November 30, 2021

IMBICOM

Tulisanmu Suaraku Suaramu Suara Kita

Spoiler Kasih Abadi Bab 38

Senja sedang menuju kantin dengan sedikit terburu-buru. Niat awalnya ingin membaca buku namun diurungkan karena perutnya yang kelaparan. Saat ia sedang terburu-buru, tiba-tiba saja ada seseorang yang membekap mulutnya dari belakang. Dengan reflek Senja mencoba untuk melepas bekapan orang tersebut. Namun usahanya gagal, sekuat apapun Senja ia tetap tidak bisa mengalahkan kekuatan laki-laki. Sampai akhirnya mereka berada di lorong kecil antara kelas 11 dan 12.
“Ini siapa sih? Ya kali gue diculik. Nekad banget culik anak orang di sekolah. Mana pas jam sekolah lagi.” Batin Senja.
Sesampainya di sana, laki-laki itu membuka bekapan tangannya dari mulut Senja. Senja yang sudah siap memprotes perlakuan laki-laki tersebut justru terdiam. Bagaimana tidak sekarang, dihadapannya ada Magenta dengan senyuman tulusnya.
“Mau lu apa… Kak Magenta.” Kata Senja yang terkejut dengan kehadiran Magenta.
“Sorry kalau gue ngagetin lu.”
“Nggak kaget lagi Kak. Udah jantungan kali.”
“Sorry.”
“Bercandanya nggak lucu.”
“Ya kalau lucu gue jadi pelawak.”
Magenta dibuat gemas dengan Senja yang masih ngambek. Senja sedikit memanyunkan bibirnya tanda kalau a masih marah dengan perlakuan Magenta.
“Kak Magen mau ngapain sih?”
“Gue mau ngomong sesuatu sama lu.”
“Ya kalau ngomong kan bisa di kantin, perpus atau kemana kek.”
“Bego banget kenapa gue nggak kepikiran ya? Mana tadi gue pake acara bekap mulut Senja. Faedahnya apa coba. Kenapa gue mendadak bego ya dengan apapun yang brhubungan sama Senja.” Batin Magenta.
“Kak, emang harus ngomong di sini?”
“Nggak juga sih.”
Kruukk… di tengah situasi yang canggung ini perut Senja justru bunyi.
“Aduh perut. Malu-maluin banget sih. Kenapa harus bunyi di depan Kak Magen.” Batin Senja.
Magenta mendengar suara perut Senja yang berbunyi. Ia mendadak bingung harus meresponnya dengan bagaimana.
“Kita ngobrol di kantin aja yuk.”

Bagikan Yok!
BACA JUGA :   Ngantor Gak di Kantor