November 29, 2021

IMBICOM

Tulisanmu Suaraku Suaramu Suara Kita

Puisi : Hukuman Bagi Sang Penjahat

Puisi : Hukuman Bagi Sang Penjahat

Awan putih berselimut awan mendung
Suasana sendu tampak menjalar ke mana-mana
Semua orang masuk ke dalam istana kecilnya
Mereka berteduh menghindari tangisan sang langit
Yang tengah dirundung kesedihan akibat ulah manusia
Hutan-hutan rindang nan hijau habis dilahap api
Satu kehidupan mati dalam sekejap mata
Hewan-hewan yang tak bersalah masuk menjadi korban
Serangga-serangga kecil tak berdosa juga musnah karena mereka
Alam berjanji kan membalas semua luka yang tergores
Dari pisau darah para manusia jahanam
Tuhan telah berbelas kasih memberikan penghidupan
Namun mereka menghancurkannya rata dengan tanah
Satu wilayah berubah menjadi tempat pemakaman
Para hewan, tumbuhan, dan serangga kecil
Pembalasan dendam sudah memasuki babaknya
Manusia sangat ketakutan begitu mendengar kabar ini
Dada mereka terasa sempit dan tak mampu menampung oksigen
Mata mereka berkaca-kaca melihat kejadian mengerikan ini
Tuhan menjadi sangat murka kepada mereka
Amarahnya menggelegar ke seluruh penjuru dunia
Teriakannya membuat takut semua makhluknya
Tamparannya menghancurkan seluruh isi bumi
Manusia merasa menyesal dan memohon ampun kepadanya
Tapi sang Maha Kuasa tak mau mendengarnya lagi
Langit terus menangis hingga malam hari
Air matanya sampai membanjiri seluruh isi planet bumi
Manusia teriak minta tolong….
Tolong….tolong….tolong….tolong
Sayangnya semua itu tak berguna
Nyawanya sudah berada dalam genggaman sang pencipta
Ia tak akan pernah bisa kembali dan menetap di sana selamanya
Keluarganya terus mencari tulang belulangnya
Sampai ke pelosok-pelosok selokan
Alhasil usaha mereka sia-sia
Jasad sang pria tak ditemukan di mana pun
Sang regu penyelamat berkata
Mungkin saja terbawa arus aliran air mata langit ini
Sang keluarga hanya bisa pasrah menerima takdir yang ada
Mereka mengakui telah berbuat salah pada Alam

BACA JUGA :   Spoiler Kasih Abadi BAB 4

Sumber gambar :
https://pixabay.com/id/photos/hutan-luhy-dataran-banjir-air-835166/

Baca juga:

Novel : Paman, Izinkan Aku Menikahinya

indriani (123)

Bagikan Yok!