November 29, 2021

IMBICOM

Tulisanmu Suaraku Suaramu Suara Kita

Cara Mudah Jadikan Tanaman Hias Subur dengan Sampah Dapur

Selalu ada hikmah di balik setiap peristiwa. Begitu kata bijak para alim.
Tidak terkecuali dengan adanya pandemi covid-19. Memang secara kasat mata pandemi covid-19 menyengsarakan masyarakat. Bahkan ke seluruh penduduk dunia.
Banyak orang yang kehilangan pekerjaan. Tidak sedikit pula para pengusaha yang harus gulung tikar. Kemiskinan bertambah dengan sangat drastis. Daya beli masyarakat turun dengan sangat tajam.
Dalam hal hubungan sosial. Kekerabatan dan persaudaraan terpaksa menjadi sedikit renggang. Karena adanya aturan untuk menjaga jarak dan menghindari kerumunan.
Akan tetapi ada sisi baiknya dengan adanya pandemi covid-19. Perilaku hidup bersih dan sehat sudah menjadi keharusan. Padahal selama ini kebiasaan tersebut seakan terabaikan.

  • Menekuni Hobi
    Kebijakan Work from Home atau Bekerja dari Rumah. Menyebabkan orang mempunyai banyak waktu luang.
    Bagi yang mager alias malas gerak. Tentu menjadi alasan yang pas untuk terus menerus ‘rebahan’. Sambil nonton tivi, main game lewat ponsel atau ngemil.
    Sementara yang doyan kerja atau tidak bisa diam. Banyak aktivitas yang dapat dilakukan. Salah satunya adalah Menekuni hobi.
    Fenomena rebahan selama kerja dari rumah. Banyak yang CLBK dengan hobi lamanya. Yang paling menonjol adalah hobi nggowes alis bersepeda dan berkebun serta memasak.
    Komunitas bersepeda menjamur di mana-mana. Kursus memasak tumbuh bak cendawan di musim hujan. Demikian juga hobi berkebun marak.
  • Memelihara Tanaman Hias
    Penulis sendiri memilih menekuni hobi memelihara tanaman hias. Pertimbangannya suka saja lihat daun-daun hijau nan segar.
    Sekedar menyalurkan hobi saja. Tidak sampai kalap. Sampai mengikuti trend janda bolong. Jadi kalau beli bibit tanaman yang harganya puluhan ribu rupiah saja. Tidak sampai ratusan apalagi jut-jutan.
    Tanaman aglonema atau anturium. Jadi pilihan. Di samping harganya murah. Daunnya juga bikin mata jadi segar. Perawatannya pun tergolong mudah.
  • Cara Menanam dan Merawat
    Untuk menanam tanaman hias. Media yang digunakan mudah saja. Gunakan campuran tanah, serutan kayu (boleh sekam padi) dan pupuk kandang.
    Untuk tanamannya. Penulis lebih suka yang dari bibit. Bukan beli yang sudah jadi. Alasannya jadi lebih asyik selama perawatan. Mengetahui pertumbuhannya setiap saat itu lebih menyenangkan.
    Untuk perawatannya sangat mudah. Cukup dilakukan dengan menyiram dan memupuk.
    Untuk menyiram tanaman kita harus tahu karakter setiap koleksi tanaman hias. Ada yang suka dengan air sehingga perlu penyiraman setiap hari. Tetapi ada juga yang tidak doyan air. Untuk yang demikian menyiramnya cukup 2 atau 3 hari sekali.
    Nah untuk pemupukan. Penulis akan berbagi tips. Menggunakan sampah dari dapur keluarga.
    Penulis yakin setiap rumah tangga pasti menghasilkan limbah sayur-sayuran. Jangan keburu dibuang. Bisa kita manfaatkan untuk pemulukan tanaman hias.
    Kalau kita membeli sayur kangkung atau bayam. Pasti bagian akarnya dipotong. Atau kalau mau memasak sayur pepaya atau labi siam tentu dikupas dulu kulitnya.
    Sisa-sisa sayuran seperti potongan batang bawah atau kulit sayuran. Jadikan sampah dapur sebagai pupuk untuk menambah nutrisi bagi tanaman. Sehingga akan tumbuh subur.
    Cara yang paling gampang adalah dengan mencacah lembut sisa-sisa sayuran tersebut. Setelah itu taburkan ke dalam pot tanaman. Lebih baik jika ditutup dengan sesikit tanah gembur.
    Apabila mau sedikit repot. Lakukan dengan proses komposting. Cacahan sisa-sisa sayuran dimasukkan ke dalam wadah yang kedap udara (misal memakai drum kecil atau kaleng bekas cat). Setelah beberapa saat akan keluar air limbah. Jadikan air terdebut sebagai pupuk cair.
    Satu lagi yang biasa penulis lakukan. Memanfaatkan ampas teh. Bagi yang suka minum teh tubruk. Biasanya ada sisa air teh dan ampas dalam teko.
    Inilah yang kita gunakan untuk memupuk tanaman. Karena volumenya hanya sedikit. Maka cara ini hanya digunakan untuk memupuk tanaman hias dalam pot kecil.
    Begitulah sekedar berbagi pengalaman dalam memelihara tanaman hias. Memanfaatkan sampah dapur. Sekaligus turut serta dalam usaha pelestarian alam.
    Semoga bermanfaat.
BACA JUGA :   Drama Saudara (Part I)

Mas Sam

MasSam (81)

Bagikan Yok!