November 30, 2021

IMBICOM

Tulisanmu Suaraku Suaramu Suara Kita

Puisi : Pergilah Kau Pengganggu Kehidupan

Puisi : Pergilah Kau Pengganggu Kehidupan

Puisi : Pergilah Kau Pengganggu Kehidupan

Aku Tak Suka Kau

Pada Malam hari yang penuh ketenangan
Aku menyeruput segelas cangkir teh yang begitu nikmatnya
Sembari membolak-balik halaman buku yang telah usang
Kucoba menyelami kembali deretan momen-momen indah bersamanya
Kami bercanda tawa bersama tanpa kenal lelah
Dan kami juga sering bertengkar hebatnya
Walaupun begitu….
Ia tetaplah kenangan terindah dalam hidupku
Tak ada satu pun orang yang dapat menggantikan tempatnya
Namun, sekarang ia telah tiada
Kembali ke kampung halamannya di surga
Sejujurnya, aku belum bisa menerima kepergiannya
Aku selalu merasa bahwa ia masih bersamaku
Duduk di sampingku sambil membaca buku favoritnya
Seketika aku tersadar dari lamunan
Aku tersadar bahwa bayangan itu hanya ilusi semata
Air mataku menetes begitu derasnya
Hingga membasahi buku sampul merah di atas meja
Aku terkejut melihat ada sebuah buku di sana
Tak sekalipun aku pernah menyentuh atau membacanya
Buku sampul merah itu terasa asing bagiku
Saat aku hendak membacanya
Ternyata buku itu punya sebuah kunci
Aku mencari kuncinya di setiap sudut rumah
Tapi tak bisa aku temukan
Sungguh, di mana gerangan letak kunci buku merah?
Aku sangat penasaran sekali
Tentang isi yang terkandung di dalamnya
Tiba-tiba saja….
Kakiku tak sengaja menendang sesuatu
Aku pun menengoknya di bawah kursi
Segera kuraih kotak itu dan kubuka perlahan
Sekali lagi aku terkejut
Isi kotak itu adalah kunci buku sampul merah
Secepatnya aku langsung membuka gembok itu
Dengan sekuat tenaga aku mencoba membukanya
Namun buku itu tak kunjung terbuka
Padahal bentuk kuncinya telah sesuai
Lalu apa yang salah?
Kenapa buku sampul merah tak mau membuka dirinya?
Kubanting buku itu jatuh ke lantai begitu kerasnya
Dan keajaiban pun terjadi
Buku sampul merah itu telah terbuka dengan sendirinya
Aku terkejut tatkala aku sedang membacanya
Di situ tertulis sebuah pesan yang mengatakan….
Ikatlah tali kehidupanmu lagi bersama sahabat setiaku
Apa maksud semua ini?
Kenapa ia menulis pesan menyebalkan seperti ini?
Dia tahu bahwa aku sangat membenci sahabatnya itu
Tapi mengapa dia menyuruhku tuk hidup bersamanya
Tidak, aku tak mau melakukannya
Hidup bersamanya bagaikan hidup dalam api neraka
Lebih baik aku hidup dalam kesendirian selamanya
Dari pada menghabiskan sisa hidup dengan si pengganggu itu
Oh Tuhan….
Jangan membuat takdir yang tak kuinginkan
Jangan membebaniku dengan sesuatu yang tak bisa aku lakukan
Bukannya aku menyalahkan engkau ya Tuhan
Aku sungguh tak sanggup jikalau hidup bersama si pengganggu itu
Aku benar-benar tidak suka kepadanya
Jauhkanlah ia dari kehidupanku selamanya

BACA JUGA :   Puisi: Cerita Ngawur

Puisi Kedua :

Hama yang Menyebalkan

Pagi-pagi ponselku berbunyi
Ada beribu-ribu panggilan tak terjawab
Dan beribu-ribu pesan aneh dari orang misterius
Kejadian ini telah berlangsung dua bulan lamanya
Aku sampai frustasi menghadapinya
Meskipun aku tak menghiraukannya
Dia masih saja setia menggangguku
Sebaiknya aku basmi saja si hama menyebalkan ini
Tingkahnya sungguh kelewat batas
Aku tak tahan dengan semua ini
Berkali-kali aku menyuruhnya pergi
Tapi si hama tak mau pergi juga
Berbagai cara telah kucoba
Tapi tak ada satu pun cara yang berhasil
Pernah kuganti identitas pribadiku
Tapi tetap saja ia bisa menemukanku
Berhari-hari ku tak bertegur sapa bersama ponsel
Hanya untuk menjauhi si hama menyebalkan
Hari berikutnya aku kembali menyapanya
Dan si hama tetap saja bertengger dalam ponselku
Aku kesal dan kubanting ponselku ke lantai
Mungkin dengan begini si hama tak kembali lagi

Sumber gambar :
https://pixabay.com/id/vectors/takut-kecemasan-depresi-wanita-6562668/

Baca juga :

Cerita Cintaku : Kenapa Pak Guru Marah

indriani (123)

Bagikan Yok!