November 30, 2021

IMBICOM

Tulisanmu Suaraku Suaramu Suara Kita

Teks Dialog : Kelinci Pembohong Kena Karma

Kelinci Pembohong Kena Karma

Teks Dialog : Kelinci Pembohong Kena Karma

Suasana hutan tengah sepi, si kelinci merasa bosan dengan keadaan ini. Dia pun mulai memikirkan sesuatu agar terhindar dari rasa bosan.

Kelinci : Sepi amat nih hutan. Enaknya nglakuin apa ya agar rasa bosan ini hilang dari diriku. Uhhh, bosan, sangat bosan. Tidak ada kejadian menarik di hutan ini.

Tiba-tiba si tupai datang menemui kelinci.

Kelinci : Tupai, sedang apa kamu di sini?.

Tupai : aku mau memberikan kue buatanku kepadamu kelinci. Aku harap kamu suka ya kue buatanku ini. Maaf jika rasanya kurang enak, karena aku baru belajar membuatnya.

Kelinci : Sini, biar aku coba kue buatanmu.

Tupai : Ini kuenya kelinci, terimalah.

Kelinci memakan kue itu perlahan sambil lidahnya bekerja untuk mencari tahu apakah rasanya enak atau tidak. Tiba-tiba kelinci berhenti mengunyah. Menurutnya, rasa kue itu sama sekali tidak enak. Namun karena tidak mau menyakiti hati tupai, ia pun terpaksa berbohong.

Kelinci : Tupai, kue buatanku ini enak. Benar-benar enak. Aku suka.

Tupai : Syukurlah kalau kamu menyukainya. Kamu mau lagi, ini aku masih ada banyak.

Kelinci : Eh, tidak perlu tupai. Ini saja sudah cukup. Bagikan saja ke hewan-hewan lainnya. Mereka patut merasakan kue selezat ini. Aku takut kalau aku mengambil semuanya, teman-teman yang lain tidak akan tahu bahwa ada kue seenak ini di hutan.

Tupai : kamu benar kelinci. Ya udah, aku keliling dulu ya, bagi-bagi kue ini ke yang lain. Sampai jumpa kelinci.

Kelinci : sampai jumpa tupai.
Setelah tupai pergi, kelinci langsung memuntahkan kuenya ke tanah. Supaya tidak ketahuan oleh si tupai, kelinci mengubur muntahan kuenya itu ke dalam tanah. Sementara itu, tupai sibuk membagikan kuenya ke hewan lainnya di hutan. Pertama-tama ia mengunjungi rumah ibu serigala.

BACA JUGA :   Pilu Wajah Penguasa

Tupai : Ibu serigala, ada di rumah tidak?.

Ibu serigala : Masuk saja tupai, pintunya tidak dikunci.

Tupai : Ibu serigala, boleh aku mengganggu waktumu sebentar saja?

Ibu Serigala : Oh iya, ada apa tupai?

Tupai : begini ibu serigala, saya mau membagikan kue buatan saya ini kepada ibu, mohon diterima ya?.

Ibu serigala : Ya ampun, kuenya cantik sekali. Kamu taruh di atas meja makan ya, saya mau menidurkan anak-anak dulu. Oh ya kamu mau minum apa?.

Tupai : Tidak perlu ibu serigala. Saya mau lanjut keliling dulu.

Ibu serigala : Baiklah kalau itu maumu.

Tupai : Saya pamit ya, Bu?.
Ibu serigala : Iya tupai. Jangan lupa tutup pintunya, ya?

Tupai : Iya ibu serigala.
Semua hewan sudah mendapatkan kuenya. Namun, tinggal satu hewan yang belum dapat, yaitu si Burung Hantu bijak. Si Tupai pun langsung pergi ke rumah Burung Hantu bijak

Tupai : Pak burung hantu, boleh saya masuk?.

Burung hantu : Masuklah, tupai. Ada apa gerangan kau ke rumahku pagi-pagi?.

Tupai : Saya mau membagikan kue buatan saya kepada bapak. Semuanya hewan sudah dapat, dan kue terakhir ini untuk bapak. Silahkan diterima pak.

Burung hantu : Oh kebetulan aku belum sarapan. Kamu datang di waktu yang tepat. Baiklah, akan aku makan sekarang.

Burung hantu mencoba kue buatan tupai. Namun, ketika satu gigitan pertama sudah berada di mulutnya, tiba-tiba ia memuntahkan kuenya. Tupai sangat sedih melihat kuenya dimuntahkan di depannya.

Tupai : kenapa bapak muntahkan kuenya?, padahal yang lain menyukai kue saya. Bapak keterlaluan, saya sudah capek-capek membuatnya.

Burung hantu : Seharusnya aku yang marah kepadamu, kau telah memberikan kue tidak enak kepadaku. Kalau tidak percaya coba saja sendiri kuemu ini.
Si burung hantu memasukkan kue itu ke dalam mulut tupai secara paksa. Setelah mencicipi kuenya sendiri, tupai juga langsung memuntahkan kuenya.

BACA JUGA :   Puisi Secarik Kertas Karya Andreas Rio Pamungkas

Tupai : Bapak benar, kuenya tidak enak. Tapi, kenapa Kelinci tadi bilangnya enak ya.
Burung hantu : kamu mau saja dibohongi oleh kelinci. Dia itu tukang tipu.

Tupai : Dasar kelinci, berani sekali dia sudah menipuku. Akan aku balas perbuatanmu ini.
Burung hantu : jangan emosi tupai, biarkan alam yang membalasnya. Jangan membalas kejahatan dengan kejahatan. Tenangkan dirimu.

Tupai : Terima kasih atas nasihatnya pak burung hantu. Kalau begitu saya pamit dulu, saya mau mengambil lagi kue-kue yang sudah saya bagikan ke hewan lainnya.

Burung hantu : Baiklah, ingat nasihatku tadi ya tupai?

Tupai : iya pak, bapak tenang saja. Aku tidak akan melakukan apa pun kepada kelinci, biarkan alam yang membalas perbuatannya padaku. Suatu saat dia pasti akan kena karmanya sendiri.

Karena sudah membohongi tupai, kelinci pun kena batunya. Tak sengaja di jalan ia menemukan wortel yang tergeletak, dia pun mengambilnya. Tapi, ketika mau membawanya pergi, tiba-tiba Pak tani muncul di hadapannya. Ia melihat kelinci membawa wortelnya dan menuduhnya sebagai pencuri.

Kelinci sudah beberapa kali menjelaskan bahwa ia menemukan wortel itu dan tidak mencurinya, tapi pak tani tidak percaya akan ucapannya itu. Akhirnya si kelinci dibawa oleh pak tani ke rumahnya dan dikurung dalam sebuah gudang.

Sumber gambar :
https://pixabay.com/id/photos/kelinci-deco-kelinci-dekorasi-1228281/

Baca juga :

Cerita Cintaku : Awal Masuk Sekolah SMP

indriani (123)

Bagikan Yok!