November 29, 2021

IMBICOM

Tulisanmu Suaraku Suaramu Suara Kita

Teks Dialog : Kamu Mira atau Mari ?

Teks Dialog : Kamu Mira atau Mari ?

Hiduplah sepasang saudara kembar bernama Mira dan Mari. Mereka berdua hidup dalam kondisi berkecukupan. Orang tuanya adalah seorang saudagar kaya yang terkenal di kampung tempat tinggal mereka.

Suatu hari, ada insiden aneh yang membuat mereka bingung dengan diri mereka sendiri. Mereka tidak bisa mengingat siapa jati diri mereka masing-masing. Apakah Mari adalah Mira atau Mira adalah Mari? Bingung kan? Aku juga bingung kalau udah ketemu dua orang kembar identik.

Pasti sulit membedakannya. Kalau kita aja bingung, gimana mereka yang tiba-tiba lupa jati dirinya. Wah, bisa gawat nih. Awalnya Mira dan Mari mau bertualang ke hutan, tapi sewaktu dalam perjalanan tiba-tiba ada sosok Aneh yang mencelakai keduanya.

Mari : Mira, kau sudah selesai menyiapkan barang bawaan untuk kita bertualang nanti kan?

Mira : Iya, aku sudah menyiapkan semuanya, Mar. Coba kesini dan cek, kira-kira apa yang kurang?

Mari menghampiri Mira ke lantai dua untuk memeriksa kembali barang bawaan yang dibutuhkan saat bertualang.

Mari : Sini biar aku cek. Kompor kecil udah, tempat tidur udah, tenda udah, makanan udah, senter udah, tempat duduk juga udah. Sepertinya udah lengkap semuanya, Mir.

Mira : Benarkah, kok aku merasa ada yang terlupakan olehku? Tapi aku tidak ingat itu apa?

Mari : Udah lengkap kok. Cuma perasaanmu doang kali. Oh, aku baru ingat, kamu udah nyiapin baju ganti, belum?

Mira : Udah, ada di dalam tas besar itu. Aku jadikan satu sama punya kamu.

Mari : Berarti semuanya udah beres. Nanti, kita tinggal berangkat aja. Aku mau ke garasi dulu ya, untuk memanaskan mobil.

BACA JUGA :   FILOSOFI PUISI DALAM BUKU KONFLIK KASIH

Mira : Oh ya Mar, apa kita tidak sebaiknya mengajak ayah dan ibu juga?

Mari : Enggak ah, kalau mereka ikut pasti banyak orang yang datang minta foto lah ini lah. Nggak, nggak usah aja. Aku ingin liburan ini hanya kita berdua saja. Aku ingin menikmatinya dengan suasana tenang tanpa ada gangguan dari siapapun.

Mira : Tapi, kamu udah ijin sama ayah dan ibu kan kalau kita mau bertualang ke tengah hutan ?

Mari : Sudah kok, aku udah bilang ke ayah semalam. Dia bilang boleh.

Mira : Baiklah, aku pikir kamu belum bilang. Lalu, ibu bagaimana?

Mari : Pasti ayah sudah memberi tahu ibu. Kamu itu jangan terlalu banyak pikiran, Mira. Santai aja kali.

Mira : Iya, aku kan hanya bertanya saja Mari. Nggak usah sewot begitu.

Mari : Kamu sih, bawaannya ngajak emosi mulu.

Sore menjelang malam, Mira dan Mari berangkat menuju hutan. Awalnya perjalanan mereka mulus-mulus saja, tidak ada hambatan. Namun, tiba-tiba ban mobil mereka bocor di tengah jembatan.

Mira : Ada apa Mar, kenapa kita berhenti?

Mari : Nggak tahu Mira, kamu tunggu dulu ya di sini. Jangan kemana-mana, aku mau cek bannya.

Mari turun dari mobil untuk memeriksa apakah ada kerusakan pada mobilnya.

Mira : Mari, apa yang terjadi dengan mobilnya?

Mari : Mir, kedua ban belakang bocor. Kayaknya kena paku, deh.

Mira : lalu sekarang, kita harus bagaimana?

Mari : Aku akan cari bala bantuan di sekitar sini. Semoga saja ada orang. Kamu tetap di sini ya, jagain mobil.

Mira : Iya, hati-hati Mari.
Sekian lama Mira menunggu di dalam mobil, akhirnya Mari kembali bersama seorang kakek-kakek tua yang berpakaian ala-ala montir.

BACA JUGA :   4 Trik yang Bisa Membantu Kamu Dalam Menentukan Fashion Apa yang Cocok Kamu Kenakan Tanpa Harus Mengikuti Tren.

Mira : Mari, siapa bapak tua itu?

Mari : Namanya Pak James, aku tadi melihat ia tengah memancing di pinggir sungai. Karena hanya dia seorang yang kutemukan, jadi aku minta bantuannya saja.

Mira : Aku merasa ada sesuatu yang aneh sama orang itu. Entahlah, bulu kudukku sampai merinding melihatnya.

Mari : Mulai deh, aku bosan mendengar pikiran negatifmu itu. Hentikan, Mira.

Mira : Iya, Maafkan aku.

Sementara Mira dan Mari asyik mengobrol berdua, Pak James sibuk mengganti ban mobil mereka. Hampir setengah jam Mira dan Mari menunggu, tapi Pak James belum selesai memperbaiki ban mobilnya.

Mari : Pak, bisa agak cepat. Ini sudah mulai gelap. Kami harus sampai di hutan tepat waktu.

Pak James : Bersabarlah sedikit lagi, beri aku waktu 5 menit.
Mari : Baiklah, aku beri waktu anda 5 menit. Kumohon, segera selesaikan dengan cepat.

Mira : Mari, jangan membentak orang tua, itu tidak baik.

Mari : Dia sih Mir, kerjanya lama sekali.

Mira : Sabar, orang yang sabar itu disayang Tuhan.

Mari : Sabar, sabar, sabar. Dari tadi aku juga udah sabar ini. Pak tua ini saja yang kerjanya lelet.

Pak James : Berani sekali kau meledekku. Percuma aku membantumu, lakukan saja sendiri. Aku tidak mau membantu orang yang tidak tahu terima kasih.

Mari : Emang Anda kerjanya lelet. Hampir dua jam saya menunggu, tapi sampai sekarang belum kelar-kelar juga.

Pak James : Dasar perempuan tidak tahu diri.

Pak James kesal karena Mari sudah menghinanya begitu kejam. Ia pun melampiaskan amarahnya kepada kedua perempuan kembar itu dengan cara mendorongnya jatuh ke dalam sungai.

Pak James : Rasakan, ini akibatnya jika kau berani menghinaku.

Berhari-hari tubuh kakak beradik Mira dan Mari terbawa aliran sungai, kini tubuh keduanya mengapung di atas lautan lepas hingga membawanya pada sebuah pulau terpencil. Begitu keduanya sadar, mereka lupa akan siapa diri mereka yang sebenarnya.

BACA JUGA :   Kamu Paklawan Ku

Mira : Kamu siapa, kenapa wajahmu mirip sekali denganku?

Mari : kau sendiri juga siapa, kenapa wajah kita mirip sekali. Suara dan bentuk tubuh, semuanya mirip.

Mira : Mungkinkah kita saudara kembar?

Mari : Aku rasa, kita berdua memang saudara kembar. Siapa namamu?

Mira : Namaku, namaku, namaku adalah Mari. Kalau kamu siapa?

Mari : Tunggu dulu, Mari itu namaku. Bagaimana namaku bisa jadi namamu.

Mira : itu memang namaku. Aku ingat betul namaku itu Mari. Kau mungkin yang sudah salah. Namamu itu pasti Mira. Ya, aku ingat, kau itu Mira dan aku Mari.

Mari : Salah, kau itu Mira dan aku Mari.

Mira : Kamu kok ngotot sih. Ingatanku tidak mungkin salah, aku ini Mari dan kau itu Mira.

Mari : Tidak, aku tidak salah. Aku ingat dengan jelas, kalau namaku yang sebenarnya adalah Mari, dan Kau Mira. Kenapa kau belum paham juga?

Mira : Kau yang tidak paham. Mari itu adalah aku dan kau adalah Mira.

Mari : Jika kau tidak percaya dengan ucapanku, lalu kenapa ada kalung bertuliskan nama Mira di lehermu?

Mira : Oh iya ya, Berarti aku Mira dan Kau itu Mari. Maaf ya.

Mari : Dasar, sudah salah ngotot lagi.

Sumber gambar :
https://pixabay.com/id/photos/kembar-gadis-perempuan-muda-wajah-1422157/

Baca juga :

Cerita Cintaku : Kenapa Pak Guru Marah

indriani (123)

Bagikan Yok!