November 30, 2021

IMBICOM

Tulisanmu Suaraku Suaramu Suara Kita

Spoiler Kasih Abadi BAB 25

“Oke karena kalian ke rumah gue tanpa tujuan yang jelas, gimana kalau kita main games aja?” kata Sedia.
 “Games apaan?” tanya Senja.
 “TOD. Truth or Dare.”
 “Oke setuju.”
 “Males ah.” Jawab Kasih.
 “Gue nggak terima penolakan Kasih.”
Kasih yang mendengar Sedia berkata seperti itu hanya bisa menurutinya saja. Apalagi karena rasa bersalahnya pada Sedia yang belum hilang.
 “Oke. Gue ambil botol dulu.” Kata Sedia kemudian pergi ke dapur untuk mengambil botol. Di dapur ia bertemu dengan Magenta yang sedang melamun sambil menikmati cokelat hangat.
 “Bang ngelamun mulu. Hati-hati kesambet.” Kata Sedia pada Magenta.
 “Itu mulut nggak ada remnya apa gimana. Ngapain tuh bawa-bawa botol kaca. Awas pecah.” Kata Magenta.
 “Ada deh kepo banget sih.”
 “Dek jangan bikin penasaran deh. Buat apaan botolnya?”
 “Mau main Truth or Dare Bang.”
Magenta hanya membalas perkataan Sedia dengan anggukan. Meskipun di dalam hatinya sedang penasaran.
 “Kalau main truth or dare berarti Senja juga bakal main dong. Apa gue nguping aja ya? Eh nggak deh masak gue jadi cowok nggak ada harga dirinya.”
Setelah sampai di kamarnya, Sedia segera memulai games yang telah mereka setujui bersama. Mereka melakukan hompimpa terlebih dahulu, dan beruntungnya Senja ia mendapatkan kesempatan pertama untuk memutar botolnya. Dan sialnya ujung botol tersebut mengarah pada Sedia. Senja bersorak senang.
“Kenapa akhir-akhir ini lu ngilang gitu aja?” tanya Senja penuh selidik.
“Kan gue belum pilih truth or dare.” Jawab Sedia.
“Oh iya gue lupa. Eh curang lu masak udah tahu pertanyaannya baru milih truth or dare?”
“Lu nya aja yang terlalu bersemangat Senja.”
“Oke sekarang lu pilih truth or dare?” tanya Kasih yang sedari tadi diam mulai bersuara.
“Gue pilih dare.” Jawab Sedia tanpa ragu.

Bagikan Yok!
BACA JUGA :   Pemuda Sang Pejuang