November 30, 2021

IMBICOM

Tulisanmu Suaraku Suaramu Suara Kita

Kaidah Pengobatan Ibnu Qoyim Aljauzi

Kesehatan merupakan salah satu nikmat yang sering di lupakan oleh kebanyakan manusia. Agama Islam sendiri sangat menganjurkan kepada umatnya dengan sesuatu yang bisa menjaga kesehatan dan mencegah hal-hal yang dapat menimbulkan penyakit pada badan dan jiwa. Nikmat kesehatan baru sangat terasa ketika manusia sedang sakit. Di momen tersebut manusia biasanya merasa bahwa kesehatan adalah sesuatu yang sangat penting.

Pengobatan menjadi hal yang sangat di butuhkan ketika sakit. Baik itu pengobatan yang bersifat kedokteran maupun pengobatan yang bersifat alternatif. Pengobatan yang bersifat kedokteran menjadi rujukan pada dewasa ini terutama ketika menginjak abad Milenial. Akan tetapi beratnya efek samping dari pengobatan kedokteran membuat masyarakat sedikit demi sedikit mulai berpaling ke pengobatan Alternatif terutama pengobatan yang mengandalkan bahan bahan alami.

Menurut salah satu Syaikhul Islam Ibnu Qayyim Al Jauzi, kaidah pengobatan ada tiga jenis, yaitu :

Pertama, Menjaga Kesehatan. Beliau mengambil dari salah satu hadist nabi Saw
“Maka barang siapa diantara kamu ada yang sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain.”
Dan juga menafsirkan surat albaqoroh ayat 184 bahwa
Allah SWT membolehkan seorang musafir untuk tidak berpuasa, demi menjaga kesehatan dan kekuatan fisiknya serta hal-hal yang dapat melemahkannya.

Kedua, pengurangan. Salah satu kaidah pengobatan menurut Ibnu Qoyim untuk mengobati di anjurkan untuk bersedekah guna mendatangkan kesembuhan selain itu
Allah SWT juga berfirman,
“Jika ada di antara kamu yang sakit atau ada gangguan di kepalanya (lalu ia bercukur), maka wajiblah baginya berfidyah, yaitu berpuasa atau besedekah atau berkorban.” (Qs. Al-Baqarah (2) : 196)
Ayat di atas mempunyai maksud bahwa Allah swt. membolehkan orang sakit atau orang yang di kepalanya ada luka, baik disebabkan kutu atau gatal-gatal untuk mencukur rambutnya saat ihram.

BACA JUGA :   Puasa Sosmed Penting Tetapi Off Dari Sosmed Berat

Ketiga, Preventif atau pencegahan. Mencegah penyakit lebih baik dari pada mengobati penyakit.
Allah swt. berfirman,
“Dan jika kamu sakit atau sedang dalam musafir atau datang tempat buang air atau kamu telah menyentuh perempuan, kemudian kamu tidak mendapat air, maka bertayamumlah kamu dengan tanah yang baik (suci), sapulah mukamu dan tanganmu. Sesungguhnya Allah Maha Pemaaf lagi Maha Pengampun.” (Qs. an-Nisa (4) : 43)
Ayat di atas mengisyaratkan bahwa Allah swt. membolehkan orang sakit menggunakan debu sebagai pengganti air, sebagai tindakan preventif baginya, agar badannya tidak kena sesuatu yang menyebabkan sakit.

Bagikan Yok!