November 30, 2021

IMBICOM

Tulisanmu Suaraku Suaramu Suara Kita

Surat Al An’am Ayat 50 – 54

ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ
🕋 TAFSIR IBNU KATSIR 🕋
ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ
۞ بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيم ۞
اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلےَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدِنِ الْفَاتِحِ لِمَا
أُغْلِقَ وَالْخَاتِمِ لِمَاسَبَقَ نَاصِرِالْحَقِّ بِالْحَقِّ
وَالْهَادِي إِلَےصِرَاطِكَ الْمُسْتَقِيْمِ وَعَلے آلِهِ
وَصَحْبِهِ حَقَّ قَدْرِهِ وَمِقْدَارِهِ العَظِيْمِ،ﷺ
ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ

“SURAT KE 6, AL-AN ‘AAM: 165 AYAT”

▪ Al-An’am, ayat 50-54

قُلْ لَا أَقُولُ لَكُمْ عِنْدِي خَزَائِنُ اللَّهِ وَلَا أَعْلَمُ الْغَيْبَ وَلَا أَقُولُ لَكُمْ إِنِّي مَلَكٌ إِنْ أَتَّبِعُ إِلَّا مَا يُوحَى إِلَيَّ قُلْ هَلْ يَسْتَوِي الْأَعْمَى وَالْبَصِيرُ أَفَلَا تَتَفَكَّرُونَ (50) وَأَنْذِرْ بِهِ الَّذِينَ يَخَافُونَ أَنْ يُحْشَرُوا إِلَى رَبِّهِمْ لَيْسَ لَهُمْ مِنْ دُونِهِ وَلِيٌّ وَلَا شَفِيعٌ لَعَلَّهُمْ يَتَّقُونَ (51) وَلَا تَطْرُدِ الَّذِينَ يَدْعُونَ رَبَّهُمْ بِالْغَدَاةِ وَالْعَشِيِّ يُرِيدُونَ وَجْهَهُ مَا عَلَيْكَ مِنْ حِسَابِهِمْ مِنْ شَيْءٍ وَمَا مِنْ حِسَابِكَ عَلَيْهِمْ مِنْ شَيْءٍ فَتَطْرُدَهُمْ فَتَكُونَ مِنَ الظَّالِمِينَ (52) وَكَذَلِكَ فَتَنَّا بَعْضَهُمْ بِبَعْضٍ لِيَقُولُوا أَهَؤُلَاءِ مَنَّ اللَّهُ عَلَيْهِمْ مِنْ بَيْنِنَا أَلَيْسَ اللَّهُ بِأَعْلَمَ بِالشَّاكِرِينَ (53) وَإِذَا جَاءَكَ الَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِآيَاتِنَا فَقُلْ سَلَامٌ عَلَيْكُمْ كَتَبَ رَبُّكُمْ عَلَى نَفْسِهِ الرَّحْمَةَ أَنَّهُ مَنْ عَمِلَ مِنْكُمْ سُوءًا بِجَهَالَةٍ ثُمَّ تَابَ مِنْ بَعْدِهِ وَأَصْلَحَ فَأَنَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ (54)

Katakanlah, “Aku tidak mengatakan kepada kalian bahwa perbendaharaan Allah ada padaku, dan tidak (pula) aku mengetahui yang gaib dan tidak (pula) aku mengatakan kepada kalian bahwa aku adalah malaikat. Aku tidak mengikuti kecuali apa yang diwahyukan kepadaku.”Katakanlah, “Apakah sama orang yang buta dengan orang yang melihat?” Maka apakah kalian tidak memikirkan(nya)?

Dan berilah peringatan dengan apa yang diwahyukan itu kepada orang-orang yang takut akan dihimpunkan kepada Tuhannya (pada hari kiamat), sedangkan bagi mereka tidak ada seorang pelindung dan pemberi syafaat pun selain dari Allah, agar mereka bertakwa.

Dan janganlah kamu mengusir orang-orang yang menyeru Tuhannya di pagi hari dan petang hari, sedangkan mereka menghendaki keridaan-Nya, Kamu tidak memikul tanggung jawab sedikit pun terhadap perbuatan mereka, dan mereka pun tidak memikul tanggung jawab sedikit pun terhadap perbuatanmu, yang menyebabkan kamu (berhak) mengusir mereka, sehingga kamu termasuk orang-orang yang zalim.

Dan demikianlah telah Kami uji sebagian mereka (orang-orang kaya) dengan sebagian mereka (orang-orang miskin), supaya (orang-orang kaya itu) berkata, “Orang-orang yang semacam inikah di antara kita yang diberi anugerah oleh Allah kepada mereka?” (Allah berfirman), “Tidakkah Allah lebih mengetahui tentang orang-orang yang bersyukur (kepada-Nya)?”

Apabila orang-orang yang beriman kepada ayat-ayat Kami itu datang kepadamu, maka katakanlah, “Salamun ‘alaikum, ” Tuhan kalian telah menetapkan atas diri-Nya kasih sayang, (yaitu) bahwa barang siapa yang berbuat kejahatan di antara kalian lantaran kejahilan, kemudian ia bertobat setelah mengerjakannya dan mengadakan perbaikan, maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”.

Allah Swt. berfirman kepada Rasul-Nya:

قُلْ لَا أَقُولُ لَكُمْ عِنْدِي خَزَائِنُ اللَّهِ

Katakanlah, “Aku tidak mengatakan kepada kalian, bahwa perbendaharaan Allah ada padaku.” (Al-An’am: 50),

Dengan kata lain, aku tidak memilikinya dan tidak pula mengaturnya.

وَلا أَعْلَمُ الْغَيْبَ

“Dan tidak (pula) aku mengetahui yang gaib. (Al-An’am: 50),

Yakni aku pun tidak mengatakan kepada kalian bahwa sesungguhnya aku mengetahui perkara yang gaib, karena sesungguhnya hal yang gaib itu hanya diketahui oleh Allah Swt. saja; dan aku tidak dapat mengetahuinya kecuali sebatas apa yang telah diperlihatkan oleh Allah kepadaku.

BACA JUGA :   Spoiler Kasih Abadi BAB 34

وَلا أَقُولُ لَكُمْ إِنِّي مَلَكٌ

Dan tidak (pula) aku mengatakan kepada kalian bahwa aku adalah malaikat. (Al-An’am: 50),

Artinya, aku tidak mendakwakan diri bahwa diriku adalah malaikat, melainkan hanyalah seorang manusia yang diberi wahyu oleh Allah Swt. Allah Swt. telah memuliakan diriku dengan wahyu itu dan mengaruniaiku dengannya sebagai nikmat dari-Nya. Karena itulah dalam firman selanjutnya disebutkan:

إِنْ أَتَّبِعُ إِلا مَا يُوحَى إِلَيَّ

“Aku tidak mengikuti kecuali apa yang diwahyukan kepadaku. (Al-An’am: 50),

Yakni aku tidak pernah menyimpang darinya barang sejengkal pun, tidak pula kurang dari itu.

قُلْ هَلْ يَسْتَوِي الأعْمَى وَالْبَصِيرُ

Katakanlah, “Apakah sama orang yang buta dan orang yang melihat?” (Al-An’am: 50),

Maksudnya, apakah orang yang mengikuti kebenaran dan mendapat petunjuk kepada perkara yang benar sama dengan orang yang sesat darinya dan tidak mau mengikutinya?

أَفَلا تَتَفَكَّرُونَ

“Maka apakah kalian tidak memikirkannya? (Al-An’am: 50),

Ayat ini semakna dengan ayat lain yang menyebutkan melalui firman-Nya:

أَفَمَنْ يَعْلَمُ أَنَّمَا أُنزلَ إِلَيْكَ مِنْ رَبِّكَ الْحَقُّ كَمَنْ هُوَ أَعْمَى إِنَّمَا يَتَذَكَّرُ أُولُو الألْبَابِ

“Adakah orang yang mengetahui bahwa apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu itu benar sama dengan orang yang buta? Hanyalah orang-orang yang berakal saja yang dapat mengambil pelajaran. (Ar-Ra’d: 19),

Mengenai firman Allah Swt.:

وَأَنْذِرْ بِهِ الَّذِينَ يَخَافُونَ أَنْ يُحْشَرُوا إِلَى رَبِّهِمْ لَيْسَ لَهُمْ مِنْ دُونِهِ وَلِيٌّ وَلا شَفِيعٌ

“Dan berilah peringatan dengan apa yang diwahyukan itu kepada orang-orang yang takut akan dihimpunkan kepada Tuhannya (pada hari kiamat), sedangkan bagi mereka tidak ada seorang pelindung dan pemberi syafaat pun. (Al-An’am: 51).

Artinya, berilah peringatan dengan Al-Qur’an ini, hai Muhammad!

الَّذِينَ هُمْ مِنْ خَشْيَةِ رَبِّهِمْ مُشْفِقُونَ

“Orang-orang yang berhati-hati karena takut akan (azab) Tuhan mereka. (Al-Mu’minun: 57),

Yaitu orang-orang yang takut kepada Tuhannya dan takut kepada hisab yang buruk.


Firman Allah Swt.:

الَّذِينَ يَخَافُونَ أَنْ يُحْشَرُوا إِلَى رَبِّهِمْ

“Dan berilah peringatan dengan apa yang diwahyukan itu kepada orang-orang yang takut akan dihimpunkan kepada Tuhannya. (Al-An’am: 51),
Yakni pada hari kiamat nanti.

لَيْسَ لَهُمْ

“Sedangkan bagi mereka tidak ada. (Al-An’am: 51),
Maksudnya, pada hari itu (hari kiamat).

مِنْ دُونِهِ وَلِيٌّ وَلا شَفِيعٌ

“Seorang pelindung dan pemberi syafaat pun. (Al-An’am: 51),

Yakni tidak ada kaum kerabat bagi mereka dan tidak ada orang yang dapat memberikan pertolongan kepada mereka dari azab Allah, bilamana Allah berkehendak menimpakannya kepada mereka.

لَعَلَّهُمْ يَتَّقُونَ

“Agar mereka bertakwa. (Al-An’am: 51),

Artinya, peringatkanlah akan kejadian hari kiamat ini, karena tidak ada hakim pada hari tersebut kecuali hanya Allah Swt. semata.

لَعَلَّهُمْ يَتَّقُونَ

“Agar mereka bertakwa. (Al-An’am: 51),

Karena itu, lalu mereka mau mengerjakan amal perbuatan di dunia ini, yang menyebabkan Allah menyelamatkan mereka pada hari kiamat nanti dari azab-Nya, dan Allah melipatgandakan pahala-Nya kepada mereka dengan lipat ganda yang banyak.


ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ
❂ واللـــہ اعـلم بالصـــوابــــــ ❂
ﷺ اللَّهُمّ صَلٌ علَےَسَيٌِدِنَاوَمَولآنامُحمَّدْ ﷺ
ﷺ يآرَبٌِ صَلٌ علَیہ وسَلٌِم وبَارِكْ عَلَيَہ ﷺ

❖ “Trimakasih” ❖
ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ
🕋 TAFSIR IBNU KATSIR 🕋
ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ
۞ بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيم ۞
اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلےَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدِنِ الْفَاتِحِ لِمَا
أُغْلِقَ وَالْخَاتِمِ لِمَاسَبَقَ نَاصِرِالْحَقِّ بِالْحَقِّ
وَالْهَادِي إِلَےصِرَاطِكَ الْمُسْتَقِيْمِ وَعَلے آلِهِ
وَصَحْبِهِ حَقَّ قَدْرِهِ وَمِقْدَارِهِ العَظِيْمِ،ﷺ
ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ

BACA JUGA :   Sastra:Di Puncak Gunung

“SURAT KE 6, AL-AN ‘AAM: 165 AYAT”

▪ Lanjutan ke 2 dari: Al-An’am, ayat 50-54

Firman Allah Swt.:

وَلا تَطْرُدِ الَّذِينَ يَدْعُونَ رَبَّهُمْ بِالْغَدَاةِ وَالْعَشِيِّ يُرِيدُونَ وَجْهَهُ

“Dan janganlah kamu mengusir orang-orang yang menyeru Tuhannya di pagi hari dan di petang hari, sedangkan mereka menghendaki keridaan-Nya. (Al-An’am: 52),

Dengan kata lain, janganlah kamu mengusir orang-orang yang menyandang predikat tersebut dari sisimu, melainkan jadikanlah mereka sebagai teman-teman dudukmu dan teman-teman dekatmu. Perihalnya sama dengan apa yang disebutkan oleh ayat lain:

وَاصْبِرْ نَفْسَكَ مَعَ الَّذِينَ يَدْعُونَ رَبَّهُمْ بِالْغَدَاةِ وَالْعَشِيِّ يُرِيدُونَ وَجْهَهُ وَلا تَعْدُ عَيْنَاكَ عَنْهُمْ تُرِيدُ زِينَةَ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَلا تُطِعْ مَنْ أَغْفَلْنَا قَلْبَهُ عَنْ ذِكْرِنَا وَاتَّبَعَ هَوَاهُ وَكَانَ أَمْرُهُ فُرُطًا

“Dan bersabarlah kamu bersama-sama dengan orang-orang yang menyeru Tuhannya di pagi dan senja hari dengan mengharap keridaan-Nya; dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka (karena) mengharapkan perhiasan kehidupan dunia ini; dan janganlah kamu mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingati Kami, serta menuruti hawa nafsunya dan adalah keadaannya itu melewati batas. (Al-Kahfi: 28).

Adapun firman Allah Swt.:

يَدْعُونَ رَبَّهُمْ

“Orang-orang yang menyeru Tuhannya. (Al-An’am: 52),

Yakni menyembah-Nya dan memohon kepada-Nya.

بِالْغَدَاةِ وَالْعَشِيِّ

Di pagi hari dan petang hari. (Al-An’am: 52),

Menurut Sa’id ibnul Musayyab, Mujahid, dan Qatadah, makna yang dimaksud ialah salat fardu. Makna doa dalam ayat ini adalah seperti yang dianjurkan oleh firman-Nya:

وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ

“Dan Tuhanmu berfirman, “Berdoalah kepada-Ku (serulah Aku), niscaya akan Kuperkenankan bagi kalian.” (Al-Mu’min: 60),
Maksudnya, Aku menerima doa kalian.

Firman Allah Swt.:

يُرِيدُونَ وَجْهَهُ

“Sedangkan mereka menghendaki keridaan-Nya. (Al-An’am: 52),

Yakni dengan amalnya itu mereka menghendaki rida Allah, mereka kerjakan semua ibadah dan amal ketaatan dengan hati yang ikhlas karena Allah.


Firman Allah Swt.:

مَا عَلَيْكَ مِنْ حِسَابِهِمْ مِنْ شَيْءٍ وَمَا مِنْ حِسَابِكَ عَلَيْهِمْ مِنْ شَيْءٍ

“Kamu tidak memikul tanggung jawab sedikit pun terhadap perbuatan mereka, dan mereka pun tidak memikul tanggung jawab sedikit pun terhadap perbuatanmu. (Al-An’am: 52).

Seperti yang dikatakan oleh Nabi Nuh a.s. dalam menjawab ucapan orang-orang yang mengatakan, “Apakah kami akan beriman kepadamu, padahal yang mengikuti kamu ialah orang-orang yang hina?”

وَمَا عِلْمِي بِمَا كَانُوا يَعْمَلُونَ * إِنْ حِسَابُهُمْ إِلا عَلَى رَبِّي لَوْ تَشْعُرُونَ

“Bagaimana aku mengetahui apa yang telah mereka kerjakan? Perhitungan (amal perbuatan) mereka tidak lain hanyalah kepada Tuhanku, kalau kalian menyadari. (Asy-Syu’ara: 112-113).

Dengan kata lain, sesungguhnya perhitungan amal perbuatan mereka hanyalah kepada Allah Swt., dan aku tidak memikul tanggung jawab hisab mereka barang sedikit pun, sebagaimana mereka pun tidak bertanggung jawab sedikit pun terhadap perhitungan amal perbuatanku.


Firman Allah Swt.:

فَتَطْرُدَهُمْ فَتَكُونَ مِنَ الظَّالِمِينَ

“Yang menyebabkan kamu (berhak) mengusir mereka, sehingga kamu termasuk orang-orang yang zalim. (Al-An’am: 52),
Yakni jika kamu melakukan hal tersebut, akibatnya adalah seperti itu.

Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Asbat (yaitu Ibnu Muhammad), telah menceritakan kepadaku Asy’as, dari Kardus, dari Ibnu Mas’ud yang menceritakan bahwa ada segolongan pemuka Quraisy lewat di hadapan Rasulullah Saw. Pada saat itu di sisi beliau terdapat Khabbab, Suhaib, Bilal, dan Ammar.

Lalu mereka (para pemuka Quraisy) berkata, “Hai Muhammad, apakah kamu rela menjadi teman orang-orang itu (yakni yang ada di sisi Nabi Saw.)?” Maka turunlah ayat ini: Dan berilah peringatan dengan apa yang diwahyukan itu kepada orang-orang yang takut akan dihimpunkan kepada Tuhannya. (Al-An’am: 51) sampai dengan firman-Nya: Tidakkah Allah lebih mengetahui tentang orang-orang yang bersyukur (kepada-Nya)? (Al-An’am: 53).

BACA JUGA :   Susahnya Jadi Cwok Ninggali Cewek Dibilang Jahat ,Tapi Kalau Cwek Yang Kayak Gitu Butuh Kepastian

Ibnu Jarir meriwayatkannya melalui jalur Asy’as, dari Kardus, dari Ibnu Mas’ud yang menceritakan bahwa segolongan pemuka Quraisy lewat di hadapan Nabi Saw. yang ketika itu sedang ditemani oleh Suhaib, Bilal, Ammar, Khabbab, dan lain-lainnya dari kalangan orang-orang muslim yang daif.

Lalu para pemuka Quraisy itu berkata, “Hai Muhammad, apakah engkau rela orang-orang itu sebagai kaummu? Apakah mereka adalah orang-orang yang dianugerahi oleh Allah di antara kami? Apakah pantas kami akan mengikuti jejak orang-orang itu? Usirlah mereka! Barangkali jika engkau mengusir mereka, kami akan mengikutimu.”

Maka turunlah firman-Nya: Dan janganlah kamu mengusir orang-orang yang menyeru Tuhannya di pagi hari dan di petang hari, sedangkan mereka menghendaki keridaan-Nya. (Al-An’am: 52) Sampai dengan firman-Nya: Dan demikianlah telah Kami uji sebagian mereka (orang-orang yang kaya) dengan sebagian yang lain (orang-orang miskin). (Al-An’am: 53), hingga akhir ayat.

Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami Abu Sa’id ibnu Yahya, telah menceritakan kepada kami Sa’id Al-Qattan, telah menceritakan kepada kami Amr ibnu Muhammad Al-Anqazi, telah menceritakan kepada kami Asbat ibnu Nasr, dari As-Saddi, dari Abu Sa’id Al-Azdi —qari’ Al-Azdi—, dari Abul Kunud, dari Khabbab sehubungan dengan firman-Nya: Dan janganlah kamu mengusir orang-orang yang menyeru Tuhannya di pagi hari dan di petang hari. (Al-An’am: 52),

Bahwa Al-Aqra’ ibnu Habis At-Tamimi dan Uyaynah ibnu Hasan Al-Fazzari datang, lalu mereka menjumpai Rasulullah Saw. yang pada saat itu sedang ditemani oleh Suhaib, Bilal, Ammar, dan Khabbab. Ketika itu Rasulullah Saw. sedang duduk di antara segolongan kaum mukmin yang duafa. Ketika mereka melihat orang-orang itu berada di sekitar Nabi Saw., mereka menghina orang-orang duafa itu di hadapan teman-teman mereka.

Lalu mereka datang kepada Nabi Saw., dan kaum duafa membiarkan Nabi Saw. menemui mereka. Lalu mereka berkata, “Sesungguhnya kami menginginkan agar engkau membuat suatu majelis khusus buat kami, mengingat semua orang Arab telah mengenal keutamaan kami. Karena delegasi-delegasi dari banyak kalangan orang-orang Arab sering datang kepadamu, maka kami akan merasa malu bila mereka melihat kami ada bersama para budak ini.

Untuk itu apabila kami datang kepadamu, tolong usirlah mereka dari kami; dan jika kami telah selesai dengan urusan kami, silakan engkau duduk kembali bersama mereka jika engkau suka.” Nabi Saw. menjawab, “Baiklah.” Mereka berkata, “Kalau demikian, tentukanlah olehmu hari-harinya buat kami secara tertulis.”

Maka Nabi Saw. memanggil sahabat Ali dan meminta sebuah lembaran, kemudian beliau Saw. memerintahkan Ali untuk mencatat hal tersebut, sedangkan ketika itu kaum duafa berada di suatu sudut yang agak jauh dari mereka.

Dan pada saat itu juga turunlah Malaikat Jibril seraya membawa firman-Nya: Dan janganlah kamu mengusir orang-orang yang menyeru Tuhannya (Al-An’am: 52), hingga akhir ayat. Maka Rasulullah Saw. melemparkan lembaran itu dari tangannya, kemudian beliau memanggil kami, maka kami pun datang kepadanya.

ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ
❂ واللـــہ اعـلم بالصـــوابــــــ ❂
ﷺ اللَّهُمّ صَلٌ علَےَسَيٌِدِنَاوَمَولآنامُحمَّدْ ﷺ
ﷺ يآرَبٌِ صَلٌ علَیہ وسَلٌِم وبَارِكْ عَلَيَہ ﷺ

❖ “Trimakasih” ❖
ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ ۗ

Bagikan Yok!