November 29, 2021

IMBICOM

Tulisanmu Suaraku Suaramu Suara Kita

Daur Ulang Sampah Jadi Kerajinan Nan Cantik

Selesai mengikuti pertemuan G20 di Roma Italia. Para pemimpin dunia tidak langsung pulang. Mereka bergeser ke Glasgow, Skotlandia Inggris.
Saat ini mereka sedang mengadakan Konferensi Tingkat Tinggi Pemimpin Dunia tentang Perubahan Iklim. Suatu agenda PBB yang bertajuk United Nations Conferensi Climate Change (UNFCC) ke-26. Atau sering disebut COP26.
Fokus pembicaraan adalah penanganan perubahan iklim dan akses pendanaan. Terutama bagi negara-negara berkembang.
Seperti diketahui dunia mulai serius memperhatikan masalah perubahan iklim ini tahun 2015 lalu. Saat itu negara-negara di dunia berkomitmen untuk menurunkan suhu global dalam suatu Perjanjian Paris.
Masyarakat dunia menyadari bahwasanya penggunaan energi fosil. Berkontribusi besar terjadinya pemanasan global. Maka mereka berkomitmen untuk mengurangi dan menurunkan emisi karbon.
Ambisi besarnya setidaknya sampai tahun 2070 tercapai nol emisi karbon. Maka dilakukanlah kampanye Zero-Net Emissions.
Indonesia sebagai pengguna energi minyak bumi dan batubara. Ikut serta dalam upaya penurunan emisi karbon ini. Contoh kongkritnya misalnya mendorong penggunaan kendaraan listrik dan energi baru terbarukan.
Maka sudah sewajarnya Indonesia pun ikut dalam Konferensi Perubahan Iklik 2021 di Inggris.

Peran Serta Masyarakat
Sekecil apapun masyarakat pasti dapat ikut berperan. Dalam usaha mengurangi emisi karbon. Misal menggunakan listrik secara bijak dan mengurangi penggunaan barang-barang dari plastik.
Seperti sudah penulis sampaikan pada tulisan sebelumnya. Peran serta masyarakat. Dalam hal ini dapat dilakukan dengan menerapkan konsep 3R.
Konsep 3R yang adalah Reduse, Reuse dan Recycle. Artinya masyarakat sedapat mungkin mengurangi produksi sampah (terutama sampah plastik).
Menggunakan kembali sekiranya barang-barang bekas masih bisa difungsikan. Dan mendaurulang sampah-sampah bekas.
Kesadaran masyarakat menjalankan konsep 3R. Besar artinya dalam mendukung upaya mengurangi pemanasan global.
Tidak apa-apa kecil tapi nyata kontribusinya. Daripada muluk-muluk hanya sekedar mimpi.

BACA JUGA :   Kita Menunggu Hujan

Daur Ulang Sampah
Menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) daur ulang adalah pemrosesan kembali barang yang pernah dipakai untuk mendapatkan produk baru.
Banyak barang bekas rumah tangga atau limbah pabrik yang bisa didaur ulang. Misalnya plastik, kertas atau kain dan serat.
Dengan kreativitas dan sentuhan seni. Barang-barang bekas dapat disukap menjadi benda kerajinan.Tidak saja artistik tapi juga bernilai ekonomi tinggi.
Limbah kertas dengan dijadikan bubur kertas. Bisa menjadi kertas artistik. Dengan tehnik pilin bisa menjadi hiasan dinding yang indah.
Limbah kain perca. Dengan sedikit kreativitas. Dapat dijadikan keset atau sarung bantal yang menarik.
Sampah plastik bisa jadi kap lampu atau bunga yang indah warna-warni. Bahkan menjadi tas yang elegan.
Limbah dapur seperti kulit kerang. Dapat dijadikan hiasan dinding atau kalung dan gelang yang cantik.
Begitulah sekedar contoh mendaur ulang barang-barang bekas menjadi benda-benda artistik yang bernilai jual.
Dapat untuk mengisi kesibukan di masa rebahan (baca: pandemi covid-19). Sekaligus dapat mendatangkan cuan.
Selamat mencoba

Mas Sam

MasSam (81)

Bagikan Yok!