November 30, 2021

IMBICOM

Tulisanmu Suaraku Suaramu Suara Kita

Takut Belajar Agama? Sebuah Refleksi Kehidupan Dalam Beragama

Takut Belajar Agama? : Sebuah Refleksi dalam Kehidupan Beragama
Oleh Fitria Candra Ningrum
“ Saya tidak mau melanjutkan sekolah yang banyak agamanya,takut suruh hapalan banyak”.
Ya begitulah respon teman-teman saya setelah mendengar bahwa saya akan melanjutkan pendidikan ke sebuah sekolah yang notabennya banyak belajar ilmu agama. Dalam pikiranku,itu bukanlah sekedar respon saja, tetapi ada sedikit unsur mengejek. Sebab waktu itu saat masih duduk dibangku sekolah saya memang tidak pandai di bidang akademik dan mereka menganggap bahwa sekolah yang berbasis agama itu posisinya lebih rendah dibanding sekolah yang pada umumnya.

Berbicara tentang agama, ia adalah suatu kepercayaan yang berfungsi sebagai penghubung makhluk dengan Tuhan nya, yang mana bisa dikatakan bahwa, ketika kita lebih banyak memperlajari ilmu agama, maka kita bisa menjadi lebih dekat dengan Tuhan.
Sebelum lulus dari sekolah dasar saya sudah sejak awal meyakinkan diri saya untuk melanjutkan ke sekolah yang berbasis agama islam, bukan sekolah umum,yang mana dalam bahasa agamanya disebut madrasah. Awalnya, saya hanya ingin mengikuti kaka saya. Alhasil saya lulus dengan nilai yang tidak terlalu tinggi, dan saya langsung mendaftarkan diri ke sekolah yang saya inginkan itu dan akhirnya diterima. Saya bahagia, tapi agak sedikit kepikiran dengan perkataan teman-temanku, apa iya disini bakalan dibikin pusing dengan segala macam hafalannya tentang agama?.

Hari-hari di sekolah terlewati dengan sangat menyenangkan, ternyata tidak seperti apa yang dikatakan teman-teman saya waktu itu. Justru belajar agama itu menyenangkan, selain menambah ilmu baru, kehidupan kita pun menjadi lebih tertata,moral yang baik, tatakrama dan tatabahasa lebih tertata, ya saya merasakan hal tersebut. Banyak perubahan yang baik dalam diri saya. Alhasil setelah lulus dari sekolah tersebut saya pula melanjutkan ke sekolah berbasis islami lagi yaitu Madrasah Aliyah,dan setelah lulus saya diterima di Universitas yang berbasis Agama Islam pula, sungguh tidak menyangka, yang mana saya pikir agama telah menuntun saya ke jalan yang penuh kebaikan. Hal hal positif telah banyak saya dapatkan setelah mengenyam penidikan di madrasah dan saya pun tidak merasa rugi ataupun menyesal.

BACA JUGA :   Lirik Drivers License - Olivia Rodrigo dan Terjemahan

Tidak berhenti di situ saja, ternyata anggapan takut belajar agama pun masih sampai saat ini seringkali saya dengar. Padahal fungsi agama sendiri pun sangat penting bagi kehidupan manusia. Memang benar istilah “belum coba belum tau” , mereka tidak akan tau bagaimana rasanya belajar tentang agama ketika mereka tidak mau mencobanya. Agama mengajarkan hal hal tentang kebaikan, keburukan itu datang dari pikiran manusia itu sendiri. Tidak perlu takut untuk belajar tentang agama, takutlah kalian jika kalian tidak mau belajar dan tidak mengerti apa apa. Tidak ada yang perlu ditakutkan dalam belajar, apalagi belajar tentang agama. Ilmu bisa kita dapatkan ketika kita mau mempelajarinya.

Bagikan Yok!