November 29, 2021

IMBICOM

Tulisanmu Suaraku Suaramu Suara Kita

Pernikahan Bulan Suro (Part I)

Aaaaaaaaaaaah”, suara teriakan terdengar dari dalam kamar pengantin. Semua orang yang mendengarnya pun langsung berlari ke arah kamar tersebut dengan berbondong bondong Saat pintu kamar di buka, terlihat banyak darah berceceran dan kamar yang berantakan.

Melakukan pesta pernikahan pada bulan suro sebenarnya adalah suatu hal yang tabuh untuk warga desa Karang Asem. Menurut mitos yang beredar di desa itu, bulan suro adalah bulan yang sakral dan di kramatkan warga desa.

Maka dari itu, saat mereka mengetahui bahwa ada salah satu warga yang mengadakan hajatan seperti pesta pernikahan dan khitanan, mereka akan menentangnya dengan keras.

“Bu Dina, sebentar lagi putri ibu akan mengakhiri masa lajangnya”, ucap seorang tetangga yang sedang berbelanja di tempat yang sama dengan Bu Dina. “Iya bu, alhamdulillah jodoh anak saya cepat”, sahut Bu Dina. Bu Dina adalah orang tua dari gadis bernama Lexa. Lexa sendiri adalah seorang perempuan dewasa yang tumbuh di luar desa.

Ia dan keluarganya baru saja pindah beberapa tahun yang lalu. Sebab ayahnya harus dinas di desa Karang Asem. Mereka di kenal sebagai keluarga yang baik, dan bertoleransi tinggi di desa tersebut. Itulah makanya mereka mudah bergaul di desa itu.

“Oh iya bu, calon menantu ibu apa pekerjaannya?”, tanya salah seorang lainnya. “Kebetulan, pacar anak saya satu pekerjaan dengan anak saya di kota”, sahut bu Dina. “Pekerja kantoran dong berarti?”, tanya ibu yang punya warung. “Iya begitulah”, jawab bu Dina singkat. “Wah enak dong, gajinya pasti besar”, ucap yang lainnya. Bu Dina menjawabnya dengan senyuman tipis.

Setelah selesai berbelanja dan berbincang di warung, Bu Dina pun izin pulang. Tapi saat ia mau pulang seorang tetangga yang lain menanyakan tanggal pernikahan anaknya. “Oh iya bu, kapan acaranya digelar?”,tanya orang itu. “Tangal 10 Augustus 2021”, jawab bu Dina yang kemudian melanjutkan perjalanannya.

BACA JUGA :   PIAM : Kaburnya Adnan Dari Penjara (Bab 9)

Para ibu ibu yang mendengar tanggal tersebut pun kaget. Dan salah seorang dari mereka mengejar bu Dina. “Bu tunggu!”, panggilnya. “Iya ada apa ya Bu wati”, sahut bu Dina. “Eee ini sayuran ibu ada yang ketinggalan”, ucap bu wati sembari memberikan sayurannya. “Oh iya bu, ngomong ngomong kapan acara hajatannya?”, tanya bu wati. “Tanggal 10 augustus 2021”, jawab bu dina. “Tanggal 10?? Ditanggal 1 suro??”, tanya bu wati. “Iya.. Kalau begitu saya duluan ya bu”, sahut bu dina

“Kenapa bu wati bertanya dengam raut wajah yang aneh ya?”, batin bu dina. “Seperti ada hal yang mengejutkan saja”, batinnya. Di tengah lamunan itu, “aaah”,teriak bu dina “maaf aku bu dina”, sahut tetangga yang tak sengaja menabrak. “Ah tidak ..tidak, aku lah yang salah karena tidak melihat saat berjalan”,ucap bu dina. Setelah berbicara, bu dina pun masuk ke rumah dan duduk di ruang keluarga.

Pak Angga turun dari ruangan atas, melihat istrinya yang sedang melamun. Pak Angga pun berinisiatif mendatanginya. “Ma kamu kenapa? Kok pulang pulang duduk melamun? Apa ada yang kamu khawatirkan?”, tanya pak Angga. Namun pertanyaan pak Angga tidak di jawab. “Ma oh ma.. Mama!!”, teriak pak Angga. “Eh papa, kapan papa duduk di sini?”,tanya bu Dina yang tersadar dari lamunannya. “Dari kemaren”, sahut pak Angga. “Mama kenapa?”, tanya pak Angga lagi. “Mama tidak apa apa”, sahut bu Dina. “Mama yakin?”, tanya pak Angga. “Iya mama yakin”, jawab bu Dina.

Karena istrinya mengatakan bahwa ia baik baik saja, pak Angga pun pergi keluar rumah sebab ada sedikit urusan. Sedangkan bu Dina kembali memikirkan raut wajah aneh bu wati. “Kenapa sih bu wati itu, kok dia pasang raut wajah yang seperti itu saat mendengar tangga l pernikahan Lexa”, pikir bu Dina.

BACA JUGA :   Cerita Cintaku : Sampai Jumpa Masa SMP (End)

“Lexa, apa kabar? Aku kira kamu tidak akan bekerja karena ingin menikah”, ledek Pamela. “Apa sih kamu mel, aku itu masih kerja karena kan belum menikah, nanti kalau aku sudah sah menjadi seorang istri baru deh aku berhenti kerja”, ucap Lexa. Di tengah pembicaraan mereka berdua tiba tiba ada yang menyela “woi calon pengantin! Kenapa masih kerja?”, celetuk nya. “Aih Fardhan! Kamu itu ya suka banget ikut campur urusan orang”, oceh Pamela. “Hei kau nenek sihir, bisakah kau membiarkan Lexa menjawab?”, ucap Fardhan. “Aku bertanya pada Lexa bukan padamu”, tambahnya lagi.


Begitulah mereka berdua, setiap kali bertemu sudah menjadi hal yang biasa kalau mereka bertengkar. Fardhan, Pamela, Lexa adalah teman satu kantor. Fardhan sendiri juga sahabat dari calom suami Lexa yang bernama Zidan. Begitupun dengan Pamela yang juga bersahabat baik dengan Lexa. Ada Zeca dan Vino yang merupakan sahabat mereka juga.


“Lexa!”, panggil Zeca dari sebrang koridor kantor. “Hei Ze! sini”,sahut Lexa. Zeca pun menghampiri mereka. “Ada apa nih? Kenapa mereka berdua?”, tanya Zeca yang baru saja bergabung. “Biasalah pertengkaran kecil dalam rumah tangga”, ucap Lexa sambil tertawa tipis. “Lexa, jangan ngomong gitu ah, aku gak mau bangun rumah tangga sama makhluk asing”, keluh Pamela. “Kau pikir aku mau gitu sama nenek sihir? Ogah aku mah”, sahut Fardhan yang langsung pergi meniggalkan mereka bertiga.

“Eh kebetulan banget kalian ada disnin, ada yang mau aku bahas nih sama kalian”, ucap Lexa. “Bahas apaan?”, tanya Pamela. “Ada deh, sekarang kita ke kantin dulu, sekalian aku mau sarapan”, ajak Lexa. “Idih, pake rahasiaan lagi”,ucap Pamela. Mereka pun mebgikuti Lexa dari belakang.

BACA JUGA :   Cerpen : Kembar dalam Cermin

~~~bersambung

Kira kira apa yang akan di bahas oleh Lexa dan teman temannya??
Ikuti ceritanya ya…
Saran dan kritik boleh di letakkan di komentar. Terima kasih…😊

Cerita inia hanya Fiktif belaka..

Bagikan Yok!