November 30, 2021

IMBICOM

Tulisanmu Suaraku Suaramu Suara Kita

Puisi:Kasih Sayang Keluarga

Puisi : Kasih Sayang Keluarga

Puisi : Kasih Sayang Keluarga

Terima kasih Ibu

Seorang wanita tangguh hidup di berbagai masa
Di setiap negara sosoknya selalu menginspirasi
Semua orang begitu hormat dan taat kepadanya
Lelah keringatnya mencari sesuap nasi membuatku bersimpati
Tak ada satu pun orang yang bisa sebanding dengannya
Ia bagaikan permata yang hanya ada satu di lautan
Siapa pun yang melihat Kilauan mata indahnya pasti akan takjub
Hati yang keras akan luluh seketika
Hati yang bersedih akan bergembira seketika
Suara lembut dari bibir merah meronanya
Begitu menggetarkan jiwa bagi para pendengarnya
Aku sang darah dagingnya begitu takjub terhadap sosoknya
Bagiku dia bukanlah wanita biasa
Melainkan superhero di dunia nyata
Namun….
Banyak kaum pria yang mencela dirinya
Mereka bilang….
Ia hanyalah sekuntum bunga yang lemah
Mereka juga bilang…
Pendidikan rendah cukup baginya
Buat apa mengejar pendidikan setinggi langit
Jikalau akhirnya masuk ke dapur juga
Mendengar cemoohan itu….
Telingaku serasa panas mendengarnya
Mereka pikir mereka siapa
Berani mencelanya seperti itu
Mereka itu seperti kacang lupa kulitnya
Tanpa kantung kebaikan seorang wanita
Tak mungkin mereka bisa hadir ke dunia
Ingatlah kaum pria…
Ia rela melupakan mimpi-mimpinya
Hanya untuk mengabdikan hidupnya untukmu
Ia rela berpura-pura sudah makan
Hanya agar kau bisa makan tanpa kekurangan
Ia rela membanting tulang
Hanya agar kau tak merasa terbebani
Cobalah memahami dirinya
Jangan terus menuntutnya tuk jadi sempurna
Ia juga seorang manusia sama sepertimu
Ia bukanlah robot yang harus mematuhi setiap perintahmu
Ia juga punya akal dan perasaan sama sepertimu
Satu hal lagi…
Ia rela meninggalkan rumah keluarganya
Hanya untuk mengurus kehidupanmu dan keluargamu
Kau tahu…
Banyak beban tanggung jawab yang harus dipikulnya
Sementara kalian para pria…
Beban kalian hanyalah satu
Beban kalian hanyalah sebagai tulang punggung keluarga
Tapi mengapa kalian juga membebankan ini kepadanya
Sekali lagi aku mohon…
Hilangkan pikiran bahwa wanita itu lemah
Hilangkan pikiran itu sejauh-jauhnya
Bila kalian berani melontarkan satu kata hina kepadanya
Sama saja kau telah melukai hati ibundamu sendiri
Sebuah daun tak lengkap tanpa bunga
Sebuah rumah tak lengkap tanpa seorang wanita
Berterima kasihlah pada para wanita
Khususnya teruntuk ibunda tercinta

BACA JUGA :   Lirik Lagu Fiersa Besari - Cepat Pulih Dalam Bahasa Korea

Puisi Kedua:

Keluargaku Hidupku

Hidup di tanah terasing….
Membuatku rindu akan kehadiran sosok keluarga
Suara gelak tawa peri-peri kecil
Suara bising pertengkaran para tetua
Suara kelembutan para wanita
Hadir mengisi gubuk tua reyot yang termakan zaman
Setiap hari pasti ada saja drama yang terjadi
Entah itu masalah para peri atau para tetua
Aku sangat rindu dengan semua momen itu
Ada satu momen yang membuat semuanya bahagia
Momen pernikahan adalah momen membahagiakan
Bagi semua keluarga di dunia ini
Seluruh keluarga berkumpul dan bersenda gurau bersama
Para peri kecil berlarian ke sana kemari menghibur semuanya
Para wanita sibuk menghiasi sang pengantin perempuan
Para tetua sibuk menyambut kedatangan para tamu
Para lajang sibuk menyiapkan sang pengantin pria
Aku sangat rindu akan momen-momen bahagia itu
Kini….
Aku tlah terpisah jauh dari mereka semua
Hidup seorang diri pada sebuah gubuk kecil yang sepi
Mencoba mengadu nasib tuk hidup yang lebih baik
Dulu….
Aku sangat membenci kehadiran mereka
Namun setelah terpisah jauh dari mereka
Aku sadar bahwa mereka sangat berarti dalam hidupku
Dulu hidupku terasa mudah bersama mereka
Sekarang hidupku terasa sulit tanpa mereka
Kini aku tlah mengerti
Hidupku jauh lebih indah
Bila hidup bersama keluarga tercinta

Sumber gambar :
https://pixabay.com/id/photos/semangat-tim-kerja-tim-masyarakat-2447163/

Baca juga :

Cerita Cintaku : Hukuman Bagi Sang Pelaku Cinta Monyet 2

indriani (123)

Bagikan Yok!