November 30, 2021

IMBICOM

Tulisanmu Suaraku Suaramu Suara Kita

Curhatan Muslimah : Pernikahan yang Dipaksakan

Curhatan Muslimah : Pernikahan yang Dipaksakan

Sesuatu yang dipaksakan untuk nggak enak loh. Apalagi kalau dipaksa menikah, jauh lebih tidak mengenakan. Aku paham orang tua ingin yang terbaik bagi anaknya, tapi orang tua jangan melihat sisi kebahagiaan dari sudut pandangnya saja.

Namun, lihat juga dari sudut pandang seorang anak. Apakah ia merasa bahagia atau tidak dengan pilihan anda, para orang tua. Pernikahan ini adalah sesuatu yang sakral, berharapnya sih sekali seumur hidup. Ya nggak tahu lah, takdir setiap orang itu berbeda-beda. Ada yang ditakdirkan menikah sekali seumur hidup, atau mungkin lebih.

Di sini aku mencoba menekankan pada para orang tua. Yang menjalankan pernikahan itu bukan kalian, tapi anak kalian. Seharusnya yang lebih berhak untuk menentukan adalah anak itu sendiri, bukan orang tua. Kalian para orang tua hanya perlu membimbing kami saja, tidak perlu ikut membuat keputusan.

Serahkan semua keputusan akhir pada anak. Sekali lagi, bukan kalian yang menjalankan pernikahan, tapi mereka.
Pernikahan bukan melulu soal harta, ketampanan, atau pun ketenaran. Yang lebih penting dilihat dari seorang pasangan adalah akhlak dan agamanya. Jika keduanya baik, maka insyaallah anak perempuan kalian akan selamat dunia akhirat.

Jangan menikah hanya karena melihat kekayaan. Sebab itu tak bertahan lama. Jangan juga menikah karena melihat ketampanan, karena semua itu bisa pudar di makan zaman. Wajah manusia tidak selamanya terlihat cantik atau tampan, seiring bertambahnya usia, sedikit demi sedikit kulit akan muncul keriput dan lama kelamaan tidak berbentuk.

Begitu pula dengan ketenaran, itu juga tak bertahan lama. Mungkin sekarang pasangan Anda dikenal banyak orang, tapi satu atau dua tiga tahun mendatang pasti ketenarannya akan memudar.

BACA JUGA :   Ini Dia Negara-negara yang Masa Berlaku SIM Bikin Geleng-geleng Kepala

Tidak ada gunanya ketiga hal itu, semuanya akan musnah seiring pergantian zaman. Masihkah kau mencari pasangan dengan melihat tiga hal yang tidak berguna itu?, Kalau menurutku jangan, jangan pernah menikahi seseorang karena wajah, kekayaan, dan popularitas.

Kalian bisa melihat kehidupan para artis. Mereka itu dianugerahi popularitas, ketampanan atau kecantikan wajah, dan banyak harta. Kurang apalagi coba, semuanya tuh complete.

Orang biasa aja sampai ngiri ngeliatnya. Tapi kenyataannya, mereka banyak yang cerai.
Lihat bibit, bobot, bebet calon pasangan anak Anda juga penting, tapi lebih utamakan untuk melihat akhlak dan agamanya.

Gimana kesehariannya, gimana pergaulannya, gimana sikap dia ke keluarganya, dan yang paling penting gimana dia memperlakukan seorang wanita. Jangan tertipu dengan penampilan luar seorang pria. Biasanya mereka terlihat baik di depan, tapi di belakang malah sebaliknya.

Aku tuh pernah ya pas zaman SMP disukai sama cowok paling ganteng satu sekolah. Kata temen-temenku sih ganteng, tapi wajahnya biasa aja menurutku. Dia itu terkenal alim di sekolah. Kebanyakan guru memandang bahwa dia itu anaknya alim, hormat sama orang tua, dan baik hati.

Kalau sama teman perempuannya itu menjaga jarak banget. Alasannya sih dia ingin menjauhi fitnah. Dia itu tidak terlalu banyak bicara dengan perempuan, palingan kalau bicara jika ada perlunya aja.
Perempuan satu sekolah begitu sangat mengagumi sosoknya.

Bahkan saat dia lewat, banyak perempuan teriak histeris melihatnya. Ya aku tidak terlalu tahu persisnya sih. Itu hanya kata temen-temenku. Yang membuat aku kaget tuh, kabarnya dia menyukai anak perempuan di kelasku.

Sontak saja, semua teman kelasku berlomba-lomba mencari tahu siapa anak perempuan yang beruntung itu. Begitu tahu, anak perempuan yang disukai olehnya adalah aku. Langsung deh, aku dibully satu sekolah. Aku sih nggak terlalu ngurusi hal-hal nggak penting kayak gini.

BACA JUGA :   Puisi : Semuanya Tlah Pergi

Tapi aku juga penasaran kenapa dia sampai menyukai wanita biasa sepertiku. Padahal dikelasnya itu banyak wanita berparas cantik. Karena penasaran, aku coba tanya langsung kepadanya.

Bukannya jawab pertanyaanku, dia malah kabur. Heran aku sama cowok itu. Rasa penasaranku semakin menjadi-jadi, aku ingin tahu lebih banyak tentang dirinya. Diam-diam aku selalu mengamatinya dari jauh.

Dan saat aku mencoba masuk lebih dalam, aku menemukan satu fakta mengejutkan. Ternyata apa yang aku dengar dan aku lihat selama ini tentangnya itu hanyalah sebuah kebohongan. Gambaran alim pada dirinya itu hanyalah sebuah topeng untuk menutupi sifat aslinya.

Pokoknya apa yang tampak diluar itu tidak sama dengan apa yang ada di dalam. Karakternya itu beda jauh saat dia ada di rumah dan di sekolah. Perbedaannya itu 180 derajat.

Pelajaran yang bisa kalian ambil dari ceritaku ini adalah jangan tertipu dengan penampilan luar seorang pria.

Teliti dan cermati betul calon suamimu. Jangan sampai kau menyesal di kemudian hari karena pilihanmu sendiri. Khususnya untuk para orang tua, jangan memilih calon menantu dilihat dari sisi materi, tapi lihatlah dari sisi agama dan akhlaknya.

Saya mohon maaf yang sebesar-besarnya jika ada kata ayu kalimat yang kurang berkenan. Di sini, saya hanya ingin mengutarakan isi hati saya.

Sumber gambar:
https://pixabay.com/id/photos/tangan-pasangan-merah-x-x-ditandai-1246170/

Baca juga:

Cerita Cintaku : Kenapa Pak Guru Marah

indriani (123)

Bagikan Yok!