November 30, 2021

IMBICOM

Tulisanmu Suaraku Suaramu Suara Kita

Jujur Pada Diri Sendiri Adalah Yang Utama

Jujur pada diri sendiri adalah yang utama. Katakan baik jika itu memang baik dan katakanlah buruk jika itu memang buruk. Jangan mencampur-adukkan antara kebaikan dengan kebatilan. Karena orang yang meletakkan sesuatu tidak pada tempatnya termasuk zholim.

Pernah denger istilah kata-kata munafik? Sebenarnya munafik bukan hanya soal isu tetapi juga keadaan. Definisi kemunafikan secara umum adalah adanya tujuan ganda. Menambahkan kebohongan dalam perkataan pun termasuk dalam kemunafikan.

Dalam hadits Nabi tertulis bahwa ciri-ciri orang munafik ada 3 yaitu : Jika berbicara dia bohong, jika di beri kepercayaan dia khianat dan jika berjanji dia ingkar. Kemunafikan adalah watak dasar iblis. Sebenarnya, semua agama tidak membenarkan adanya kemunafikan.

Terkadang kita tidak sadar bahwa kita melakukan praktek kemunafikan. Ingatlah sesungguhnya kemunafikan akan membawa kita terjatuh ke dalam neraka. Sebisa mungkin lawan kemunafikan itu. Karena negara ini akan hancur jika di isi dengan orang-orang yang munafik.

Jangan sampai kita tidak sadar diri kita munafik. Terkadang kita mencari pembenaran atas kemunafikan yang kita lakukan dengan alasan kebaikan. Padahal, untuk alasan apapun kemunafikan tidak di benarkan. Mengatakan kebohongan untuk membuat orang lain senang pun termasuk kemunafikan.

Sifat manusia secara umum, ada yang baik dan ada pula yang buruk. Apa yang nampak secara lahiriah, belum tentu dapat di percayai keadaan batiniahnya. Sopan santun dan lemah lembut seseorang dalam pergaulan umum, kadang-kadang dibuat-buat untuk mendapat kesaksian dari manusia tentang kebaikannya. Perbuatan orang-orang munafik pada umumnya seperti itu.

Islam mengajarkan kepada setiap pengikutnya untuk selalu jujur dalam setiap keadaan. Orang yang selalu jujur akan mendapatkan ketenangan di dalam hatinya. Berbeda dengan orang yang suka berdusta, hidupnya tidak akan tenang dan penuh dengan kebimbangan.

BACA JUGA :   BADMINTON

Di antara bentuk kejujuran pada diri seseorang adalah bisa menjaga amanah yang di berikan kepadanya. Untuk mencapainya tidaklah mudah. Seseorang harus terus melatih dan mempraktekkan kejujuran dalam setiap perkataan dan perbuatannya.

Kita lihat banyak orang berbicara tapi ternyata tidak mulia dengan kata-katanya. Banyak orang berkata tanpa bisa menjaga diri. Padahal kata-kata yang terucapkan harus selalu dipertanggung-jawabkan, yang siapa tahu akan menyeretnya ke dalam kesulitan. Sebelum berkata, kita yang menawan kata-kata, tapi sesudah kata terucapkan kitalah yang ditawan kata-kata kita.

Dusta, bohong, hanya membuat hidup jadi sempit. Camkan, bahwa semakin banyak kita berbohong, semakin sering kita berdusta, maka kita telah membuat penjara, yang membuat kita selau takut dusta kita terbuka. Bahkan selanjutnya kita akan berusaha untuk membuat dusta baru, bohong baru untuk menutupi kebohongan yang telah kita lakukan.

Beranilah hidup tampil dengan apa adanya, biarlah kita tampil begini adanya. Kenapa harus berdusta? Lebih baik kita tidak diterima, karena kita sudah mengatakan apa adanya daripada kita diterima karena mendustainya. Jangan berat untuk tampil apa adanya. Daripada kita sibuk merekayasa kata, yang sangat pasti tidak akan menolong sedikitpun. Yang mengangkat derajat bukan kebohongan, bukan rekayasa kita, tapi Allah saja. Dan sebaliknya yang menghinakan juga Allah.

Cegahlah dusta walau sekecil apapun, kecuali tentunya bohong yang dibenarkan oleh syariat. Misalnya, bohong dalam rangka bersiasat kepada musuh, bohong ringan dengan maksud untuk mendamaikan orang-orang yang bersengketa demi kebaikan. Bohong istri kepada suami atau sebaliknya dengan maksud untuk menyembunyikan kejelekan, bohong untuk membahagiakan dengan cara yang sah dan benar, tetapi bukan bohong untuk menyembunyikan aib dan kesalahan.

BACA JUGA :   PERMEN 30

Maka, mulai sekarang jagalah lisan kita, banyaklah berbuat daripada berkata, atau banyaklah berkata dengan perbuatan daripada banyak berkata tanpa ada perbuatan. Kita tidak akan terhormat oleh banyak berbicara sia-sia, kehormatan kita adalah dengan berkata benar atau diam.

🕊

Bagikan Yok!