Oktober 26, 2021

IMBICOM

Tulisanmu Suaraku Suaramu Suara Kita

Mujizat Masih Ada

Kemurahan dan Kasih Tuhan masih ada, dan nyata dalam kehidupan keluarga kami.

Saya bangga atas pengorbanan seorang ibu dalam merawat dan mendampingi anaknya atas kesakitan, tapi dia terus percaya bahwa Tuhan akan sembuhkan.

Sakit dan penyakit sering menjadikan setiap manusia tidak bisa beraktivitas dan hanya terbaring serta pasrah menerima setiap hal bahkan paling buruk dalam kehidupan manusia.

Kami hidup dan besar di Wamena, tapi kami berasal dari Biak Numfor. Orang tua sudah balik dan menetap di Biak, setelah pensiun sebagai tenaga guru di daerah pedalaman Papua.

Israel namanya, anak ini harus dekat dengan neneknya sehingga kami harus pulang ke Biak Numfor. Makannya kami mempersiapkan keberangkatan kembali ke keluarga sehingga lebih dekat dengan nenek dan kakek. Supaya segalah keputusan dan kejadian yang akan terjadi, bahkan lebih buruk apapun itu biar bersama keluarga untuk memutuskan dan menerima semua itu.

Pada tanggal 8 Oktober, kami rencana berangkat menggunakan pesawat Hercules untuk proses rujukan pengobatan pangeran kesayangan ku ke rumah sakit daerah Biak Numfor.

Saat tiba dengan pesawat Hercules di Bandara Biak, petugas kantor karantina Biak langsung mengantarkan kami ke RSUD Biak.

Anak Israel di tempatkan di UGD umum, sebab kamar UGD Khusus anak sedang di kasih Steril.

Mulai dari tanggal 8 Oktober hingga 10 November,anak Israel bisa keluar dari ICU, tapi tidak langsung pulang ke rumah.

Dokter mengarahkan anak Israel di rawat pada bangsal anak karena kondisi anak sudah tidak kejang lagi dan suhu tubuhnya mulai Stabil.

Dia nampak tidak panas tinggi, tapi kondisi tubuhnya masih seperti orang yang terkena Stroke berat dengan bola matanya yang berwarna kehitaman dan tidak kelihatan jelas. Tangan kiri dan kaki kiri kejang dan badannya tidak sempurna.

BACA JUGA :   Logika dan Pikiran

Dokter berulang kali sampaikan anak ini harus segera di rujuk ke Jayapura untuk dilakukan operasi disana guna mengangkat cairan di dalam kepala anak Israel.

JSaya menjadi takut mendengarkan penjelasan dokter. Menurut dokter operasi ini tidak seperti operasi biasanya, sebab anak Israel akan di pasang selang di dalam badan mulai dari kepala sampai di tempat pantat.

Saat dengar kata dokter, saya antara mau supaya anak Israel bisa sehat kembali dan tidak setuju sekali karena tidak tega melihat akan di pasang selang ke dalam tubuh anak Israel.

Dokter saya minta satu hari lagi untuk diskusi sama keluarga dulu. Iya itu harus, Kalau keluarga sudah setuju berarti besok dokter akan buat Rujukan ke Jayapura, ungkap dokter.”

Tidak terasa kami di RSUD Biak sudah selama satu bulan dua Minggu.

Keesokan harinya, dokter bertanya, Bagaimana kabar keluarga apa mereka setuju?

Dokter, saya percaya tenaga Kesehatan dan sangat yakin dengan operasi untuk kesembuhan anak Israel agar bisa kembali ceria lagi. Tapi Dokter, saya lebih percaya sama Allah, sebab seijin Allah lah anak ini ada, dan Allah pasti akan menolong Israel lewat doa-doa. Jadi dokter saya putuskan apapun yang akan terjadi, biarlah kami bawah pulang ke rumah saja untuk di doakan dan kami akan urus dia secara tradisional.

Setelah itu, kami harus pulang ke rumah dan dokter membuat resep obat untuk anak Israel.

Hari demi hari, kita lalui bersama keluarga yang tidak bosannya mengurus anak Israel seperti biasa dengan urut kaki dan tangan Israel pakai air hangat yang di campuri minyak, dan kasih latih untuk lihat hingga latihan berjalan.

BACA JUGA :   Puisi: Manusia Robot

Beberapa hamba Tuhan bantu dalam doa dan Keluarga juga panjatkan doa puasa, serta memberikan minyak urapan. Kita percaya Mujizat pasti nyata.

Pada tanggal 31 November, anak Israel bisa jalan dan bisa lihat dengan sempurna, nampak badannya yang dulu kaku, miring ke kanan kini bisa kembali Normal.

Pada tanggal 22 Januari, anak israel kembali Kontrol diri dan dokter sangat kaget kembali bertemu dengan anak kecil ini dengan kondisi cerah dan enerjik.

Waktu itu, anak Israel menyapa Dokter. “Hai selamat pagi dokter, jangan Suntik Israel lagi yah”.

Dokter terdiam dan meneteskan air mata. Saya belum pernah tangani pasien yang sakitnya seperti anak Israel dan jarang tertolong. Tapi Mujizat terjadi bagi anak ini terbukti dia kini memiliki tubuh yang kuat dan bisa menahan sakit. Tentu ini semua ada campur tangan keluarga dan kemurahan dari Tuhan.

Saya pun kaget dari hasil pemeriksaan dokter spesialis bahwa anak Israel sudah sehat, kondisi fisik kian membaik. Dari situ ungkapan senang dan bahagia dan hanya merasa banyak terima kasih atas pertolonganNya Tuhan menyembuhkan anak Israel.

Saya mengucapkan terima kasih buat saudara, sahabat dan keluarga yang sudah bantu doakan anak terkasih. Terutama buat kakak, adik dan Mama yang sudah setia temani saya gantian jaga anak Israel.

Tidak lupa Mama kandung ku selalu antar makanan dan mencuci pakaian anak Israel bahkan hingga pulang ke Rumah pun mama siapkan makanan terus buat kita.

Orang tua terbaik, walaupun saya tidak pernah kasih yang terbaik buat dirinya.

Tuhan Yesus berkati, lindungi dan jaga serta berikan rezeki bagi yang turut peduli pada kami selama di RS Biak.

BACA JUGA :   Pesan Cinta di Hari Raya

Terima kasih buat beberapa bapak Pendeta atas doa air dan minyak urapan.

Mama Ruth dan Rando yang sudah antar boneka dan makanan, berkat Tuhan akan mengalir terus dalam hidup kalian.

Terima kasih juga untuk para dokter dan para perawat suster mantri di RS Wamena dan di RS Biak.

Tuhan yang punya Kuasa akan balas semua yang kalian kerjakan.

Paskalis (52)

Bergandengan Tangan Ceria Bersama

Bagikan Yok!
%d blogger menyukai ini: