November 30, 2021

IMBICOM

Tulisanmu Suaraku Suaramu Suara Kita

GMNI Majene Gelar Diskusi Publik, “Say No To Stunting”

GMNI Majene Gelar Diskusi Publik, "Say No To Stunting"

Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Majene, menggelar ‘Diskusi Publik’ dengan tema, “Say No To Stunting.” Diskusi tersebut bertujuan sebagai bentuk sosialisasi, bahwa masalah stunting termasuk masalah terbesar di Indonesia.

Kegiatan dimulai sekitar pukul 15.00 Wita di Cafe Rumah Teduh (15/10/2021). Adapun yang menjadi narasumber, yakni Jamaluddin A.,SKM.S.Kep.MM.Kes.,MSi (Dosen Stikes Bina Bangsa Majene), Dyah Febriyanti, S.Gz (Kepala Seksi Kesehatan Keluarga dan Gizi, Dinas Kesehatan Kab. Majene), dan Najiba Alimuddin selaku Duta Genre Sulawesi Barat 2019.

Masing-masing narasumber banyak memberikan pengetahuan terkait bahaya stunting. Masalah stunting tidak hanya dipengaruhi satu sumber saja dan masalah penyebabnya pun sangat kompleks. Namun, umumnya sangat dipengaruhi kerena pengasuhan balita yang tak maksimal, kurangnya air bersih dan sanitasi, serta gangguan pada kehamilan ibu.

Melalui kegiatan tersebut, mestinya dapat menjadi langkah awal bagi mahasiswa untuk menjadi Intermediary Actors atau penyambung edukasi kepada masyarakat terkait bahaya stunting, khususnya di Sulawesi Barat sendiri.

Sebagaimana penjelasan dari Urfiah Umar selaku Wakabid Kesarinahan DPC GMNI Majene, “dialog yang kami lakukan ini bertujuan untuk mengedukasi mahasiawa sebagai agent of change, agar memahami permasalahan kesehatan yang urgen di Indonesia, salah satunya masalah stunting.” Ungkap Urfiah.

Lebih lanjut, sapaan yang kerap dipanggil sarinah Urfiah itu berharap, “kedepannya, penanganan stunting di Indonesia khususnya di Sulawesi Barat, setidaknya dapat ditekan laju perkembangannya.”

“Untuk itu, sangat diharapkan kerjasama dan kesadaran dari semua komponen, baik dari masyarakat, tenaga kesehatan, dinas sosial, pendidikan, lembaga mahasiswa, dan semua kalangan yang lain, agar berpegangan tangan dalam rangka memerangi perkembangan stunting yang sudah mengakar.” Jelas pungkasnya sarinah Urfiah.

Diskusi berlangsung agak lama dan berakhir saat sudah mau menjelang magrib. Kegiatan dihadiri dari Pengurus Cabang GMNI Majene, Pengurus Komisariat, dan juga beberapa pengurus DPD GMNI Sulbar juga ikut menyukseskan kegiatan tersebut. Di samping itu pula, juga dihadiri beberapa mahasiswa di luar dari anggota GMNI.

BACA JUGA :   Audensi Balai Pertanian Kelas II Pangkal Pinang bersama Pemda Bangka Barat.

Kegiatan berakhir dan berharap bahwa akan ada kegiatan lanjutan. Baik dalam bentuk kerjasama dari pihak kampus, pihak pemerintah, dan sesama mahasiswa untuk turut andil dalam mengedukasi masyarakat terkait masalah stunting. Hal terpenting juga, pemuda mesti menjadi ikon untuk mencegah penyebab stunting, termasuk mencegah terjadinya pernikahan dini.

Bagikan Yok!