November 30, 2021

IMBICOM

Tulisanmu Suaraku Suaramu Suara Kita

Catatan Kecil dari Piala Thomas: Strategi dan Keberuntungan

Sebuah penantian panjang, terjawab sudah. Indonesia menjadi juara Piala Thomas 2020.
Kejuaraan Thomas Cup ini seharusnya dilangsungkan pada tahun 2020. Sesuai kalender kegiatan BWF setiap 2 tahun sekali. Bersamaan dengan penyelenggaraan Piala Uber.
Gegara pandemi covid-19 maka turnamen bulutangkis tertua di dunia ini baru bisa dilaksanakan pada tahun 2021. Pada saat penularan virus corona sudah menurun dan vaksinasi sudah terlaksana lebih dari 50% warga masyarakat.
Tahun ini Piala Thomas dilaksanakan di Ceres Arena,Aarhus – Denmark. Waktunya berdekatan dengan pelaksanaan kejuaraan beregu Piala Sudirman. Sayang di kejuaraan Piala Sudirman tim bulutangkis Indonesia belum bisa membawa pulang tropi Piala Sudirman.

Penantian 19 Tahun
Indonesia terakhir kali menjuarai Thomas Cup pada tahun 2002. Setelah itu juara Piala Thomas didominasi oleh tim beregu bulutangkis dari negeri Tirai Bambu China.
Memang sejak China bergabung ke IBF. China dapat merajai dan merebut even-even bulutangkis dunia.
Akan tetapi secara keseluruhan. Indonesia masih unggul dalam perolehan gelar juara Piala Thomas. Dengan gelar juara yang baru saja diraih tahun 2021. Indinesia telah mengoleksi 14 tropi Thomas Cup. Sementara China baru mengantingi 10 gelar juara.
Tetapi China lebih berjaya pada masa-masa akhir ini. Sedangkan Indonesia meraih kegemilangannya pada para awal-awal berdirinya organisasi bulutangkis dunia.
Apapun yang pasti kini Indonesia adalah pemegang gelar juara Piala Thomas. Pengobat rindu yang sudah dinantikan selama 19 tahun.

Strategi dan Keberuntungan
Kemenangan tim bulutangkis Indonesia dalam final Piala Thomas 2020. Tidak terlepas dari strategi yang dijalankan oleh pelatih dan faktor keberuntungan.
Memainkan ganda Fajar Alfian/Mohammad Rian yang hanya berperingkat 7 dunia dan mengistirahatkan Markus Gideon yang menempati peringkat 2 dunia. Tentu dengan perhitungan yang matang. Bukan asal comot. Semua menyangkut strategi besar tim.
Markus Gideon menurut info yang disampaikan oleh pelatih mengalami kelelahan yang berat. Sehingga menjadi sangat riskan untuk diturunkan.
Memang pasangan Markus Gideon/Kevin Sanjaya sudah berjuang mati-matian pada babak perempat final dan semifinal. Sehingga tim Indonesia bisa melaju ke babak final Piala Thomas.
Adapun faktor keberuntungan, kalau boleh disebut begitu, adalah tidak ikutnya pemain-pemain top China pada kejuaraan Thomas Cup kali ini. Mereka adalah Chen Long dan pasangan Li Jun Hui/Liu Yu Chen.
Satu lagi faktor keberuntungan bagi Indonesia adalah cederanya tunggal putra utama China Shi Yu Qi. Pemain andalan China ini cedera ketika main di semifinal melawan Kento Momota dari Jepang.

BACA JUGA :   Enggak Usah Dengar Apa Kata Netizen

Jalannya Laga Final
Angka pertama untuk tim bulutangkis Indonesia diperoleh dari partai tunggal putra pertama.
Anthony Sinisuka Ginting dapat menundukkan perlawanan gigih dari Lu Guang Zu dengan rubber set atau main tiga game.
Sempat kalah di game pertama (18-21). Anthony Sinisuka Ginting bangkit di babak kedua. Menang dengan skor meyakinkan 21-14.
Pada game penentuan terjadi kejar-kejaran perolehan angka. Anthony Sunisuka Ginting berusaha terus menekan lawannya untuk tidak bisa berkembang permainannya.
Pada akhirnya Anthony Sinisuka Ginting dapat mengandaskan perlawanan Lu Guang Zu dengan angka 21-16.
Skor 1-0 untuk tim Thomas Cup Indonesia

Pada partai kedua ganda putra. Tim Indonesia menurunkan pasangan muda Fajar Alfian dan Mohammad Rian. Beruntungnya lawan yang dihadapi adalah pasangan ganda racikan baru dari pelatih China. Mereka adalah pasangan He Ji Ting dan Zhou Hao Dong.
Belum kompaknya pasangan anyar inilah yang dimanfaatkan oleh Fajar Alfian/Mohammad Rian. Sehingga pasangan ganda pertama Indonesia ini dapat meraih kemenangan dengan straight set (dua game langsung).
Game pertama menang dengan angka yang impresif 21-12. Pada game kedua sempat terjadi perlawanan seru dari pasangan He/Zhou. Akan tetapi Fajar Alfian/M. Rian dapat mengunci kemenangan dengan sjor tipis 21-19.
Skor 2-0 untuk tim Piala Thomas Indonesia.

Jonathan Christie tampil sebagai tunggal kedua. Berhadapan dengan tunggal kedua China Li Si Feng.
Sebagai partai yang sangat menentukan bagi kedua tim maka pertandingan berjalan dengan sangat alot. Masing-masing ingin memberikan poin untuk tim bulutangkis negaranya.
Jika Jonathan Christie menang maka selesai sudah babak final. Tidak perlu memainkan dua partao tersisa. Artinya Indonesia keluar sebagai juara Piala Thomas yang baru.
Namun apabila Li Si Feng yang menang. Maka membuka kesempatan bagi tim China untuk memaksakan digelarnya partai keempat. Jika ganda kedua China menang. Maka penentuan siapa juara Piala Thomas 2020 ditentukan oleh hasil tunggal ketiga.
Beruntungnya Jonathan ‘Jojo’ Christie dapat mengatasi tekanan yang maha berat. Tekanan untuk dapat mempersembahkan poin bagi tim Indonesia dan tekanan dari lawannya untuk merebut partai ketiga.
Jonathan Christie dapat mengamankan game pertama dengan perolehan angka 21-14. Sayang pada game kedua Jonathan Christie tidak dapat mengatasi intimidasi dari Li Si Feng. Akibatya Jonathan Christie harus menyerah dengan skor 18-21.
Kedudukan imbang menjadikan game ketiga sangat menegangkan. Membuat penonton ketar-ketir.
Entah bisikan dari mana. Pada game ketiga Jonathan Christie banyak melakukan smash. Padahal biasanya dia jarang sekali melakukan serangan-serangan mematikan melalui smash.
Jonathan Christie menutup game ketiga dengan jumping smash yang tidak dapat dijangkau oleh Li Si Feng. Jojo menang game ketiga dengan skor 21-16.
Skor akhir 3-0 untuk tim Indonesia. Artinya Indonesia menjadi juara Piala Thomas 2020.

BACA JUGA :   Arti Kesuksesan yang Sesungguhnya

Indonesia berhasil memboyong tropi Thomas Cup yang sudah sangat dirindukan oleh seluruh masyarakat Indonesia.
Keberhasilan ini disamping karena usaha keras para pemain. Juga didukung dengan strategi pelatih yang diperhitungkan secara cermat dan akurat.
Bisa juga sedikit faktor keberuntungan.

Apapun. Selamat kepada tim Thomas Cup Indonesia yang sudah berhasil menjuarai Piala Thomas 2020.

Mas Sam

MasSam (81)

Bagikan Yok!