November 29, 2021

IMBICOM

Tulisanmu Suaraku Suaramu Suara Kita

Teks Dialog : Si katak yang Melupakan Istrinya

Teks Dialog : Si katak yang Melupakan Istrinya

Pagi hari, seluruh hewan berkumpul di danau untuk minum bersama. Semuanya datang dengan keluarganya, tapi si katak hanya datang seorang diri.

Kancil : Katak, di mana keluargamu?

Katak : Aku tidak punya keluarga, Kancil.

Kancil : Katak apa yang terjadi padamu, kau sudah melupakan keluargamu sendiri?

Katak : Memangnya aku punya keluarga?

Kancil : Iya katak, dua bulan lalu kau sudah menikah. Gimana sih, kok kamu melupakan istrimu. Di mana dia sekarang?

Katak : Aku belum menikah, Kancil. Kau mungkin telah salah. Aku belum menikah. Kalau aku sudah menikah, pasti aku akan mengingatnya.

Kancil : Ya ampun, Katak. Kau sudah melupakan istrimu sendiri, tega sekali kau Katak. Makanya tadi aku melihat istrimu menangis di tengah hutan.

Katak : Berapa kali aku harus bilang padamu, Kancil. Aku belum menikah. Siapa wanita yang kau maksud itu? Aku tidak mengenalnya.

Kancil : Mari ikut denganku, katak. Kita temui dia. Mungkin setelah melihat wajahnya, kau akan mengenalinya. Supaya lebih cepat, kau naik ke punggungku saja.

Katak : Baiklah, aku akan ikut denganmu. Di mana aku harus naik?

Kancil : Naiklah ke punggungku, katak.

Kancil dan katak pun pergi ke tengah hutan untuk menemui katak betina. Sekian lama menempuh perjalanan, akhirnya mereka sampai di tengah hutan. Tapi istrinya katak sudah pergi dari sana.

Katak : Di mana Kancil? Katamu di sini ada orang. Lihatlah, tidak ada siapa pun.

Kancil : Aku yakin tadi dia ada di sini. Dia duduk di batu itu sambil menangis tersedu-sedu. Aku melihatnya dengan mata kepalaku sendiri.

Katak : Mana, tidak ada orang. Di sini kosong. Itu tadi mungkin hanya imajinasimu saja. Sudahlah, ayo kita pergi.

BACA JUGA :   Perempuan Yang Selalu Dipertanyakan

Kancil : Katak, kamu itu tega sekali ya melupakan istrimu sendiri. Sekarang aku mengerti kenapa dia menangis, kau pasti mencampakkannya, iya kan?

Katak : Kancil, aku tidak mengerti apa maksudmu. Aku belum menikah, aku belum menikah, Kancil. Berapa kali harus kujelaskan padamu bahwa aku belum menikah. Bagaimana aku bisa mencampakkan seorang wanita, kalau aku sendiri belum menikah.

Kancil : Aduh katak, coba deh kamu ingat-ingat lagi. Kamu itu belum tua tapi sudah pikun. Dua Minggu yang lalu kamu sendiri yang mengatakan kepadaku bahwa kau akan menikah.

Katak : Benarkah aku mengatakan itu? Sungguh, aku tak mengingat apa pun Kancil. Kau mungkin melihat pernikahan katak yang lain, bukan aku.

Kancil : Tidak katak, itu memang dirimu. Aku tidak salah lihat, mataku belum rabun. Bukan aku saja yang menjadi saksi pernikahanmu. Gajah dan Kelinci juga ada di sana bersamaku. Kalau kau tidak mempercayaiku, ayo kita temui mereka di gua. Sekarang mereka tengah bersantai di sana.

Katak : Baiklah, ayo kita temui Gajah dan Kelinci.
Sesampainya di gua, Kancil tak mendapati gajah dan Kelinci di sana.

Katak : Mana mereka, Kancil? Di sini kosong. Lebih baik kita pergi saja dari sini. Aku takut Kancil.

Kancil : Tunggu katak, aku mendengar suara di balik semak-semak itu. Ayo kita lihat.
Begitu kancil menghampiri semak-semak itu, ia mendapati gajah, kelinci dan istri katak tengah asyik mengobrol satu sama lain.

Kancil : Lihatlah katak, itu dia istrimu. Coba perhatikan baik-baik.

Katak : Hhhhhmmmm, sekarang aku ingat. Istriku, maafkan aku sudah melupakanmu.

Katak betina : Pergi sana, aku tidak mau menemuimu lagi.

Katak : Maafkan aku istriku, aku tidak mengerti apa yang terjadi padaku, sehingga aku akhir-akhir ini mudah lupa.

BACA JUGA :   Cara Memasak Tempe yang Mudah dan Praktis

Kancil : Maafkanlah suamimu, mungkin karena bertambahnya usia dia sekarang menjadi pelupa. Lagian usianya juga tak muda lagi.

Katak betina : Kau benar kancil, seharusnya aku tidak marah kepadanya. Baiklah, aku memaafkanmu.

Katak : Terima kasih istriku.
Katak betina : sama-sama suamiku.

Sumber gambar :
https://pixabay.com/id/photos/katak-mandi-hari-libur-830869/

Baca juga :

Cerita Cintaku : Kenapa Pak Guru Marah

indriani (123)

Bagikan Yok!