November 30, 2021

IMBICOM

Tulisanmu Suaraku Suaramu Suara Kita

Spoiler Kasih Abadi BAB 34

Tiga hari setelah resepsi pernikahan Kasih tidak pernah bertemu Abadi. Padahal ia sudah mencari Abadi di seluruh sekolah bahkan di kelas Abadi, namun hasilnya masih nihil. Tiba-tiba saja Senja yang tadinya pamit ke toilet, sekarang sedang menghampiri Kasih dengan terburu-buru.
“Kasiih.” Teriak Senja dengan napas yang terengah-engah.
“Ada apa sih? Heboh banget lu.”
“Gue tadi lihat Abadi di parkiran motor.”
Kasih yang mendengar perkataan Senja segera berlari menuju parkiran. Kasih tidak mau lagi melewatkan kesempatan kali ini.
“Abadi mana ya.” Kata Kasih sambil menoleh kanan dan kiri mencari keberadaan Abadi.
Abadi yang dicari justru muncul dari arah yang berlawanan. Abadi sedang mengendarai motor lengkap dengan helm yang ia pakai. Kasih sedikit terkejut dengan sorot mata Abadi yang kembali dingin.
“Hai.” Sapa Kasih sambil melambaikan tangannya kearah Abadi.
Sedangkan Abadi yang menerima perlakuan Kasih, hanya terdiam sambil memalingkan pandangannya. Kasih yang mendapat perlakuan dingin dari Abadi seketika membeku di tempat ia berdiri.
“Gue ada salah apa ya? Atau ada hubungannya sama kejadian di resepsi pernikahan mama sama ayah.”
Kasih tidak mengira ternyata perlakuan dingin Abadi terhadapnya sudah bertahan lebih dari seminggu. Awalnya Kasih mengira mungkin saja Abadi membutuhkan waktu untuk sendiri dan menenangkan diri. Namun perkiraan Kasih salah. Semakin Kasih mencoba untuk memahami kondisi Abadi. Semakin membuat jarak diantara keduanya merenggang.
“Kenapa gue merasa hubungan gue sama Abadi makin renggang ya. Sebenarnya sebesar apa masalah yang terjadi antara ayah sama tante Rena. Gue pengen sih tanya ke ayah. Tapi gue nggak mau ayah kepikiran. Ayah kan harus fokus ke kesehatannya.”
Kasih yang dibuat bingung dengan situasi saat ini tanpa ia sadari sudah memberantakan rambutnya sendiri.
“Mikirin apa sih?” tanya Kala sambil duduk di samping Kasih.
“Kala, lu sejak kapan di sini?”

Bagikan Yok!
BACA JUGA :   Spoiler Kasih Abadi Bab 38