Oktober 25, 2021

IMBICOM

Tulisanmu Suaraku Suaramu Suara Kita

Spoiler Kasih Abadi BAB 1

Sebuah kisah dari sang hujan
Yang jatuh namun tak terluka
Yang jatuhnya ada namun letaknya tak berada
Yang nyata namun kadang juga fana
Dingin, namun tak akan abadi
Abadi? Memang ada?
Kata yang katanya akan bertahan lama
Namun faktanya tak ada lama yang berpijak di semesta
Hanya sebentar yang kadang suka kadang juga menyakitkan
Runtuh sudah makna hujan dari aku sang penikmat aroma setelah kedatangannya

“Kasih tidur gih, udah malem lho besok kan masuk sekolah?”
“Yah liburnya udah habis ya ma?”
“Kamu itu maunya libur terus. Udah gih tidur.”
“Iya mama.”
Kasih pun pergi tidur belum sempat menutup matanya, mamanya kembali membangunkannya.
“Kenapa ma? Baru juga Kasih mau tidur.”
“Itu jendela ditutup Kasih, kebiasaan deh.”
“Hehehe iya lupa ma.”
“Good night sayang.”
“Night too mama.”
Setelah menutup jendela kamarnya Kasih pun terlarut dalam dinginnya malam dan aroma petrichor yang memaksa masuk lewat lubang angin-angin di kamarnya.


“Yah telat lagi kan gue. Masuk nggak ya? Ya kali tiga hari MOS dihukum mulu.” Gerutu Kala, salah satu siswa baru yang rajin telat ketika MOS dan hari ini adalah hari terakhir pelaksanaan MOS.
“Anak baru kok telat.” Kata seorang gadis di sebelahnya sambil memandangi gerbang sekolah yang sudah tertutup rapat.
“Bedanya sama elu apa?” Jawab Kala.
“Bedanya gue senior nah elu anak baru.”
Kala pun terdiam ketika mendengar kata senior.
“Ikut gue sini.” Kata senior yang berada disamping Kala.
“Gue nggak mau bolos ya. Gue mau jadi siswa baru yang teladan.”
“Yang ngajak lu bolos siapa bocah. Mau jadi siswa teladan kok telat.”
“Komen aja lu.”
“Udah sini ikut gue mau masuk nggak?”
“Ya mau. Emang ada jalan lain.”
“Makanya ikutin aja jangan bawel.”
Kala pun mengikuti seniornya dan tiba di pagar belakang sekolah yang sedikit lebih rendah daripada gerbang di depan sekolah.
“Ngapa dilihatin? Manjat gih. Itu tu udah ada kursi.”
“Lu aja gih duluan, ladies first.”
“Jangan sok keren deh. Lu aja duluan gue kan pake rok. Nanti lu ngintip lagi.”
Kala pun memanjat duluan tanpa berontak. Setelah sukses masuk ke sekolah Kala pun menunggu seniornya. Sedangkan seniornya langsung lari terburu buru.
“Nama lu siapa?” Teriak kala.
“Jangan teriak¬≤ lu. Kena razia OSIS baru tahu rasa.” Jawab seniornya sambil berteriak juga. Dan melanjutkan larinya.
“Nama woi.” Tanya Kala lagi.
“Sediaa.” Teriak seniornya.
“Haa? Dasar cewek aneh.”

Bagikan Yok!
BACA JUGA :   Potret Pejuang
%d blogger menyukai ini: