November 30, 2021

IMBICOM

Tulisanmu Suaraku Suaramu Suara Kita

Spoiler Kasih Abadi BAB 32

Keesokan harinya Kasih tampak sibuk memasak opor ayam untuk ayahnya. Sudah lama sekali ia ingin merasakan momen seperti ini. Kasih membagi tugas dengan mamanya. Kasih yang memasak dan mamanya yang menyiapkan meja makan. Kasih berharap ayahnya suka dengan acara penyambutannya kali ini. Tanpa terasa sudah 2 jam Kasih dan Maya sibuk di dapur. Setelah selesai dengan urusan dapur, mereka kembali ke kamar masing-masing dan bersiap-siap untuk menyambut Raman.
Saat ini Kasih dan Maya sedang menunggu kedatangan Raman di ruang tamu. Kasih yang merasa sangat gugup memnggenggam tangan mamanya. Maya mengelus pelan tangan Kasih yang berada dalam genggamannya untuk menenangkan Kasih. Tiba-tiba mereka dikejutkan dengan ketukan pintu, Maya bergegas membuka pintu. Betapa terkejutnya Maya melihat Raman dengan seragam lengkapnya ketika menjadi pilot. Ia terlihat sangat berbeda dengan Raman yang Maya temui beberapa hari yang lalu. Kasih yang senang dengan keberadaan ayahnya tanpa canggung segera memeluk Raman. Kasih senang sekali melihat Raman berpakaian rapi seperti ini. Kasih seakan melihat ayahnya yang dulu pergi sekarang datang lagi. Ia lebih suka melihat ayahnya berdandan rapi seperti ini. Tak lupa Maya mempersilahkan Raman untuk duduk di ruang tamu. Raman pun mengawali pertemuan kali ini dengan meminta maaf pada Kasih dan Maya yang sudah ia tinggalkan. Ia juga meminta maaf karena sudah lepas tanggung jawab sebagai ayah sekaligus suami dalam keluarga kecilnya. Raman juga menceritakan apa yang membuatnya memutuskan untuk meninggalkan keluarga dan pekerjaan serta kejadian yang terjadi antara ia dan keluarga Rendy.
“Sebenarnya setahun yang lalu aku pergi ke rumah kita yang dulu. Tapi ternyata kalian udah pindah. Aku tanya ke tetangga juga nggak ada yang tahu. Akhirnya aku memutuskan untuk menghubungi teman-teman kamu May. Dan aku mendapatkan alamat rumah ini dari Ella teman dekat kamu dari SMA. Awalnya dia tidak langsung memberikan alamat rumah ini. Akhirnya aku menceritakan semua hal yang terjadi pada keluarga kita dan Ella memberikan alamat rumah ini untuk kebaikan keluarga kita.”
“Ella memang teman terbaik dalam hidupku. Bahkan sekarang dia juga berhasil menyatukan keluaga kita.” Kata Maya.
“Aku beruntung banget punya istri sebaik kamu dan putri sepengertian Kasih. Kalian punya hati yang karena masih bisa menerima aku sebagai bagian dari rumah ini.” Kata Raman terharu dengan ucapan Maya.

Bagikan Yok!
BACA JUGA :   Aku Adalah Keinginan