November 30, 2021

IMBICOM

Tulisanmu Suaraku Suaramu Suara Kita

Puisi : Mensyukuri Ciptaan Tuhan

Puisi : Mensyukuri Ciptaan Tuhan

Puisi : Mensyukuri Ciptaan Tuhan

Bali Si Pemikat Hati

Pikiranku jenuh menatap kota penuh berisi besi rongsokan
Kebisingannya mengganggu ketenangan jiwa
Udara yang kuhirup setiap hari tlah tercemar polusi yang industri
Jalan-jalan trotoar terlumuri sampah-sampah pribadi
Aliran sungai tlah tercemar limbah jahat pribumi
Tempat ini tak layak untuk kutinggali sekarang ini
Suasananya tlah membuat hati dan jiwaku bersedih
Seluruh tubuhku tlah ter nodai oleh kuman-kuman tak tahu diri
Semuanya tlah kacau balau di kota metropolitan ini
Sebaiknya aku segera pergi jauh dari sini
Mencari kedamaian batih di tempat lain yang layak tuk disinggahi
Maafkan aku jika harus pergi dan melupakan semua kenangan lama disini
Sebab, aku sudah tak tahan tuk hidup di tempat seburuk ini
Kumenelusuri setiap halaman di dunia maya tuk mencari dunia surgawi
Akhirnya mataku berhasil menemukan satu tempat yang memikat hati
Sebuah tempat di mana belum banyak terjamah oleh tangan makhluk bumi
Suasana begitu asri dan dipenuhi pepohonan rindang yang menari-nari
Siapa pun yang melihat pasti akan langsung jatuh hati
Suara gemercik air terjun menemani Setiap insan yang tengah sendiri
Suasana macam itulah yang selama ini aku cari
Berteduh pada sebuah tempat yang masih alami
Sudah kuputuskan tuk memantapkan hati menetap di sana
Bersama orang-orang yang penuh keramahan pada sesama
Tak peduli suku ras ataupun agama
Mereka senantiasa hidup dalam satu harmoni
Inilah sebenarnya rumah yang pantas tuk ditinggali
Oleh semua manusia di bumi ini
Karena inilah Bali tempat dambaan setiap para insani
Sebuah tempat penuh misteri sekaligus memikat hati
Berjejer ribuan pantai melambai yang ingin di hampiri
Tidak ada tempat lain yang sebanding dengan ini
Sepertinya hatiku tlah terpikat kepada Bali
Rumah Ciptaan Tuhan pemilik dunia fana ini
Sesaat setelah kuinjakkan kaki di pantainya
Rasa penat dalam pikiranku terhempas begitu saja
Ini baru namanya kehidupan
Kehidupan yang penuh dengan kedamaian hakiki
Terima kasih atas karunia Tuhan sang pemberi rezeki
Yang tlah menciptakan Bali seindah surga dalam mimpi
Inilah tempat persinggahanku sampai masa tuaku nanti

BACA JUGA :   Daur Ulang Sampah Jadi Kerajinan Nan Cantik

Puisi Kedua :
Si Surga Dunia

Orang asing bilang negeriku adalah surga dunia
Sebuah tempat yang menyimpan sejuta keindahan
Keindahan yang tak ada di belahan bumi lain
Mereka semua berbondong-bondong masuk ke negeriku
Tuk merasakan bagaimana hidup bersama pribumi yang murah hati
Mereka bilang orang pribumi itu baik hati
Selalu murah senyum kepada setiap orang yang mampir kemari
Sekali tinggal mereka tak mau pergi
Karena hati mereka telah terpikat kepada negeriku ini
Saat perpisahan hampir tiba beberapa hari lagi
Tangisannya semakin menjadi-jadi
Takut, jikalau tak bisa kembali lagi kesini
Walau persinggahan hanya sekejap saja
Mereka merasa seperti berada di rumah sendiri
Sedih rasanya jikalau harus pergi
Namun, apalah daya mereka….
Keluarganya menantinya tuk pulang kembali
Negeriku ini memang pintar memikat setiap hati
Pada setiap insan yang singgah kemari tuk mencari kedamaian diri
Aku bersyukur telah lahir di surga dunia ini
Tempat para insan yang punya keramahan hati
Terima kasih atas pemberian ini wahai sang pemberi rezeki
Kau telah menempatkan aku pada tempat sebaik ini
Aku sungguh beruntung….
Aku adalah makhluk paling beruntung di seluruh dunia
Sekali lagi kuucapkan….
Terima kasih, terima kasih, dan terima kasih
Untuk hadiah paling indah dalam kehidupan zaman ini
Terima kasih tlah menciptakan negeri dengan sejuta kenikmatan
Aku tak akan pergi dari rumahku ini
Karena inilah negeriku, Indonesia

Sumber gambar :
https://pixabay.com/id/photos/jurang-pesisir-pantai-pulau-5954980/

Baca juga :

PAAI : Aku Mencintaimu

indriani (123)

Bagikan Yok!