November 29, 2021

IMBICOM

Tulisanmu Suaraku Suaramu Suara Kita

Nasehat Bagi Seorang Anak yang Durhaka kepada Ibunya

Nasehat Bagi Seorang Anak yang Durhaka kepada Ibunya – Ibu adalah sosok yang sangat mulia di dunia ini. Kita sebagai seorang anak wajib memuliakan ibu. Sebab, surga seorang anak ada di bawah telapak kaki ibu. Ridho seorang anak ada pada orang tuanya, terutama ibu. Selama sembilan bulan ia bersusah payah mengandung kita dalam rahimnya. Sebuah beban berat yang harus dipikul oleh seorang wanita. Mereka tidak bisa bergerak bebas sesuai keinginannya karena harus menjaga calon buah hati dalam kandungannya. Selama sembilan bulan, dia merasakan sakit yang luar biasa. Bayangkan penderitaan yang dia rasakan selama mengandung. Banyak stigma para pria mengatakan bahwa wanita itu lemah, kalau kami memang lemah, lantas bagaimana kami bisa membawa beban seberat itu di perut kami. Masihkah kalian memandang remeh kaum wanita?
Siapa yang mengajarimu berbicara dan berjalan pertama kali kalau bukan ibumu. Terus siapa yang merawatmu saat kau sakit, tidak lain adalah ibumu. Siapa yang memasak makanan saat kau lapar?, ibumu. Muliakanlah ibumu, jangan sekali-kali kau berani membentaknya. Bahkan derajat seorang ibu sangat dimuliakan dalam agama Islam.
Pernah suatu ketika ada seorang pria yang datang kepada Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam. Pria itu bertanya kepada nabi Allah, “ wahai Rasulullah, siapakah kerabat yang paling berhak mendapat perlakuan baik saya?” Nabi Allah menjawab, “ Ibumu”. Pria itu kemudian bertanya lagi, “ lantas siapa lagi?” Nabi Allah menjawab, “Ibumu.” Pria itu mengulangi pertanyaannya sekali lagi,” kemudian siapa lagi?” Rasul menjawab, “Ibumu.” Sekali lagi, pria itu kembali bertanya,”lantas siapa lagi?” Rasul menjawab, “Ayahmu.” (HR. Bukhari Muslim)
Rasulullah sampai menyebut kata “ibu” sebanyak tiga kali, baru menyebut kata “ayah.” Hal ini menandakan bahwa derajat seorang ibu memang mulia. Jasanya yang besar tidak akan bisa kita balas sampai kapan pun. Keutamaan seorang ibu juga dijelaskan dalam Al-Qur’an Surat Lukman ayat 14. Di mana bunyi ayatnya sebagai berikut :
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

BACA JUGA :   TINTA KITA

وَوَصَّيْنَا الْاِ نْسٰنَ بِوَا لِدَيْهِ ۚ حَمَلَتْهُ اُمُّهٗ وَهْنًا عَلٰى وَهْنٍ وَّفِصٰلُهٗ فِيْ عَا مَيْنِ اَنِ اشْكُرْ لِيْ وَلِـوَا لِدَيْكَ ۗ اِلَيَّ الْمَصِيْرُ
Wa washshoinal-ingsaana biwaalidaiih, hamalat-hu ummuhuu wahnan ‘alaa wahniw wa fishooluhuu fii ‘aamaini anisykur lii wa liwaalidaiik, ilayyal-mashiir

“Dan Kami perintahkan kepada manusia (agar berbuat baik) kepada kedua orang tuanya. Ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam usia dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada kedua orang tuamu. Hanya kepada Aku kembalimu.”
(QS. Luqman 31: Ayat 14)
Lihat, Alquran saja memerintahkan kita untuk berbuat baik kepada kedua orang tua kita, lebih utamanya ibu. Sosok satu ini adalah sumber kehidupan dunia. Ia adalah guru pertama kita. Dia lah yang mengajari kita banyak hal tentang kehidupan ini. Ia juga yang menyirami kita dengan cinta dan kasih sayang. Kalau bercerita mengenai sosok ibu memang tak ada habisnya. Mungkin satu juta kata tidak akan cukup untuk menggambarkan sosok mulia ini. Saya saja ketika menulis ini, air mata saya sampai berkaca-kaca. Teringat akan penderitaan ibu saya yang sudah banyak berkorban dalam kehidupan saya.
Di saat saya sedang sedih, dia adalah orang pertama yang mau mendengarkan keluh kesah saya. Jujur saja, saat ulang tahunku tiba, aku tidak pernah sekalipun mendapatkan hadiah dari teman, ataupun saudara. Aku lebih sering mendapatkan hadiah dari ibuku. Semua orang memang melupakan hari ulang tahunku, tapi ibuku tidak pernah melupakannya. Dia adalah orang yang paling berharga dalam hidupku.

Sumber gambar :
https://pixabay.com/id/photos/keluarga-ibu-dan-anak-perempuan-1848957/

Baca juga :

Novel : Paman, Izinkan Aku Menikahinya

indriani (123)

Bagikan Yok!