November 30, 2021

IMBICOM

Tulisanmu Suaraku Suaramu Suara Kita

Puisi : Mutiara yang Selamat

Puisi : Mutiara yang Selamat

Perkenalkan….
Aku adalah mutiara aqsa
Aku adalah mahluk yang baru tercipta
Aku baru menapaki dunia yang tak kukenal
Saat ku mulai membuka mata….
Suara dentuman keras menyambar diri ku
Aku tak tahu itu apa?
Aku hanya bisa menangis sekencang-kencangnya
Aku hanya bisa terdiam dan tak mengerti apapun
Ada dimana aku?
Apa yang sedang terjadi?
Kenapa banyak sekali kebisingan?

Yang ku tahu, aku berada di dunia baru
Dengan mahluk-mahluk aneh dan besar
Mereka menatapku sambil mencium pipi merahku
Mereka terus mengucap hal aneh yang tak kumengerti
Tapi hal itu membuatku gembira tiada tara
Tak hentinya aku tersenyum kepada mahluk besar itu
Dan ia pun juga terus mengulang perkataannya
Suaranya begitu merdu
Hingga membuatku nyaman di dekatnya
Aku mencoba menirukan suaranya itu
Suara itu memang aneh sekali
Tapi bisa membuat hatiku bergetar tak karuan

Aku tak bisa menirukan banyak kata
Ku hanya bisa mengucap….
Allah…Allah…Allah….Allah
Dengan suara tak begitu jelas dan terbata-bata
Mahluk besar di hadapanku itu tersenyum riangnya
Saat aku mengucap kata itu
Mahluk besar lainnya berteriak dengan kata Allah
Aku bingung….
Mengapa mereka berteriak kencang?
Aku tak mengerti apa kata itu?
Tapi yang aku tahu, mereka menyukainya

Di saat semuanya bergembira
Tiba-tiba ada sesuatu jatuh dari langit
Benda itu hampir menghantam diriku dan mahluk besar
Tapi ia berusaha lari dengan memeluk ku erat-erat
Aku melihat mahluk besar lainnya juga lari
Namun sayang….
Mereka terhantam benda langit yang besar
Mahluk besar yang memelukku mencoba menutup mataku
Akhirnya dunia menghilang dalam pandanganku
Aku berusaha melepas penutup di mataku
Tapi, tak ada ijin dari mahluk besar itu
Aku pun menangis sekencang-kencangnya
Agar ia mau membukanya

BACA JUGA :   Cara Memasak Tempe yang Mudah dan Praktis

Ia tak henti-hentinya berlari….
Aku pun tak tahu ia akan membawaku kemana?
Aku hanya bisa menangis dalam pelukannya
Banyak terdengar suara dentuman di sekeliling kami
Tapi ia terus berlari tanpa arah yang jelas
Pada satu titik ia berhenti
Namun, aku tak tahu kami ada dimana?
Sebab ia tak melepas penutup mataku
Aku merasa ada cairan aneh menetes ke wajahku
Aku tak tahu apa itu?
Aku hanya bisa mendengar suara lirih dari mahluk besar itu
Kemudian ia mengatakan sesuatu kepadaku
Ia berkata….
Allahu akbar…Allahu akbar…Allahu akbar

Tiba-tiba suranya menjadi pelan
Dan ada cairan kental aneh menetes di seluruh tubuhku
Aku tak tahu apa yang terjadi?
Karena pandanganku tertutup secarik kain
Yang aku tahu….
Mahluk besar itu memelukku sambil tertidur
Ku coba meraba tubuhnya
Dan tak ada gerakan apapun dari-Nya
Aku menangis dan memukul-mukul dadanya
Aku tak tahu apa yang terjadi pada-Nya?
Aku hanya bisa menangis, menangis, dan menangis
Tangisanku membuat mahluk besar lainnya datang
Aku pun dibawa oleh mahluk besar aneh tanpa wajah
Dan mahluk besar tertidur tadi dibawa entah kemana?

Berhenti di suatu tempat…
Mahluk besar tanpa wajah itu melepas penutup mataku
Aku pun mulai memandang dunia
Banyak mahluk besar mengelilingi diriku
Dengan berteriak….
Allahu akbar…Allahuakbar…Allahu akbar
Aku pun tersenyum dan tertawa riang gembira
Mahluk besar tanpa wajah itu juga terlihat bahagia
Saat ku mulai tumbuh menjadi mahluk besar juga
Akhirnya aku mengerti apa yang terjadi sebenarnya
Aku adalah satu-satunya mutiara yang selamat
Dari percobaan pembunuhan sadis penjajah biadab

Malang, 20 Mei 2021

Sumber gambar :
https://pixabay.com/id/photos/anak-gadis-mata-yang-cantik-1786782/

Baca juga:

PAAI : Aku Mencintaimu

indriani (123)

Bagikan Yok!