Oktober 26, 2021

IMBICOM

Tulisanmu Suaraku Suaramu Suara Kita

Hey Senja

Senja bagiku bukan hanya soal waktu, dimana matahari akan terbenam dan hari akan mulai gelap.
Walaupun hanya sebentar dan senja itu akan pergi tapi masih ada hari esok untuk menikmati senja kembali.
Sama halnya dengan dia, dia yang hanya meluangkan waktu sebentar tapi kehadirinnya sangat di nantikan.
Pertemuan bahkan cerita singkat di antara kami cukup membuat kami bahagia.
Membuat kami memahami satu sama lain. Membuat kami selalu menunggu waktu yg singkat itu setiap hari.
Dia yang selalu membuatku tersenyum, bahkan sampai tertawa lepas.
Dia orang yang membuatku yakin untuk kembali membuka hati lagi.
Tapi kenapa justru dia juga yang membuatku luka dan menutup hati untuk siapapun.
Bahkan di saat kami sudah sudah menjadi asing saat ini.
Untuk bertemu dengan dia pun saat ini aku tidak ingin.
Jangankan bertemu mengetahui kondisinya saja aku sudah enggan saat ini.
Bukan aku yang ingin memutuskan silatuhrahmi tapi ketika melihat dia aku kembali teringat.
Teringat semua kenangan saat bersama dia.
3 tahun aku butuh waktu untuk benar benar bisa melupakan dia.
Tapi hari ini kami kembali di pertemukan tanpa sengaja.
Di pertemukan dalam satu pekerjaan yang membuat kami harus bertemu dan ngobrol.
Jika aku mengetahui sebelumnya kalau dia bekerja disana pasti aku akan menolak tawaran itu.
Tapi saat ini tidak ada alasan bagiku untuk menolak dari tawaran yang sudah aku sanggupi sebelumnya.
Hari pertama kembali berkenalan dengan dia seperti orang yang baru pertama kali kenal.
Sikap dinginku saat itu hanya bertahan selama 2 hari sedangkan kami harus bekerja sama selama 2 bulan.
Hari ke 3 dia memulai obrolan dengan ku, dia menanyakan sikapku yang dingin terhadap dia.
Tidak mungkin aku akan mengatakan bahwa aku bersusah payah move on dari dia.
Aku hanya mengatakan kita baru kenal jadi wajar kalau sikap ku dingin.
Aku tidak ingin menghilangkan memori saat awal bertemu dan bersama dia.
Tapi aku juga tidak mungkin bisa bersikap seolah olah tidak ada sesuatu yang pernah terjadi di antara kita.
Saat ini aku melihat pribadi dia yang berbeda dari yang aku kenal sebelumnya.
Saat ini dia berusaha menjelaskan semuanya.
Menjelaskan yang terjadi sebenarnya, tapi saat ini aku tidak ingin tau dak tidak ingin membahas itu lagi.
Bagiku kedekatan yang pernah terjadi antara aku dan dia hanya masalalu yang sudah aku kubur.
Dan aku tidak ingin mengingat kenangan masa lalu itu lagi.
1 bulan kita bekerja sama kita hanya berusaha untuk bersikap profesional.
Bahkan aku menginginkan kerjasama ini cepat selesai sehingga aku tidak harus bertemu dia lagi.
Aku bukan membenci dia tapi aku hanya tidak ingin untuk mengingatnya kembali.
Tapi dalam 1 bulan terakhir kerjasama kami justru dia hadir menjadi senja kembali.
Hari itu aku benar benar hanyut dalam nostalgia masalalu bersamanya.
2 hari sebelum kerjasama kita berakhir dan aku kembali pulang.
Dia mengajak kami untuk makan makan bersama.
Dan dia juga mengatakan kalau dia ingin mengulang semuanya bersamaku lagi..
Seperti masalalu tapi dengan cerita baru, dia ingin menjadi senja yang selalu aku rindukan setiap harinya lagi.
Aku benar benar tidak bisa lagi untuk mengulang semuanya.
Aku tidak bisa kalau akan merasakan sakit yang sama untuk kedua kalinya dengan orang yang sama.
Dia berusaha meyakinkanku dan aku masih tetap tidak ingin.
Sampai aku tidak mengabarkannya kalau aku akan pulang.
Justru dia mengetahui dari temannya kalau aku sudah pulang.
2 minggu setelah aku pulang dia datang ke rumahku.
Saat itu aku belum pulang kerja sehingga yang ada di rumah saat itu hanya orangtua ku.
Dia mengatakan maksud dan tujuannya datang ke rumah dan menemui orang tua ku.

Bagikan Yok!
BACA JUGA :   Sastra: Aku Lupa
%d blogger menyukai ini: