November 30, 2021

IMBICOM

Tulisanmu Suaraku Suaramu Suara Kita

Mensyukuri Istri

๐Ÿ’”MENSYUKURI ISTRI”๐ŸŽ

๐Ÿ“DAN TUGAS SEORANG SUAMI๐Ÿช

โฉSeorang suami mengadukan apa yang ia rasakan kepada seorang Syekh. Dia berkata:

Ketika aku mengagumi calon istriku seolah-olah dalam pandanganku Allah tidak menciptakan perempuan yang lebih cantik darinya di dunia ini.

Ketika aku sudah meminangnya, aku melihat banyak perempuan seperti dia.

Ketika aku sudah menikahinya aku lihat banyak perempuan yang jauh lebih cantik dari dirinya.

Ketika sudah berlalu beberapa tahun pernikahan kami, aku melihat seluruh perempuan lebih manis dari pada istriku.

Syekh berkata: “Apakah kamu mau aku beritahu yang lebih dahsyat dari pada itu dan lebih pahit?”

Laki-laki penanya: Iya, mau.

Syekh: Sekalipun kamu mengawini seluruh perempuan yang ada di dunia ini pasti anjing yang berkeliaran di jalanan itu lebih cantik dalam pandanganmu dari pada mereka semua.

Laki-laki penanya itu tersenyum masam, lalu ia berujar: “Kenapa tuan Syekh berkata demikian?”

Syekh: Karena masalahnya terletak bukan pada istrimu. Tapi masalahnya adalah bila manusia diberi hati yang tamak, pandangan yang menyeleweng, dan kosong dari rasa malu kepada Allah, tidak akan ada yang bisa memenuhi pandangan matanya kecuali tanah kuburan.

Rasulullah bersabda:
“Andaikan anak Adam itu memiliki lembah penuh berisi emas pasti ia akan menginkan lembah kedua, dan tidak akan ada yang bisa memenuhi mulutnya kecuali tanah.
Dan Allah akan menerima taubat siapa yang mau bertaubat”.

Jadi, masalah yang kamu hadapi sebenarnya adalah kamu tidak menundukkan pandanganmu dari apa yang diharamkan Allah.

Sekarang, apakah kamu menginginkan sesuatu yang akan mengembalikan kecantikan istrimu seperti pertama kali kamu mengenalnya?
Ketika ia menjadi wanita tercantik di dunia ini?

BACA JUGA :   Saat Luka Menyentuh Cinta Bab 6 Terlalu Dramatis

Laki-laki penanya: Iya, mau sekali.

Syekh: Tundukkan pandanganmu!
โŒJaga Matamu ๐Ÿ‘€

https://chat.whatsapp.com/BAfx96NlIKKDq5Pw2POEEu

๐Ÿ“TUGAS SEORANG SUAMI

๐Ÿ“—Allah ๏ทป berfirman:

ูŠูŽุง ุฃูŽูŠู‘ูู‡ูŽุง ุงู„ู‘ูŽุฐููŠู†ูŽ ุขู…ูŽู†ููˆุง ู‚ููˆุง ุฃูŽู†ู’ููุณูŽูƒูู…ู’ ูˆูŽุฃูŽู‡ู’ู„ููŠูƒูู…ู’ ู†ุงุฑุง

Wahai orang-orang beriman, jagalah dirimu dan keluargamu dari api neraka. (QS. At Tahrim: 6)

Duhai para ayah … inilah tugas kita. Melindungi keluarga โ€“anak dan istri- dari api neraka. Ini bukan tugas ringan, tapi sangat berat. Maka, jangan bermain-main dengan tugas ini. Berikan mereka harta belanja yang halal, makan minumnya, pakaiannya, uang sekolahnya, dan biaya hidup lainnya.
Banyak penjelasan dari para mufassir salaf tentang ayat ini, dan di antara yang paling rinci adalah seperti yang dijelaskan oleh Qatadah Rahimahullah berikut ini:

ูŠู‚ูŠู‡ู… ุฃู† ูŠุฃู…ุฑู‡ู… ุจุทุงุนุฉ ุงู„ู„ู‡ุŒ ูˆูŠู†ู‡ุงู‡ู… ุนู† ู…ุนุตูŠุชู‡ุŒ ูˆุฃู† ูŠู‚ูˆู… ุนู„ูŠู‡ ุจุฃู…ุฑ ุงู„ู„ู‡ ูŠุฃู…ุฑู‡ู… ุจู‡ ูˆูŠุณุงุนุฏู‡ู… ุนู„ูŠู‡ุŒ ูุฅุฐุง ุฑุฃูŠุช ู„ู„ู‡ ู…ุนุตูŠุฉ ุฑุฏุนุชู‡ู… ุนู†ู‡ุงุŒ ูˆุฒุฌุฑุชู‡ู… ุนู†ู‡ุง.

Melindungi mereka dengan memerintahkan mereka untuk taat kepada Allah ๏ทป dan mencegah mereka dari bermaksiat kepadaNya, dan menegakkan perintah Allah ๏ทป dan memerintahkan mereka dengannya dan membantu mereka untuk menjalankannya. Jika engkau melihat mereka bermaksiat kepada Allah ๏ทป maka cegahlah dan tolaklah mereka dari maksiat itu. (Imam Ath Thabariy, Jamiโ€™ul Bayan, 23/492)

Maka, ajarkanlah mereka adab dan ilmu agama. Cegahlah mereka dari pembangkangan kepada hukum-hukum Allah ๏ทป, seperti; membuka aurat dihadapan laki-laki bukan mahramnya, membiarkannya bersama lawan jenis yang bukan mahramnya, melalaikankan shalat, salah memilih kawan pergaulan, membiarkan mereka dalam kesibukan dan hiburan yang melalaikan agama, dan semisalnya.

Ini tugas kita, para ayah .. para suami .. kaum laki-laki, Imam Al Qurthubi mengatakan:

ูุนู„ู‰ ุงู„ุฑุฌู„ ุฃู† ูŠุตู„ุญ ู†ูุณู‡ ุจุงู„ุทุงุนุฉ ูˆูŠุตู„ุญ ุฃู‡ู„ู‡

BACA JUGA :   Puisi : Pejuang yang Terbuang

Maka, hendaknya bagi kaum laki-laki memperbaiki dirinya dengan ketaatan dan juga memperbaiki keluarganya. (Al Jamiโ€™u li Ahkamil Quran, 18/171)

Jangan bebankan pendidikan dan pembinaan anak-anak kita hanya kepada istri, justru ini adalah juga tugas kaum laki-laki, para suami.

Dari Ibnu Umar Radhiallahu โ€˜Anhuma, bahwa Nabi ๏ทบ bersabda:

ูˆุงู„ุฑุฌู„ ุฑุงุน ุนู„ู‰ ุฃู‡ู„ ุจูŠุชู‡ ูˆู‡ูˆ ู…ุณุคูˆู„ ุนู†ู‡ู…

Seorang suami adalah pemimpin atas anggota keluarganya (ahli baitnya), dan dia akan dimintai tanggungjawab tentang mereka. (HR. Muslim No. 1829)

Wallahu Aโ€™lam

Bagikan Yok!