November 29, 2021

IMBICOM

Tulisanmu Suaraku Suaramu Suara Kita

Dunia Ini

Entah aku yang terlahir telat atau memang begini.
Yang ada seperti hanya keterlanjuran yang terus ada dan menanti.
Tak ada kepastian hanya kebimbangan hati.
Karena semuanya memanglah tanpa pasti.
Hanya menyiksa batin jika tau akan dunia ini.
Karena memang kenyataannya hanya bisa diam seperti mati.

Mengukuti alur yang telah ada setiap hari.
Tanpa bisa berkutik, karena sama yang seperti sudah kelahiran ini.

Kesempatan itu pergi.
Karena memang tak guna jika di hargai.
Terasa begitu pelik yang terus meratapi.
Dunia ini sungguh hanya bisa terus di ikuti.

Adakah jalan sampah ini.
Untuk setidaknya menjadi jati diri.
Yang sejati, sejati-jatinya.

Kenapa semua terjadi ?
Tak bisakah semua berbahagia murni.
Tanpa paksaan sejati.

Semua terjadi dengan sendiri.
Tanpa mau sesui hati.

Aturan yang terus saja terjadi.
Hingga memaksa harus menyesuaikan diri.
Dan selalu berimbas dengan kebiasaan diri.

Terus, terus saja selalu begini
Mengulang, terus-terusan kembali
Begini.

Sungguh tak ada pilihan sejati.
Yang bahagia mengikuti kata hati.
Yang ada hanya paksaan tersendiri.
Yang selalu saja di buat sedemikian rapi.

Semuanya tanpa tau arti.
Semuanya tanpa tau murni.
Semuanya tanpa mengerti.

Lagi-lagi, keterpaksaan hati.
Yang tak bisa lagi harus mau gimana lagi.
Seakan terjebak diri.
Mematuhi segala yang seperti abadi.

Curang itu makna arti.
Untuk dunia saat ini.
Yang aku rasakan sampai ini.
Tanpa bisa lagi harus gimana lagi.

Di bilang terjebak sudah diri.
Yang nyatanya mau gimana lagi.
Tanpa memperingati.

Lagi,
Semuanya sebuah keterlanjuran sejati.
Yang tak bisa di peebaiki.
Hanya bisa meratapi.

Yang berdampak menyesal diri.
Penyiksaan tersendiri.
Dan hanya sakit sendiri.
Tanpa memperoleh arti.
Sedemikian rapi.
Oleh yang sudah teejadi.
Menjadi haluan diri.
Yang jalan, terus saja jalani.
Tanpa tau makna arti.

BACA JUGA :   Realisasi Tauhid Dalam Kehidupan

Ya sudahlah kan mau giman lagi.
Ink hanyalah renugan pribadi.
Yang merasa akan keterpurukan diri.
Tak bisa menjadi diri.

Yang hanya bisa mengikuti.
Tanpa bisa memperbaharui.
Apalagi memperbaiki.

Dunia ini.

Entahlah sudah-sudahlah mau gimana lagi.
Semuanya sudah terjadi.
Dan tak bisa akan kembali.
Sudah seperi kebiasan diri.

Mau gimana lagi ?
Imbas akan kebiasaan ini.
Lagi-lagi,
Imbas akan aturan yang menyebabkan harus gimana mwnyesuaikan diri.
Hingga berubah menjadi kebiasan diri.

Bagikan Yok!