November 29, 2021

IMBICOM

Tulisanmu Suaraku Suaramu Suara Kita

Teks Dialog : Burung Kecil yang Bijak

Teks Dialog : Burung Kecil yang Bijak

Manusia : Duh, hujan lagi hujan lagi. Cucianku kalau begini kapan keringnya. Mana lagi pakaian tumpuk terus setiap hari.

Burung Kecil : Hai manusia, kenapa kau mengeluh?

Manusia : Bagaimana aku tidak mengeluh, burung. Setiap hari selalu turun hujan. Lihatlah, pakaianku banyak yang belum kering.

Burung kecil : Astagfirullah, jangan mencela pemberian Allah subhanallah wa taala. Hujan adalah Rahmat yang turun dari langit. Coba bayangkan, jika berhari-hari tidak turun hujan, bagaimana kau akan mencuci bajumu? Bagaimana kau akan bertahan hidup? Setauku, semua makhluk sangat membutuhkan air. Tanpa air, tumbuhan akan mati, hewan akan mati, dan kalian manusia makhluk yang paling Allah sayangi juga akan mati.

Manusia : Aku salah, seharusnya aku tidak mencela pemberian rezeki yang luar biasa ini. Kau memang burung yang cerdas.

Burung Kecil : Jangan memujiku wahai manusia, aku hanyalah makhluk biasa dan lemah. Aku takut dengan pujianmu itu, nanti bisa membuatku besar kepala.

Manusia : Wah, selain pandai, kau itu juga rendah hati, ya. Aku kagum sama kamu burung kecil.

Burung kecil : kenapa kau tidak mengerti juga? Jangan puji aku seperti itu. Aku tidak suka itu, perlakukan aku biasa saja.

Manusia : Baiklah, aku minta maaf. Aku tidak akan mengulanginya. Tapi, memang benar, kau itu memanglah burung yang bijaksana.

Burung kecil : Kau bilang tidak akan mengulanginya lagi. Tapi, barusan kau memujiku lagi. Hentikanlah, manusia. Seharusnya yang patut kau puji itu Tuhan yang Maha Esa, bukan aku.

Manusia : Maafkan aku burung kecil. Kau benar sekali, seharusnya aku lebih banyak memuji Allah saja daripada memuji makhluknya.

Burung kecil : Mulai sekarang, banyaklah mengingat Allah. Tanamkan rasa cinta di hatimu hanya untuknya seorang. Jangan kau campur hati itu dengan cinta dunia. Satu hati hanya untuk satu cinta. Dan satu cinta itu hanya untuk Allah.

BACA JUGA :   Toxic Relationship

Manusia : Terima kasih telah menasihatiku.

Burung kecil : Sama-sama. Aku harus pergi sekarang. Senang bertemu berbincang denganmu wahai manusia. Sampai jumpa.

Manusia : Sampai Jumpa burung kecil.

Sumber gambar :
https://pixabay.com/id/photos/burung-burung-gereja-cabang-satwa-9950/

Baca juga :

Novel : Paman, Izinkan Aku Menikahinya

indriani (123)

Bagikan Yok!