November 29, 2021

IMBICOM

Tulisanmu Suaraku Suaramu Suara Kita

Tinggalkan Moderasi Pilihlah Islam

Para pemuda harus mampu membedakan sesuatu yang benar dan salah sesuai cara pandang Islam. Jangan gamang (bingung) dengan gagasan moderasi beragama.
Penulis: Rindyanti Septiana, S.H.I. MuslimahNews.com, OPINI — Inilah kita dalam setiap cerita perlawanan, tentang cinta dan hidup yang terampas. Tentang kepercayaan yang terkhianati, tentang kebohongan yang coba kita patahkan. Tentang hakikat syukur yang paling mendalam. Episode kehidupan tercipta dari serakan cerita yang terkumpulkan bersama napas-napas trotoar, teriakan-teriakan aspal, dan sahutan kebangkitan getirnya terik jalanan. Mereka yang selalu percaya, napas adalah kesempatan, jiwamu adalah peluru kawan, maka hatimu adalah perisainya. Begitulah lirik lagu Thufail al-Ghifari yang pernah “membakar” semangat juang para pemuda. Namun, apakah kini para pemuda bisa bersikap tegas, lugas, dan lantang menyuarakan kebenaran yang datangnya dari Islam? Karena Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas berharap para pemuda Indonesia memiliki pemahaman keagamaan yang moderat. Apalagi Kemenag tengah berupaya melakukan penguatan moderasi beragama. Salah satu targetnya yakni kalangan pemuda. (cnnindonesia.com, 28/10/2021). Yaqut berkata, “Buah moderasi adalah kerukunan, dan kerukunan adalah modal penting membangun bangsa.” Ia pun berjanji akan terus mencetak kader dan duta moderasi beragama dari kalangan pemuda. Lantas, bagaimana kondisi para pemuda jika mengambil paham moderasi dalam beragama? Bukankah mereka akan menjadi pemuda yang berkarakter inklusif, toleran, dan sekuler? Pemuda yang inklusif enggan menampakkan keislamannya karena tak ingin dianggap berbeda dengan lingkungan sekitarnya.
Rahim Sekularisme Lahirkan Pemuda Moderat
Sebagian kalangan menganggap benar pernyataan Menag dalam peringatan Hari Sumpah Pemuda dengan menyerukan paham moderasi beragama. Mereka menganggap moderasi mampu menghilangkan ajaran Islam yang “radikal”. Oleh karena itu, kepemimpinan rezim sekuler pasti melanggengkan gagasan moderasi pada negeri.
Baca juga: Doa Lintas Agama: Bentuk Pluralisme yang Diharamkan!
Padahal, istilah moderasi bukan lahir dari rahim Islam. Pada 1988, Charles Kurzman menuliskan terkait dengan moderasi dalam buku Liberal Islam: a Sourcebook. Seorang ulama Indonesia, Ustaz Muhammad Rahmat Kurnia mengatakan bahwa siapa pun yang mengamati pergerakan Islam akan menemukan gagasan moderasi berkembang paralel dengan tudingan terhadap Islam dan para pejuangnya. Paralel pula dengan berkembangnya sekularisme, pluralisme, dan liberalisme. Pada 1980-an orang yang berpegang teguh pada ajaran Islam disebut sebagai ekstrem kanan. Pada 1990-an siapa saja yang terikat dengan syariat Islam pun disebut fundamentalis. Kesimpulannya, sistem sekularisme melahirkan para pemuda moderat. Hal ini akan terus rezim sekuler upayakan. Mereka berupaya mewujudkan para pemuda yang meragukan ajaran Islam, tak bangga dengan agamanya, dan menganut sinkretisme. Mereka mengharapkan para pemuda menjadi liberal dan tidak menjalankan ajaran Islam dengan kafah. Astagfirullah.
Jangan Gamang dengan Moderasi
Sejatinya, para pemuda harus mampu membedakan sesuatu yang benar dan salah sesuai cara pandang Islam. Jangan gamang (bingung) dengan gagasan moderasi beragama yang Menag beserta jajarannya suarakan. Para pemuda juga tidak boleh serta-merta menerima sepenuh hati tanpa menelusuri kebenaran paham tersebut. Hendaknya mereka berada dalam koridor pemikiran yang benar sesuai ajaran Islam.
Baca juga: Moderasi Menikam Islam Politik
Sadarilah, wahai pemuda, karakter muslim moderat yang Barat kehendaki ialah orang yang bisa menyebarkan budaya universal (Barat) yakni mendukung demokrasi, mengakui HAM, kesetaraan gender, serta kebebasan beragama; juga menghormati sumber hukum nonagama, serta menentang terorisme dan kekerasan sesuai tafsiran Barat. Duta moderasi yang hendak Barat wujudkan ialah mereka yang menolak pemberlakuan hukum Islam, toleran terhadap penyimpangan akidah, tidak mendiskriminasi pelaku maksiat, membenarkan ide pluralisme dan menentang Islam politik. Apakah kalian sepakat dengan hal tersebut? Meski gagasan moderasi beragama terus pejabat negara gencarkan, hendaknya para pemuda bersikap kritis, jangan apatis. Harus berani menyuarakan Islam kafah, tidak menjadi penyebar gagasan yang bermasalah, apalagi hal ini menyangkut perkara akidah. Berarti, para pemuda harus mengambil sejumlah langkah.
Langkah Menangkal Paham Moderasi
Paham moderasi beragama sudah sangat meresahkan umat Islam. Paham ini menjauhkan umat dari ajaran Islam kafah. Jika paham ini “mewabah” di kalangan pemuda, dampaknya sangat membahayakan. Oleh karena itu, para pemuda hendaknya melakukan beberapa hal. Pertama, menghunjamkan keimanan Islam pada dirinya. Islam adalah agama paripurna, mengatur segala perkara dunia dan akhirat, bukan sekadar spiritual. Tidak ada agama serta sistem kehidupan yang terbaik kecuali Islam. Allah Swt. berfirman, “Dan barang siapa mencari agama selain Islam, dia tidak akan diterima, dan di akhirat dia termasuk orang yang rugi.” (QS Ali Imran: 85).
Baca juga: Poros Wasathiyah dalam Isu Gender
Kedua, para pemuda semestinya mengkaji Islam sebagai ideologi, bukan sekadar ilmu pengetahuan. Wajib bagi mereka terikat dengan syariat Islam. Pemuda muslim harus menilai baik-buruk, serta benar-salah berdasarkan ajaran Islam. Ketiga, senantiasa memiliki sikap yang berpihak pada Islam, bukan netral apalagi oportunis demi mendapatkan keuntungan duniawi. Mereka harus teguh pada Islam sebagai ideologinya. Keempat, para pemuda pun harus terlibat dalam dakwah menegakkan syariat dan Khilafah. Kemuliaan Islam hanya dapat terwujud dengan tegaknya Khilafah. Contohlah keteguhan para Pemuda Kahfi hingga mereka layak mendapat pertolongan dari Allah Swt.. Firman Allah, “Kami berkisah padamu mengenai cerita fantastis yang nyata. Mereka itu memang benar-benar para pemuda yang beriman pada Tuhan mereka. Kami pun menambahkan petunjuk untuk mereka. Kami meneguhkan hati mereka saat mereka berdiri, lalu mereka pun berikrar, ‘Tuhan kami adalah Tuhan seluruh langit dan bumi, kami tidak akan pernah memohon pada selain Dia. Jika demikian, sungguh kami telah mengucapkan perkataan yang amat jauh dari kebenaran.’” (QS Al-Kahfi: 13—14). Dengan demikian, ikrar yang seharusnya para pemuda sampaikan ialah ikrar untuk teguh memegang ajaran Islam kafah, bukan berikrar menjalankan paham moderasi yang datangnya dari Barat. Pemuda harus memilih Islam sebagai ideologi dan meninggalkan paham moderasi, serta bangga menjadi duta Islam penegak Khilafah Islamiah

Bagikan Yok!
BACA JUGA :   BUKAN AKU