November 30, 2021

IMBICOM

Tulisanmu Suaraku Suaramu Suara Kita

Teks Dialog : Terima Saja Takdirmu Ikan Badut

Teks Dialog : Terima Saja Takdirmu Ikan Badut

Teks Dialog : Terima Saja Takdirmu Ikan Badut

Di sebuah lautan lepas, hiduplah seekor ikan badut yang mempunyai impian tidak wajar. Si kepiting temannya, sampai menertawakan dirinya karena impian anehnya itu. Apa impian ikan badut?, Mari kita simak percakapannya dengan kepiting berikut ini,

Kepiting : Selamat pagi Ikan badut, Bagaimana kabarmu hari ini?.

Ikan Badut : Selamat lagi juga untukmu kepiting. Kabarku baik, kalau kamu?.

Kepiting : Aku juga baik. Kau ke mana saja beberapa hari ini?. Sudah lama aku tidak melihatmu, aku sangat merindukanmu wahai teman baikku.

Ikan badut : Maafkan aku jika beberapa hari ini aku tidak mengunjungimu. Seminggu terakhir ini aku tengah sibuk memperhatikan sesuatu.

Kepiting : Bolehkah aku mengetahuinya, apa yang sedang kamu perhatikan?

Ikan badut : Aku sedang memperhatikan kehidupan hewan-hewan di darat.

Kepiting : Kenapa kau memperhatikannya ikan badut?

Ikan badut : Kau tahu kepiting, aku sangat iri denganmu yang bisa hidup di dua alam. Di darat dan di air. Aku ingin sekali bisa hidup di darat sepertimu. Hidup di alam terbuka dengan suasana alam yang begitu menakjubkan mata, serta bisa berlarian bebas kesana kemari . Kalian hewan darat punya kekuatan yang super kuat untuk menghindari pemangsa. Dengan kaki yang kalian miliki, kalian bisa berlari cepat menghindarinya. Sementara aku, hanya punya sirip kecil yang tidak berguna sama sekali. Aku tidak bisa menghindari para pemangsa secepat kalian.

Kepiting : Jangan berpikir seperti itu ikan badut. Hidup di darat atau di air itu sama saja. Kamu pikir hidup di darat itu enak, kenyataannya sama saja ikan badut. Malah di darat itu jauh lebih berat dibandingkan di laut. Di darat kita lebih sering bertemu dengan manusia. Mereka bisa menangkap kami sewaktu-waktu tanpa kami duga. Seharusnya kamu bersyukur ditakdirkan hidup di laut. Dengan hidup di bawah laut, justru kesempatan manusia untuk menangkapmu itu sangat kecil.

BACA JUGA :   Kunjungi Kota Tegal, Menteri KKP Janji Bangun Pelabuhan¬†

Ikan Badut : Maksudnya bagaimana kepiting?. Aku tidak mengerti, bisakah kamu jelaskan lagi kepadaku.

Kepiting : Ya ampun ikan badut, dari tadi aku bicara panjang lebar kamu tidak paham apa yang aku jelaskan. Pada intinya, kesempatan untukmu di mangsa oleh manusia itu kecil, karena mereka tidak dapat hidup di air lebih lama. Sementara kami yang di darat, punya ancaman jauh lebih besar untuk dimangsa. Karena daratan adalah tempat kekuasaan mereka.

Ikan badut : Benarkah yang kau katakan itu wahai kepiting?

Kepiting : Tentu saja benar, kalau kau tidak percaya, coba saja kau keluar dari air beberapa menit saja. Pasti para manusia itu akan langsung mengetahui keberadaanmu. Kau akan kesusahan menghindari mereka. Kau tahu, meskipun seekor hewan diberikan kelebihan untuk bisa berlari dengan cepat, manusia selalu punya cara cerdik untuk menangkap kami. Sekeras apa pun dan sehebat apa pun kekuatan yang kami miliki. Itu semua tidak sebanding dengan apa yang dimiliki oleh manusia. Karena manusia punya sesuatu yang tidak kami miliki.

Ikan badut : Apa yang kau maksud itu kepiting?. Apa yang dimiliki oleh manusia sehingga semua hewan takut dengan mereka?, Beritahu aku!.

Kepiting : sesuatu itu adalah otak.

Ikan badut : Otak? Bukankah hewan juga punya otak?.

Kepiting : Tapi ini sangat berbeda dengan yang kita miliki. Otak mereka jauh lebih canggih dibandingkan otak kita.
Ikan badut : Maksudmu?, Aku semakin tidak paham dengan apa yang kau jelaskan.

Kepiting : Aku juga tidak terlalu mengerti ikan badut. Sudahlah, lupakan saja impian aneh mu itu. Kalau Tuhan sudah menakdirkanmu untuk hidup di laut, berarti itu yang terbaik bagimu. Syukurilah apa yang ada dalam dirimu. Kalau kau berkata buruk tentang dirimu, itu sama saja kau mencela ciptaannya Tuhan. Kamu tidak mau kan tuhan sampai murka kepadamu karena kau telah menghina ciptaannya?.

BACA JUGA :   6 Kebiasaan Yang Dapat Menjaga Matamu..!!

Ikan badut : Tidak, aku tidak mau sampai mendapatkan murkanya.

Kepiting : Kalau begitu kau harus melupakan impian anehmu itu dan jalanilah hidupmu apa adanya.

Ikan badut : Kau benar kepiting, seharusnya aku bersyukur. Terima kasih kau sudah mengingatkanku, kepiting.

Kepiting : Sama-sama ikan badut. Aku harap kau belajar dari masalah ini.

Ikan badut : aku tlah mendapatkan pelajarannya, kepiting. Kalau begitu aku pergi dulu, ya. Hari sudah mulai gelap.

Kepiting : Baiklah, sampai jumpa ikan badut.

Ikan badut : sampai jumpa kepiting.

Sumber gambar :
https://pixabay.com/id/photos/ikan-anemon-ikan-badut-akuarium-1496866/

Baca juga :

Cerita Cintaku : Kebohongan Berbuah Karma

indriani (123)

Bagikan Yok!