Oktober 25, 2021

IMBICOM

Tulisanmu Suaraku Suaramu Suara Kita

Spoiler Kasih Abadi BAB 11

Jam dinding di kamar Kasih menunjukkan pukul 05.45 WIB. Kasih yang sudah selesai rapi dengan seragam dan tas sekolah dipundaknya, beranjak turun untuk sarapan. Namun baru saja Kasih membuka pintu ia teringat bahwa ia lupa membuka jendela kamarnya. Kasih kembali ke kamar dan membuka jendala. Betapa terkejutnya Kasih ketika ia mengedarkan pandangan di sekeliling halaman rumah dan mendapati Abadi di depan gerbang rumhanya sambil duduk di jok motornya. Merasakan ada seseorang yang mengawasinya, Abadi menengadahkan kepalanya dan melihat Kasih tengah memperhatikannya. Abadi yang menyadari hal tersebut segera melambaikan tangannya kearah Kasih sambil memberikan senyum terbaiknya. Kasih masih terkejut hingga lupa membalas lambaian tangan Abadi, ia justru berlari keluar menuju halaman depan tempat Abadi berada.
 “Kasih jangan lari-lari.” Teriak Maya khawatir melihat Kasih yang berlarian menuruni anak tangga. Dan Maya lebih terkejut lagi ketika Kasih melewatinya begitu saja.
 “Kasih mau kemana? Sarapan dulu!” teriak Maya lagi. Ia masih tak habis pikir sebenarnya apa yang terjadi pada Kasih. Tidak biasanya ia terburu-buru berangkat sekolah. Apalagi jam masuk sekolah masih lama. Apa hari ini ia ujian?
Kasih yang sudah berada di halaman pun segera membuka gerbang rumahnya. Dan saat ia mendapati Abadi berdiri tepat dihadapannya yang ia lakukan hanya berdiam diri.
Serius ini Abadi? Tapi ngapain dia kesini sepagi ini? Apa gue mimpi? Atau gue halu.
Abadi yang gemas melihat tingkah laku Kasih pun melambaian tangannya tepat didepan maka Kasih agar cewek dihadapannya tersebut tersadar dari lamunannya.
 “Lu ngapain di sini? Mau nemuin siapa?” tanya Kasih setelah tersadar dari lamunannya.
“Ya mau nemuin elu lah siapa lagi?”
“Gue? Ada apa?”
“Ke sekolah bareng yuk.”
“Haa?”

Bagikan Yok!
BACA JUGA :   Resep telur balado
%d blogger menyukai ini: