November 30, 2021

IMBICOM

Tulisanmu Suaraku Suaramu Suara Kita

Spoiler Kasih Abadi BAB 19

“Aaaargh.” Teriak Abadi sambil memegangi kepalanya. Iya, kepalanya kembali berdenyut dan rasanya sangat sakit. Abadi kesakitan, ia ingin kembali melawan keberadaan Dave  yang kembali menguasai kesadarannya. Sudah hampir satu jam lebih Abadi berperang melawan dirinya sendiri. Dan beruntungnya Abadi, ia berhasil merebut kesadarannya dan kembali menguasai tubuhnya lagi. Abadi pun terkulai lemas di lantai kamarnya. Ia tersadar bahwa kondisinya saat ini semakin memburuk. Bahkan Dave yang awalnya hanya muncul ketika ia sedang tidur, sekarang justru bisa merebut kesadaran Abadi sesuka hati. Dan mulai saat itu juga Abadi bertekad untuk merebut kembali hati Kasih yang mungkin saja sedikit goyah karena keberadaan Dave beberapa hari terakhir ini. Karena hanya Kasih yang membuat Dave jarang muncul atau bahkan untuk ke depannya Dave akan menghilang karena keberadaan Kasih. Dengan kesadaran yang belum sepenuhnya pulih, Abadi merasa ada yang berbeda dari kamarnya. Abadi pun perlahan mengangkat tubuhnya dan duduk di tepi ranjang. Saat tanpa sengaja matanya melihat cermin, Abadi dikejutkan dengan dahinya yang sedikit berdarah dan lebam. Bahkan kondisi kamarnya pun berantakan. Bantal, guling, selimut bahkan sprei tempat tidurnya berseraan dimana-mana. Bukan itu saja, buku-bukunya pun berjatuhan seakan baru saja ada gempa yang besar di kamarnya. Dengan tubuh lemasnya Abadi memaksakan diri untuk berjalan dan turun ke lantai satu rumahnya. Belum berhenti disitu, kekacauan kembali terlihat ketika Abadi berada di lantai satu. Ia melihat mamanya duduk bersimpuh dengan menangis sesenggukan dan mata yang memerah. Abadi benar-benar bingung, sebenarnya apa yang terjadi. Atau lebih tepatnya kekacauan apa lagi yang dilakukan Dave hingga kondisi mamanya seburuk ini. Abadi yang masih terkejut hanya bisa berdiri mematung di depan mamanya dan menatap kosong kondisi mamanya.

Bagikan Yok!
BACA JUGA :   Jangan putus asa