November 29, 2021

IMBICOM

Tulisanmu Suaraku Suaramu Suara Kita

Cara Mempercantik Ruangan dengan Barang Bekas

Isu pemanasan global sudah lama disuarakan. Fakta adanya lobang ozon atau mencairnya es di kutub pun sudah akrab di telinga kita.
Negara-negara industri yang boros dengan energi fosil, seperti minyak bumi dan batubara, pun sudah bersepakat untuk menurunkan emisi atau karbon.
Kampanye Zero Net Emissions sudah lama didengungkan. Suatu kampanye untuk secara bertahap menurunkan emisi sesuai Perjanjian Paris 2016 silam.
Hasilnya?

Konsep 3R
Sebuah upaya nyata dari para pegiat lingkungan dituangkan dalam suatu konsep yang disebut Konsep 3R. Konsep yang lebih ditujukan dalam hal penanganan sampah. Utamanya sampah plastik.
Seperti kita ketahui. Sampah plastik menimbulkan persoalan tersendiri terhadap lingkungan. Pasalnya sampah plastik sukit untuk diurai. Bahkan konon memerlukan waktu ratusan tahun.
Konsep 3R sendiri merupakan singkatan dari Reduse, Reuse dan Recycle. Merupakan tahapan dalam pengelolaan sampah.
Reduse atau mengurangi sampah. Sedapat mungkin kita mengurangi penggunaan barang atau benda yang sulit diuraikan.
Dalam prakteknya bisa menggunakan sistem isi ulang. Untuk barang-barang yang biasa kita pakai sehari-hari. Misalnya penggunaan shampo atau sabun. Sekali membeli shampo atau sabun botol. Selanjutnya membeli shampo atau sabun isi ulang.
Dengan demikian kita sudah berperan mengurangi sampah botol shampo atau sabun.

Reuse berarti gunakan kembali. Benda-benda yang tidak dapat difungsikan sebagaimana aslinya. Dapat digunakan untuk keperluan lain. Misalnya kaleng cat bekas kita gunakan sebagai pot untuk menanam tanaman hias. Botol bekas minuman sirup untul hiasan dinding, sekedar menyebut contoh lainnya.
Mungkin ada yang masih ingat. Arsitek Ridwan Kamil, yang sekarang menjabat sebagai Gubernur Jawa Barat, menggunakan botol bekas minuman suplemen. Untuk elemen utama tembok depan rumahnya.

BACA JUGA :   Potret Langka Eksekusi Mati Letkol Untung Pemimpin G30S/PKI, Salah Mengira Soeharto Jadi Penyelamat

Recycle adalah mendaurulang barang-barang bekas. Daur ulang menjadi pilihan terakhir dari 3 tahap pengelolaan sampah.
Untuk bisa melakukan daur ulang diperlukan sentuhan kreativitas. Potongan kaca bisa disulap menjadi hiasan dinding yang cantik atau kaleng-kaleng bekas minuman ‘soft drink’ bisa menjadi benda seni yang bernilai ekonomis.

Praktek Sederhana
Dalam upaya kampanye lingkungan hidup. Saya melakukan sesuatu sebisa mungkin. Hanya hal yang sepele. Akan tetapi ini merupakan kontribusi nyata.
Saya memanfaatkan benda-benda yang sudah tidak terpakai untuk menanam tanaman hias. Sekaligus menjadi hiasan ruangan dalam rumah.
Bisa diletakkan di ruang tamu, ruang keluarga, kamar mandi atau dapur. Sesuai selera kita saja. Caranya?
Pertama, cuci bersih benda-bends yang akan kita gunakam kembali. Bersihkan dari segala kotoran yang menempel.
Saya memilih benda-benda yang berbahan baku keramik, gelas atau plastik.
Siapkan media tanam. Bisa tanah yang dicampur dengan serutan kayu atau sekam padi. Plus pupuk kandang. Boleh juga menggunakan daun-daun yang dicacah kecil-kecil.
Ketiga, cari tanaman-tanaman hias yang bersifat ‘indoor’. Tanaman yang tidak terlalu membutuhkan sinar matahari langsung dan kuat hidup dalam ruangan. Untuk jenis tanaman tentu sesuai selera masing-masing.
Keempat, jika semua sudah siap. Saatnya untuk menanam tanaman hias kesukaan ke dalam pot dari barang bekas.
Ada satu lagi yang saya lakukan. Menanam tanaman hias dengan media air. Tentu saja kita harus memilih tanaman yang tahan air.
Sebagai potnya saya gunakan botol bekas minuman sirup. Biasanya banyak kita konsumsi pada saat puasa bulan Ramadhan.
Cara melakukannya cukup mudah. Bersihkan botol, terutama dari kertas yang menempel. Biar mudah membersihkannya. Rendam terlebih dahulu botolnya. Sehingga kertas yang menempel akan terkelupas sendiri. Kita tinggal membersihkan sisa-sisa yang menempel kuat karena adanya lem.
Selanjutnya botol tinggal isikan air dan masukkan tanaman yang kita suka.
Supaya mudah meletakkannya. Buat gantungan di ujung botol dengan kawat. Sehingga bisa jita taruh di mana kita mau. Misalnya di kamar mandi atau di dapur. Sehingga kamar mandi atau dapur bertambah asri.
Sangat mudah melakukannya dan dapat dilakukan oleh siapa saja. Usaha yang kecil memang tapi akan besar artinya bagi upaya untuk ikut serta dalam pelestarian alam. Utamanya dengan menggunakan kembali barang-barang bekas. Sehingga akan mengurangi kuantitas sampah yang dihasilkan setiap rumah tangga.
Salam lestari.

BACA JUGA :   Pandemi Corona

Mas Sam

MasSam (81)

Bagikan Yok!