan matahari terbenam yang sangat menawan untuk di pandang.

Matahari kian terbenam dan ombak Pantai menciptakan keselarasan yang indah dan sejalan, diikuti alur alamiah membuat jiwa saya terpesona.
Saya merenungkan kata-kata pujangga Byron :

Ada kesenangan di hutan yang rimbun dengan jalan hanya setapak saja,

Ada rasa terpesona di pantai yang sepih,dan hanya di temani bunyi jangkrik sore yang berirama nyaring menyengat di telinga.

Sambil berjalan perlahan-lahan tanpa alas kaki dan menelusuri tempat yang indah ini, saya merasa semakin menyatu dengan alam dan Tuhan. Keindahan ini diluar kekuasaan manusia, dan menggenggam jiwa saya kian dekap.

Saya ingin memegangnya, ingin melukisnya, Memotretnya dan menyimpannya. Tetapi mengapa? mengapa saya tidak dapat menerimanya begitu saja, dan menikmatinya lagi?

Keinginan untuk menangkapnya, melukisnya, dan memegangnya semakin tak tertahankan timbul dari hasrat paling dalam diri untuk menguasahi.

Ketika niat harus melepaskan hasrat tersebut, kini saya dapati sedang memandang semua itu dengan gratis dan bahkan melampaui akal sehat dengan mempesonanya lingkungan yang tenang bagaikan sang artis molek menjadi biduan mata.

Kini pemandangan yang eksotis, indah, menawan,dan romantis serta masih misteri yang sedang saya memuliakan. Tetapi keindahan itu bukanlah hal yang terpenting, melainkan memuliahkan kepada sang Maha Pencipta akan citarasa seniNya yang menghadirkan alam yang bernilai tinggi tak terkira dalam melukiskan pemandangan tersebut.

Paskalis (58)

Bergandengan Tangan Ceria Bersama

BACA JUGA :   Cerpen Temanku Parasit
Bagikan Yok!