November 29, 2021

IMBICOM

Tulisanmu Suaraku Suaramu Suara Kita

Mimpi yang Ternyata Jadi Nyata

“Pulang bareng yuk dek ” kata sosok laki laki yang berdiri di depan gerbang.
“Yuk” kata keisya.
Mereka pulang dengan berjalan kaki, di pertengahan perjalanan laki laki itu berkata.
“Dek mau pergi ngelayat gak” kata laki laki itu ketika tepat berada di persimpangan jalan.
“Gak usah lah bang, lagian jauh juga kan ke dalam dan jalanannya juga gelap” ujar keisya.
“Iya juga sih,, yaudah kita lanjut pulang aja” kata laki laki itu.
Akhirnya keisya dan laki laki itu melanjutkan perjalanannya.
Di tengah tengah perjalanan mereka melihat banyak orang yang berada di tepi jalan.
Bahkan ada dari orang orang di situ yang kenal yang menyapa laki laki yang bersama keisya.
Laki laki itu berhenti sejenak dan berbicara sebentar dengan orang orang yang menyapanya.
Tapi tidak dengan keisya dia tetap lanjut berjalan dengan langkah yang lambat.
Disitu keisya juga melihat abang sepupunya juga berada disana bersama teman temannya.
Setelah selesai berbicara laki laki itu langsung menyusul keisya.
Ketika keisya dan laki laki itu melewati rombongan abang sepupu keisya.
Dan abang sepupu keisya itu ternyata kenal dengan laki laki yang bersama keisya.
“Ki kamu mau kemana sama keisya?” Kata abang sepupu keisya.
Laki laki itu hanya menjawab dengan memberikan kode, keisya langsung menjawab ngantarin pulang.
Tiba tiba hp keisya berbunyi sehingga membuat dia terbangun dari mimpinya.
Keisya nampak agak kesel karna mimpinya harus berakhir.
Keisya masih penasaran siapa sosok laki laki yang di panggil ki oleh abang sepupunya itu.
Bahkan dia tidak bisa melihat wajah laki laki itu.
Mimpi yang harus berakhir itu membuat keisya penasaran dengan sosok laki laki itu bahkan dengan namanya.
Keisya berharap itu kenyataan tapi faktanya itu hanya mimpi.
Membuat keisya ngedumel karna mimpinya harus terpotong.
Mimpi itu membuat keisya terus terus penasaran dengan sosok laki laki yang bersamanya.
Yang ada di benak keisya saat ini berarti sosok laki laki itu orang yang berhasil memikat hatinya keisya.
Karna keisya merupakan tipe orang yang tidak mudah jatuh hati pada laki laki.
Jika ada laki laki yang membuatnya nyaman berarti dia itu adalah orang yang special baginya.
Tapi lagi lagi itu hanya mimpi dan siapa namanya, karna abang sepupunya hanya memanggil nama ki.
Mimpinya yang terpotong membuat keisya benar benar merasa penasaran.
Bagaimanapun dia berusaha untuk mengetahui nama itu tidak akan ketemu.
Keisya berpikir apakah mimpi itu pertanda dari tuhan, kalau laki laki itu jodohnya.
Keisya memang menginginkan seseorang untuk menjadi jodohnya.
Selama ini keisya memang tidak memiliki pasangan karna dia lebih memilih untuk tidak pacaran.
Tidak pacaran bukan berarti tidak memiliki teman laki laki.
Tapi kedekatan keisya dengan teman laki lakinya hanya sebatas teman tidak lebih dari itu.
Semenjak mimpi itu keisya lebih memperbaiki diri lagi, memperbaiki akhlaknya.
Karna dia yakin bahwa orang baik akan di pertemukan dan berjodoh juga dengan orang yang baik juga.
Setelah 1 bulan semenjak mimpi itu, tiba tiba ada karyawan baru yang bekerja di tempat keisya bekerja.
Namanya syaki memang lebih akrab di panggil ki, dia beda divisi dengan keisya.
Syaki orangnya ramah, baik bahkan hambel ke semua orang termasuk keisya.
Saat keisya akan pulang ternyata syaki berada di depan gerbang duduk di atas motornya.
“Dek pulang bareng yuk” ajak syaki pada keisya.
“Emangnya gapapa bang?” Tanya keisya.
“Ya gapapa lah” kata syaki.
Akhirnya keisya dan syaki mereka pulang bareng, kebetulan rumah mereka juga searah.
Di tengah perjalanan tiba tiba keisya teringat akan mimpinya 1 bulan yang lalu.

BACA JUGA :   Terhanyut di Kegelapan

Bahkan di tengah tengah perjalanan mereka menuju pulang.
Ada seorang laki laki yang bertanya pada syaki, dia adalah rudi.
Rudi merupakan salah satu teman laki laki keisya dan mereka juga begitu dekat sama halnya dengan yang lain.
Tapi rudi bahkan tidak menyapa keisya saat itu justru rudi hanya bertanya pasa syaki.
“Ki pergi kemana ki bareng keisya?” Tanya rudi.
“Mau pulang, kebetulan kan searah jadi kita pulang bareng” jawab syaki.
“Yaudah, hati hati” kata rudi.
Yang ada di benak keisya saat ini kenapa semua ini hampir sama seperti yang ada di mimpinya 1 bulan lalu.
Apakah laki laki yang ada di mimpinya itu syaki, sudah 1 bulan tapi kenapa aku masih mengaingat mimpi itu.
Kata keisya dalam hatinya.

Bagikan Yok!