November 30, 2021

IMBICOM

Tulisanmu Suaraku Suaramu Suara Kita

Keterbukaan dan Kejujuran

MENIKAH ( Bagian – 3 )

Pasutri dalam menjalani kehidupan berkeluarga harus memupuk sikap keterbukaan sejak dini, setidaknya setelah resmi akad nikah berlangsung sikap saling terbuka antara suami dan istri harus dikembangkan. Dalam hal apa saja sepanjang itu berkait dengan keluarga barunya maka saling terbuka menjadi modal baik untuk kelangsungan berkeluarga ke depan.

Seiring waktu karena hidup sudah bersama dalam satu rumah, maka kebiasaan kebiasaan yang sepanjang pacaran masih ditutupi akan kelihatan juga. Maksudnya adalah kebiasaan kebiasaan harian pasangan Anda. Entah kebiasaan itu menyenangkan bagi Anda atau tidak menyenangkan maka hal itu harus bisa diterima oleh pasangan masing-masing.
Misalnya kebiasaan saat tidur ternyata pasangan Anda ada bawaan mendengkur saat tidur, lha ini juga harus diobrolin berdua secara terbuka sehingga tidak jadi masalah kecil jadi diributkan. Juga misalnya pasangan Anda ternyata tidak suka rasa pedas,itu pun harus dikemukakan dan terbuka pada pasangan Anda sehingga bisa saling menyesuaikan berdua. Juga kebiasaan kebiasaan lainnya masih banyak yang bisa saja berbeda namun harus dibiasakan untuk diobrolin sehingga tidak jadi maslah kecil jadi besar..

Juga hal yang lebih penting dijaman now, adalah keterbukaan tentang HP .. banyak kasus dijaman now menyembunyikan atau tidak memperbolehkan mengetahui isi hp. Memang ada yang berpendapat kalau HP adalah prifacy, oke boleh saja yang ada pendapat seperti itu tapi itu bagi yang masih jomblo dan hubungannya dengan orang lain. Tapi jika sudah menikah maka semestinya harus saling terbuka antara suami dan istri. HP harus saling tahu kode password masuk ke layar HP. Hal ini bukan untuk memantik prasangka akan tetapi jika terjadi sesuatu diluar mungkin musibah dan sejenisnya yang sifatnya urgent, maka bisa mudah saling menghubungi atau membuka HP.
Keterbukaan dan kejujuran itu sangat penting dalam kehidupan berkeluarga. ( Bersambung )

Bagikan Yok!
BACA JUGA :   Ketika Gerhana Tiba